Panasonic Lumix GH3: Micro Four Thirds untuk Para Videografer

Reading time:
September 19, 2012

Panasonic memperkaya lini kamera micro four thirds mereka dengan kehadiran Lumix GH3. Seperti pendahulunya, Panasonic memasarkan GH3 sebagai ILC (interchangeable lens camera) yang mengunggulkan kemampuan rekam video.

Panasonic Lumix GH31

Sejumlah pengembangan telah disematkan, termasuk kemampuan rekam video Full HD 1080 dengan kecepatan 50fps dalam format AVCHD. Selain itu, para videografer diberi pilihan format rekam video lain, seperti MP4, .MOV, dan MPF. Untuk memastikan kejernihan hasil video, Panasonic menyertakan full-time AF tracking dan facial recognition yang bekerja dengan baik di layar sentuh OLED 3 inci beresolusi 614k dot.

Sebagai alternatif, para videografer dapat memanfaatkan viewfinder elektronik dengan tampilan OLED beresolusi 1.774k dot dalam proses rekam video maupun pengambilan foto. Untuk memastikan kualitas video dalam segala situasi, Panasonic menyertakan sync port untuk lampu strobe dan jack mikrofon dalam GH3.

Urusan pengambilan gambar tak bergerak, Panasonic menanamkan sensor Live MOS beresolusi 16,05 megapixel yang disandingkan dengan prosesor gambar Venus. ISO yang ditawarkan berada di rentang 200—12800 dan dapat dimaksimalkan hingga 25600. Kehadiran Light Speed AF memungkinkan pengguna untuk menghasilkan foto yang jernih walau objek bergerak dengan cepat. Kemampuan burst shooting yang ditawarkan pun mencapai 6fps dalam resolusi penuh dan dapat dimaksimalkan hingga 20fps dalam resolusi 4 megapixel.

Mengikuti arahan yang diambil sejumlah produsen kamera lain, Panasonic membenamkan fitur WiFi dalam Lumix GH3. Kehadiran fitur itu memungkinkan proses streaming foto dari kamera ke PC, serta mengontrol dan menggunakan viewfinder secara remote melalui perangkat mobile berbasis Android dan iOS. Dari segi penyimpanan data, Panasonic menghadirkan Lumix Cloud Sync Service untuk melakukan sharing dan backup foto.

Sayangnya, untuk saat ini belum ada informasi mengenai harga dan rencana peluncuran Panasonic Lumix GH3 ke pasar.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…
June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…

Gaming

June 25, 2026 - 0

Valve Dorong SteamOS Untuk Ubah PC Gaming Jadi Console

Valve memperluas SteamOS ke PC gaming dengan rangkul NVIDIA demi…
June 25, 2026 - 0

Valve Ungkap Alasan Tingginya Harga Steam Machine

Valve menjelaskan alasan Steam Machine dibanderol di atas $1000, menyoroti…
June 25, 2026 - 0

Unreal Engine 5.8 Siapkan Optimisasi Performa yang Besar

Epic Games sebutkan Unreal Engine 5.8 akan menjadi versi paling…
June 25, 2026 - 0

Rumor: PS6 Diklaim Akan Gunakan Frame Generation Berbasis AI

Bocoran terbaru menyebut PS6 akan mengandalkan AI, Super Resolution, dan…