Review Kingston HyperX Genesis 16GB DDR3-1600C9 Quad-Channel Kit

Reading time:
September 7, 2012
DSC00006s

Bagi calon pemakai platform X79, mencari 4 (empat) keping memori yang identik untuk menjalankan mode quad-channel memory demi mendapat ekstra bandwidth adalah tugas yang tidak mudah. Untungnya, banyak produsen memori yang kini menjual memorinya dalam kit of 4 untuk membantu para user platform X79 , seperti yang dilakukan oleh Kingston dengan HyperX Genesis DDR3-1600 16GB Kit.

Spesifikasi

Berikut spesifikasi Kingston HyperX Genesis DDR3-1600 16GB, sesuai dengan yang tertera pada website-nya :

  • Part Number : KHX1600C9D3K4/16GX
  • Specs : DDR3-1600Mhz, CL9, 1.65V, Unbuffered
  • XMP Profile : 1600Mhz, 9-9-9, 1.65V

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh, Kingston menyediakan datasheet yang bisa Anda unduh disini.

Gallery

DSC00002s

Berbeda dengan produsen lain yang biasanya mengemas RAM-nya dalam sebuah blister pack, Kingston mengemas RAM ini dalam box plastik yang kelihatan lebih ‘wah’. Label KHX1600C9D3K4/16GX terlihat jelas di bagian atasnya, seiring dengan spesifikasi singkat.

DSC00004s

Kingston HyperX Genesis ini merupakan satu kit yang terdiri dari 4 (empat) keping, dengan masing-masing kepingannya berkapasitas 4GB (4096MB). Semua modul memorinya dipasangi heatspreader berwarna biru khas Kingston.

DSC00007s DSC00013s

 

 

Test Setup

Testbeds

Berikut ini adalah setup sistem yang kami gunakan:

  • Prosesor : Intel Core i7-3930K @ 4000Mhz ( 40 x 100)
  • Motherboard : MSI Big Bang Xpower II, BIOS 1.3b5
  • Memori : Kingston KHX1600C9D3K4/16GX
  • Graphic Card : nVIDIA GeForce GTX 570 Reference (732/950)
  • Storage : Kingston HyperX 120GB SSD
  • Power Supply : Corsair HX 1050W
  • Heatsink : Intel RTS2011LC Liquid Cooling
  • Monitor : Chimei 24”, 1920×1080
  • OS : Windows 7 Ultimate 64-bit Sp1 Ultimate
  • Driver VGA : nVIDIA Forceware WHQL  301.42

Dalam semua pengujian RAM di JagatReview, kami mematikan semua fitur power saving pada CPU dan juga OS untuk menjaga hasil kami agar tetap konstan. Prosesor Core i7-3930K ditetapkan pada speed 4000Mhz , sehingga hasil kami tidak terlalu berbeda jauh dengan hasil user biasa yang menjalankan sistemnya pada keadaan default.

Sebagian besar voltage yang kami gunakan pada pengujian adalah voltage AUTO atau default, kecuali :

  • VCore (CPU Voltage): diset ke 1.250V, dengan Loadline Calibration Enabled
  • VccIO (CPU I/O Voltage) : AUTO/XMP atau diset ke 1.15V1.25V jika dibutuhkan
  • VccSA( CPU SA Voltage) : AUTO/XMP atau diset ke 1.2- 1.25V jika dibutuhkan
  • VDimm (DRAM Voltage) : Jika ada XMP, kami menggunakan VDimm dari XMP, jika tidak ada maka kami akan menggunakan voltage yang tertera pada spesifikasi produk.

Pada akhirnya, kami juga menyertakan performa RAM DDR3-1333 CL9-9-9-24 1T 4 x2GB (single rank) Quad channel sebagai baseline performance di platform X79 untuk perbandingan, karena sebagian besar user PC menggunakan konfigurasi tersebut pada keadaan default.

XMP (Xtreme Memory Profile)

Dulu, para user harus men-setting RAM mereka secara manual, dari mulai frekuensi kerja RAM, latency(timing), dan juga voltage. Namun, dengan makin berkembangnya teknologi, para produsen hardware membuat proses setting ini menjadi lebih mudah dengan memperkenalkan teknologi XMP (Xtreme Memory Profile). Dengan menggunakan platform dan memori yang mendukung XMP, user dapat menjalankan memori mereka dengan speed, timing dan voltage yang ditentukan produsen dengan hanya me-load XMP ini di BIOS motherboard yang digunakan.

Memori Kingston HyperX Genesis KHX1600C9D3K4/16GX dirating pada DDR3-1600Mhz pada CAS Latency 9 dengan tegangan 1.65V. Profil XMP lengkapnya bisa anda lihat dibawah ini :

XMP Summary
*klik untuk memperbesar*

Bagi Anda yang terbiasa melihat RAM kit high-end, pemberian tegangan VDimm 1.65V pada sebuah memori yang ‘hanya’ berjalan di DDR3-1600C9 memang terlihat agak berlebihan. Hal lain yang cukup unik, memori ini bisa tetap menjalankan seluruh rangkaian pengujian dengan voltase hanya 1.5V.

Lingkup Pengujian

Menguji perangkat memori melibatkan cukup banyak variabel, mulai dari frekuensi, timing, kompatibilitas, dan lain sebagainya. Maka dari itu, fokus dari semua pengujian memori yang dilakukan oleh JagatReview adalah ‘out-of-the-box performance & stability’. Jadi ruang lingkup pengujian memori yang kami lakukan terbatas pada :

1) Performa  XMP dari memori yang disertakan produsen pada berbagai aplikasi (sintetik dan real-life)

2) Kestabilan Memori saat profil XMP dimuat

Pengujian overclockability pada setiap modul memori yang kami terima bisa dianggap sebagai BONUS, bukan pengujian utama, sebab modul memori yang sama dan dijual dalam satu paket sekalipun bisa memiliki overclockability dan/atau profil timing yanga berbeda. Perlu diingat juga bahwa overclockability dari sebuah modul memori tidak hanya ditentukan oleh kapabilitas modul memori nya saja, dan kadang bergantung pada:

– Kualitas IMC (Integrated memory controller) yang ada pada suatu CPU tertentu, yang kadang berbeda

– Kompatibilitas suatu memori terhadap tipe Motherboard tertentu

Jadi, tingkat overclocking yang kami dapat pada setiap pengujian kami bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda dapatkan, karena variabel-variabel yang kami sebut diatas.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 13, 2026 - 0

Sony Beri Dana Kepada Lebih Dari 120 Proyek Game Indie

Dukungan Sony terhadap pengembangan game indie kembali diperlihatkan, dengan dukung…
May 13, 2026 - 0

Kantor Pusat Nintendo Kembali Jadi Target Ancaman Bom

Nintendo kembali menerima ancaman bom di kantor pusat Kyoto, dan…
May 13, 2026 - 0

Katsuhiro Harada Dirikan Studio Game Baru Bersama SNK

Katsuhiro Harada yang dikenal sebagai bapak dari seri Tekken baru…
May 13, 2026 - 0

Rumor: Assassin’s Creed Hexe Diklaim Akan Bawa Kembali Ezio Auditore

Rumor seputar Assassin's Creed Hexe semakin menggila dengan munculnya klaim…