MIT Kembangkan Kain Pintar yang Bisa Melacak Gerakan 3D dengan Akurasi Tinggi!
Peneliti MIT mengembangkan lembaran silikon lembut yang mampu melacak bentuk, gerakan, dan sentuhan dalam tiga dimensi. Teknologi ini berpotensi digunakan untuk kontrol game, virtual reality (VR), hingga membantu fisioterapis memantau pemulihan pasien. Dalam pengujian laboratorium, tingkat kesalahan rekonstruksi bentuknya tercatat kurang dari setengah sentimeter.
Pakai Serat Optik untuk Membaca Gerakan
Teknologi ini memanfaatkan serat optik yang ditanam di dalam lembaran silikon berukuran 16 × 16 cm. Setiap serat memiliki sumber cahaya LED di satu ujung dan sensor cahaya di ujung lainnya, sehingga perubahan cahaya dapat digunakan untuk memperkirakan bentuk permukaan. Data dari 14 serat tersebut kemudian diproses menggunakan algoritma untuk merekronstuksi ulang dalam bentuk 3D.
Menariknya, sistem ini tetap bisa bekerja meskipun beberapa serat rusak atau terputus. Dalam simulasi, tingkat kesalahannya tetap di bawah 0,3 cm ketika tiga dari 14 serat dinonaktifkan. Saat diuji menggunakan cetakan 3D dengan bentuk yang sudah diketahui sebelumnya, tingkat kesalahan pengukuran berkisar antara 0,28 hingga 0,45 cm.
Selain membaca bentuk, serat optik tersebut juga bisa mendeteksi tekanan dari sentuhan. Kemampuan ini membuka peluang untuk memantau gerakan tubuh sekaligus mengenali interaksi fisik, meskipun untuk saat ini belum dapat mengukur besarnya gaya tekanan yang diberikan. Peneliti berharap teknologi ini nantinya membantu fisioterapis mengukur perkembangan pasien dengan lebih objektif.
Baca Juga: Akhirnya! Tesla Pertama Kali Pamer Mobil Terbang • Jagat Review
Namun, masih ada beberapa hal yang perlu diatasi sebelum teknologi ini siap digunakan secara luas. Serat yang dipakai saat ini memiliki ketebalan sekitar 1 mm, masih terlalu tebal untuk nyaman dipakai jangka panjang sehingga tim MIT berencana mengembangkan versi yang lebih tipis. Kain pintar sendiri bukanlah temuan yang baru, tapi riset teranyar ini memiliki tingkat akurasi yang lebih baik dari penelitian sebelumnya. Menurut kalian, teknologi ini bakal dimanfaatkan sebagai apa ya nantinya?













