Ikut Kontes Fotografi Mikroskopis Pakai AI, Nikon Cabut Gelar Pemenang
Sebuah karya yang sempat memenangkan kompetisi fotografi ilmiah Nikon akhirnya kehilangan gelar juara setelah keasliannya dipertanyakan. Masalahnya bukan sekadar penggunaan AI untuk mempercantik gambar, melainkan adanya kejanggalan pada struktur biologis yang ditampilkan dalam video tersebut.

Karya milik Dr. Ning Xu dari Tsinghua University, China, awalnya menjadi pemenang kompetisi Nikon Small World in Motion ke-16. Video tersebut menampilkan silia, struktur menyerupai rambut kecil di saluran pernapasan seorang anak dengan gangguan primary ciliary dyskinesia. Kompetisi ini ditujukan untuk karya video atau time-lapse yang direkam melalui mikroskop.
Foto Dicurigai Hasil AI
Sejumlah ilmuwan kemudian menemukan hal yang dianggap tidak wajar. Bentuk dan ukuran sel terlihat tidak konsisten, sementara beberapa struktur mikroskopis tampak muncul lalu menghilang secara tiba-tiba. Seorang mahasiswa doktoral di UT Southwestern Medical Center bahkan menemukan indikasi tanda air yang mengarah pada gambar buatan AI dalam materi sumber video tersebut.
Xu mengakui bahwa AI digunakan saat pascapemrosesan untuk membantu memperjelas struktur pada gambar mikroskopis beresolusi tinggi. Namun, ia membantah bahwa AI digunakan untuk menciptakan video, silia, atau pergerakannya. Ia juga berpendapat bahwa penggunaan tersebut tidak melanggar aturan kompetisi.
Baca Juga: Resmi Mengaspal, Ini Deretan Peningkatan DANZA New D9
Nikon Cabet Gelar Juara
Setelah melakukan penyelidikan, Nikon menyatakan bahwa karya Xu melanggar aturan kompetisi dan mencabut gelar juaranya. Posisi pertama kemudian diberikan kepada Nguyen Nam Nhat dari Vietnam, yang mengirimkan video cacing mikroskopis dan organisme bersel satu. Nikon juga berencana mengevaluasi kembali aturan serta prosedur penilaian untuk kompetisi mendatang.
Kasus ini memperlihatkan sebuah sisi gelap dari teknologi yang makin canggih. Ini bukan kali pertama kontes fotografi dimenangkan oleh hasil buatan AI. Dan ini juga jadi penanda kalau kecanggihan AI, semakin hari semakin mirip dengan asli, dan sulit untuk dikenali sebagai rekayasa. Lalu bagaimana kira-kira di tahun tahun mendatang?















