Review Special Force Beta: Mampukah Bertahan di Kerasnya Persaingan?

Reading time:
September 14, 2011

Khas Indonesia: Kopassus dan Bajaj!

Pada acara perilisannya, Dragonfly sebagai pihak publisher sudah menjelaskan bagaimana Special Force akan menjadikan ciri khas Indonesia sebagai salah satu nilai jual utama. Masa beta adalah kesempatan yang tepat untuk menjajal kesemuanya itu.

Special Force 31
Karakter Kopassus.

Skin karakter untuk anggota Kopassus sudah dapat dipilih sejak awal permainan. Dengan membawa nama  besar tentara elit Indonesia, Kopassus memang layak menjadi fitur yang dibanggakan. Desain kostum dan karakternya sendiri juga cukup menggambarkan ketangguhan pasukan khusus ini, tentu saja dengan dominasi warna hijau di dalamnya.

Jakarta 5
Map Jakarta.
Jakarta 9
"Bang, Sotonya 2 porsi!!"

Ciri khas Indonesia juga disertakan Dragonfly lewat map khusus yang didesain untuk Special Force Online Indonesia, yakni Jakarta. Setting yang mengambil sudut kota Jakarta ini memuat berbagai hal yang akan membuat Anda merasa, “Jakarta banget..”. Selain spanduk dan nama rumah makan yang terdengar familiar dengan kondisi Indonesia, map Jakarta juga menghadirkan berbagai bangunan khas Indonesia yang mudah dikenali. Bahkan Anda akan menemukan Bajaj di dalamnya.

Perkuat Karakter Lewat Kustomisasi

Special Force 12

Layaknya sebuah game MMOFPS konvensional saat ini, para gamer harus menggunakan sumber daya yang didapatkan dari setiap pertarungan, berupa poin, untuk membeli dan menghadirkan beragam variasi senjata lainnya. Senjata yang Anda beli akan menjadi senjata utama yang akan terus Anda gunakan dalam berbagai mode pertarungan selama kurun waktu tertentu. Jadi, harus lebih bijak memilih.

Selain senjata, Special Force juga menyediakan mode kustomisasi untuk pakaian yang dikenakan oleh karakter Anda. Walaupun equipment ini belum dirilis dalam versi betanya, namun tampaknya item-item ini akan berpengaruh signifikan dalam pertempuran, tidak hanya menjadi hiasan semata. Dari keterangan stat yang dihadirkan, kemungkinan besar kustomisasi pakaian ini akan membantu meningkatkan resistensi dan daya tahan pada bagian tertentu tubuh secara khusus.

Kesimpulan

Special Force 271

Sebagai pendatang baru, Special Force membutuhkan lebih dari sekadar keunikan untuk dapat bertahan melawan kompetitor seperti Counter Strike Online dan Point Blank yang harus diakui, menjadi raja game MMOFPS Indonesia saat ini. Belum ada kesan mendalam yang didapatkan ketika mencoba versi betanya. Bergerak seperti game FPS konvesional, game ini justru membuat gamer harus beradaptasi kembali, terutama karena gerakan karakternya yang terhitung lambat. Sistem recoil pada senjata menjadi poin plus yang harus diacungi jempol.

Beberapa masalah klasik seperti kasus lagging karena lemparan bom asap dalam jumlah masif harus menjadi fokus perhatian. Tidak jarang gamer menggunakan “celah” ini untuk keuntungan pribadi, membuat pertempuran kurang dapat dinikmati. Beragam senjata yang dapat dipilih dan ciri khas Indonesia yang dibawanya menjadi salah satu alasan mengapa Anda harus menjajal game ini. Setidaknya jika Anda membutuhkan sedikit tantangan dan suasana yang baru. Memainkan game seperit ini dalam mode Third Person Shooter juga menghasilkan pengalaman yang berbeda.

Kelebihan

  • Elemen khas Indonesia.
  • Sistem Recoil.
  • Sistem Third Person Shooter.
  • Kustomisasi Karakter.

Kekurangan

  • Visualisasi.
  • Bug dan Lagging.
  • Kurang Menggigit.
  • Beberapa tombol tidak bisa dikustomisasi.
Special Force 311
Masih harus beradaptasi kembali..
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Bodi Zyrex D-Tech Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material…
July 20, 2026 - 0

Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Polikarbonat Pilihan…
July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Bodi Dell Pro 14 Essential Form Factor Clamshell Material Polikarbonat…
July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Bodi Lenovo IdeaPad Pro 5a Form Factor Clamshell Material Aluminum…

Gaming

July 24, 2026 - 0

Philips Perkenalkan Monitor Gaming 4K QD-OLED 165 Hz

Philips meluncurkan monitor gaming Evnia 32M2N6901A dengan panel 4K QD-OLED…
July 24, 2026 - 0

Acer Predator Atlas 8 Ungkapkan Harga yang Sulit Dijangkau

Acer mengungkap harga Predator Atlas 8 mulai US$1.340 hingga hampir…
July 24, 2026 - 0

Valve Perbarui Wishlist & Gift Steam Menjadi Lebih Pintar

Valve memperbarui Steam dengan Wishlist yang lebih pintar serta sistem…
July 24, 2026 - 0

CEO SK Hynix Beri Peringatan, Krisis Memori Terburuk Diprediksi Terjadi di 2027

CEO SK Hynix memprediksi 2027 menjadi tahun terburuk bagi pasokan…