Apakah Karya AI Punya Hak Cipta? Ini Penjelasannya

Author
Deliusno
Reading time:
September 16, 2026

Apakah karya AI punya hak cipta? Maksud dari pertanyaan tersebut, apakah karya yang dibuat oleh Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) berhak untuk mendapatkan copyright. Pertanyaan ini memang kerap muncul, mengingat banyak model AI yang bisa digunakan untuk membuat gambar, tulisan, musik, hingga berbagai karya lainnya.

Jawabannya ternyata tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Di Indonesia, pemerintah ternyata sudah punya sikap untuk masalah hak cipta tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa posisi manusia tetap penting dalam penciptaan karya yang menggunakan AI.

Ingin lebih tahu soal AI? Simak artikel Apa itu AI yang pernah kami bahas sebelumnya.

AI Tidak Bisa Menjadi Pencipta

apakah karya ai punya hak cipta

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, pencipta didefinisikan sebagai manusia. Artinya, karya yang dihasilkan sepenuhnya oleh AI secara otonom tidak dapat memperoleh perlindungan hak cipta.

Dengan kata lain, AI tidak bisa dianggap sebagai pencipta sebuah karya. Pemerintah sebagai pembuat regulator tetap menempatkan manusia sebagai pencipta utama.

Baca Juga: Apakah AI Bisa Salah? Ini Penjelasannya

Bagaimana Kalau Manusia Menggunakan AI untuk Berkarya?

Google AI

Meski begitu, aturan dari pemerintah tidak benar-benar saklek membatasi hal penggunaan AI. Karya berbasis AI yang masih menunjukkan kontribusi intelektual manusia yang substantsial tetap dapat memperoleh perlindungan hukum.

Jadi, penggunaan AI tidak otomatis membuat sebuah karya kehilangan kemungkinan untuk dapat perlindungan hak cipta. Yang bakal diperhatikan adalah seberapa besar peran manusia dalam proses penciptaan karya dengan menggunakan bantuan AI.

Seberapa Besar Kontribusi Manusia?

apakah ai bisa belajar sendiri

Lantas, seberapa besar kontribusi manusia yang dibutuhkan agar karya berbasis AI bisa mendapatkan perlindungan hak cipta?

DJKI menjelaskan bahwa hal tersebut dapat dilihat dari kontribusi kreatif manusia dalam proses penciptaan. Beberapa di antaranya adalah membuat rancangan atau prompt, melakukan koreksi terhadap hasil AI, memastikan karya tersebut termasuk kategori yang dilindungi hak cipta, serta memastikan karya memiliki sifat khas dan pribadi dari orang yang merancangnya.

Dengan demikian, sekadar menggunakan AI untuk menghasilkan sebuah karya belum tentu cukup. Peran manusia dalam mengarahkan, mengolah, dan membentuk hasil akhirnya tetap menjadi hal penting

Pemerintah Sedang Menyiapkan Aturan

apakah ai berbahaya

Perkembangan AI generatif juga menghadirkan tantangan baru bagi hak cipta. Salah satunya adalah penggunaan karya berhak cipta sebagai data untuk melatih sistem AI tanpa izin atau kompensasi kepada pencipta.

DJKI menyebut pemerintah tengah menyusun penguatan pengaturan AI melalui Rancangan Undang-Undang Hak Cipta (RUU HC). Pembahasannya mencakup penggunaan data pelatihan AI, status hukum karya berbasis AI, hingga kewajiban pelabelan konten yang dihasilkan AI.

Pemerintah juga menyiapkan norma yang mewajibkan penggunaan data pelatihan AI untuk kepentingan komersial memperoleh izin dan memberikan kompensasi kepada pemegang hak cipta.

Baca Juga: Apakah AI Berbahaya? Ini Penjelasannya

Jadi, Apakah Karya AI Punya Hak Cipta?

jenis-jenis ai

Menurut penjelasan pemerintah, karya yang sepenuhnya dibuat AI secara otonom tidak dapat memperoleh perlindungan hak cipta di Indonesia. Namun, karya yang menggunakan AI sebagai alat bantu tetap dapat memperoleh perlindungan selama terdapat kontribusi intelektual manusia yang signifikan.

Karena itu, persoalannya bukan sekadar apakah sebuah karya dibuat menggunakan AI atau tidak. Peran dan kontribusi manusia dalam menciptakan karya tersebut juga menjadi hal penting.

Seiring perkembangan teknologi AI, pemerintah pun masih terus menyiapkan aturan untuk memberikan kepastian hukum bagi kreator sekaligus mendorong perkembangan teknologi.

Kesimpulan

Jadi, apakah karya AI punya hak cipta?

Di Indonesia, karya yang sepenuhnya dihasilkan AI secara otonom tidak dapat memperoleh perlindungan hak cipta. Namun, karya yang dibuat dengan bantuan AI tetap dapat memperoleh perlindungan apabila terdapat kontribusi intelektual manusia yang signifikan.

Karena itu, AI lebih tepat dipandang sebagai alat bantu dalam proses penciptaan, bukan sebagai pencipta karya. Seberapa besar peran manusia dalam proses tersebut menjadi salah satu hal penting dalam menentukan perlindungan hak cipta.

Di sisi lain, aturan mengenai AI dan hak cipta masih terus berkembang. Pemerintah saat ini juga tengah membahas pengaturan lebih lanjut mengenai karya berbasis AI dan penggunaan karya berhak cipta sebagai data pelatihan AI.

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

September 7, 2026 - 0

Podcast: Axioo Pakai “ODM Sampah”? ini Penjelasannya!

Harga RAM naik. Harga SSD naik. Nilai tukar Dolar naik.…
September 4, 2026 - 0

Review Acer Swift Air 14 AI: Laptop Kekinian Harusnya Begini!

Ini adalah laptop thin and light 2026 yang sangat kami…
September 3, 2026 - 0

Review Acer Aspire 7 Pro: Kok Bisa Spek Segini Cuma Rp 13 Jutaan?

Hari gini nyari laptop high performance pada mahal semua? Eits…
September 2, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Slim 3i (2026): Kencang? Irit? Uji Perdana Laptop Intel “Wildcat Lake”

Kalian harus tahu kalau selain “Core Ultra Series 3”, Intel…

Gaming

September 19, 2026 - 0

Sony Rilis Headset PS5 Pulse & Pulse Edge Baru, Dengan Driver Planar Magnetic

Sony memperkenalkan headset PlayStation Pulse dan Pulse Edge baru dengan…
September 19, 2026 - 0

XPG Rilis Monitor Gaming Seri Rift & Aperture Dengan Refresh Rate 240Hz

XPG meluncurkan empat monitor gaming dari lini RIFT dan APERTURE,…
September 19, 2026 - 0

Soulart Siapkan Full Body Tracker Untuk Mendukung Steam Frame VR

Soulart kembangkan perangkat mandiri yang dapat lakukan full body tracking…
September 19, 2026 - 0

Xbox Beri Tanggapan Resmi Untuk Rumor Perubahan Game Pass

Xbox membantah rumor perubahan besar pada Game Pass di 2027,…