Nokia Hadirkan Prototype Solar Charger DC-40

Author
Cerira
Reading time:
October 14, 2012

Nokia telah beberapa kali menyatakan akan membuat program potensi charger yang ditenagai dengan cahaya matahari. Namun, baru kali ini Nokia akhirnya mendapat ‘formula’ terbaiknya dan kini menghadirkannya dalam charger portable dengan tenaga matahari, DC-40. Lapisan pengisian baterai menggunakan panel film tipis photovoltaic dengan berat 93 gram dan kabel sepanjang 3 meter untuk menghubungkan ponsel melalui plug Nokia standar ukuran 2 mm.

nokia dc 40 solar charger

Charger berkapasitas 1000 mAh ini bisa diisi cukup dengan ‘menjemurnysa’ di bawah sinar matahari dan bisa diisi penuh dalam waktu kurang dari 4 jam jika di bawah sinar matahari langsung, atau beberapa jam lebih lama jika diletakkan di dalam ruangan dan cahaya matahari terhalang jendela. Untuk pengisian selama 1 menit, Nokia mengklaim charger ini bisa digunakan untuk mengisi daya ponsel sehingga cukup untuk berbicara selama 2 menit.

Menurut Bruce Howe, General Manager Nokia untuk Afrika Timur, ada beberapa manfaat dari solusi yang ditawarkan oleh Nokia lewat charger dengan tenaga matahari tersebut, seperti kemampuannya melayani konsumen yang jauh dari ketersediaan listrik, atau bagi mereka yang memerlukan pengisian baterai cepat saat dalam perjalanan. Namun manfaat yang terbesar dari hadirnya charger ini tentu saja adalah penghematan biaya karena bisa memanfaatkan sumber tenaga alami dari matahari. Nokia sangat bangga dengan program yang sedang dijalankan ini yang bisa meminimalisir penggunaan tenaga listrik. Charger ini juga menjadi solusi yang sangat ramah lingkungan karena bebas emisi CO2.

Salah satu strategi baru yang dihadirkan Nokia adalah ‘Connect the Next Billion’ yang dijalankan di negara-negara berkembang. Untuk memenuhi strategi tersebut, Nokia bekerja keras menghadirkan berbagai aksi, piranti dan aksesoris yang mampu mendukung kesuksesan strategi tersebut. Charger ini sendiri akan diuji coba di negara Nigeria dan Kenya sebagai bagian dari pilot programnya dimana Nokia ingin melihat apakah produk ini bisa tetap bekerja dengan baik di situasi dunia yang sebenarnya dan di negara dimana ‘Next Billion’ tinggal.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…