PHP2Shell: Celah PHP Berumur 20 Tahun Berhasil Ditemukan AI, Pemilik Website Waspada!
Dua celah keamanan kritis pada PHP membuat pengelola website di seluruh dunia harus bergerak cepat memasang update. Kerentanan bernama PHP2Shell ini memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh, sehingga berpotensi mengambil alih server yang terdampak. Masalahnya, celah tersebut berkaitan dengan kode PHP yang telah digunakan selama sekitar 20 tahun.
Celah Kritis Ditemukan dengan Bantuan AI
PHP merupakan kode pemograman yang digunakan oleh sekitar 70 persen website di internet, termasuk platform populer seperti WordPress, Wikipedia, dan Drupal. Dua kerentanan yang teridentifikasi dengan kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 memiliki tingkat keparahan hingga 9,2 dari skala 10. Versi PHP lama yang sudah tidak mendapat dukungan update jadi sangat rentan karena mungkin tidak lagi menerima patch keamanan.
Penemuan ini juga menarik karena melibatkan bantuan AI. Seorang peneliti keamanan dilaporkan menggunakan model GPT-5.6 Sol untuk mengidentifikasi kerentanan tersebut sebelum berpotensi dimanfaatkan lebih luas oleh peretas. Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa AI dapat membantu menemukan celah keamanan yang mungkin sulit dideteksi melalui pemeriksaan biasa.
Percobaan Serangan Sudah Terdeteksi
Ancaman PHP2Shell bukan sekadar kemungkinan di atas kertas. Amazon Threat Intelligence mendeteksi percobaan eksploitasi sejak 17 Oktober melalui sistem honeypot yang dirancang untuk memancing aktivitas peretas. Sementara itu, Cloudflare melaporkan lonjakan serangan dari ribuan percobaan menjadi ratusan ribu hanya dalam beberapa jam setelah celah tersebut diumumkan.
Baca Juga: Hacker Serang Kulkas Supermarket Di Prancis, Kerugian Hingga Rp6 Miliar! • Jagat Review
Sejumlah layanan, termasuk Internet Archive, sempat mengalami gangguan ketika pengelola melakukan penanganan keamanan. Beberapa game mobile lawas bahkan terpaksa ditutup permanen karena teknologinya sudah sulit diperbarui. Situasi ini memperlihatkan bahwa perangkat lunak lama yang tidak lagi dirawat bisa menjadi titik lemah serius.
Pengelola website disarankan segera memperbarui PHP ke versi yang telah ditambal dan memeriksa sistem yang masih rentan. Jika pembaruan belum memungkinkan, langkah mitigasi tambahan perlu diterapkan untuk mengurangi risiko eksploitasi bahkan disarankan untuk menonaktifkan sementara website. Untungnya, celah ini tidak akan berdampak langsung bagi pengguna umum.













