SAP Paparkan Pentingnya IT untuk Bisnis Keluarga di Asia Tenggara

Reading time:
October 7, 2013

Dalam beberapa waktu belakangan ini, Eropa masih berjuang dengan krisis dan Amerika Serikat tengah menghadapi ketidakpastian dalam pertumbuhannya. Sementara itu, Asia rupanya mulai menunjukkan pertumbuhan ekonomi dengan negara Cina dan India sebagai kunci kekuatan untuk kawasan Asia. Salah satu hal yang menunjang pertumbuhan ekonomi dari kedua negara tersebut adalah tingginya tingkat bisnis yang dibangun lewat keluarga. Di Indonesia sendiri, 90 persen perusahaan yang terdaftar adalah bisnis milik keluarga.

Adaire Fox-Martin; Senior Vice President Industry, Value and Solutions untuk SAP Asia Pacific Japan
Adaire Fox-Martin; Senior Vice President Industry, Value and Solutions untuk SAP Asia Pacific Japan

Tingkat pertumbuhan bisnis keluarga ini rupanya cukup mengejutkan. Dalam penelitian milik The Credit Suisee, antara tahun 2000 hingga 2010 menunjukkan bahwa pertumbuhannya meningkat enam kali lipat dalam total kapitalisasi pasar bisnis keluarga di Asia. Walau bisnis keluarga terlihat cukup menjanjikan, tidak semua perusahaan bisnis keluarga ini dapat bertahan hingga generasi ketiga. Data statistik mengenai bisnis keluarga menunjukkan bahwa hanya sepertiga dari bisnis tersebut yang mampu bertahan serta bertransisi ke generasi kedua dengan hanya 10 persen yang masih hidup dan bertransisi ke generasi ketiga. Kemajuan perusahaan serta bisnis mendorong beberapa perusahaan akhirnya harus menanggung kompleksitas yang akan hadir, di mana akhirnya kompleksitas ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi bisnis keluarga untuk mau melakukan inovasi dan mengembangkan bakat. Sayangnya, tidak semua bisnis keluarga memiliki kemauan dalam tumbuh dan berkembang karena terlalu fokus dengan produktivitas dan efisiensi.

Untuk sebuah bisnis keluarga bisa tumbuh dan berkembang, fundamental yang kuat adalah kuncinya. Lingkungan pasar baru, terutama di Asia Tenggara, menyeret banyak konglomerat keluarga untuk berubah dan beradaptasi bisnis mereka dalam rangka untuk mencapai kinerja kelas dunia  untuk bertahan hidup. Sebagaimana usaha mereka terdiversifikasi, sebagian besar secara geografis, begitu juga kebutuhan mereka pada teknologi terutama IT. Bisnis keluarga harus mengakui serta merangkul IT sebagai elemen kunci dari keberhasilan mereka, bukan dengan tujuan untuk mendapatkan solusi teknologi, melainkan untuk mengimplementasikannya agar mampu memberikan keuntungan bisnis dengan cara terbaik.

Suraj Pai; Vice President Platform Solutions untuk SAP South East Asia
Suraj Pai; Vice President Platform Solutions untuk SAP South East Asia

Bisnis keluarga di Asia Tenggara semakin tumbuh, semakin tinggi pula keperluan mereka akan beradaptasi serta mulai mengadopsi berbagai kunci dan elemen penting yang mampu mendukung pertumbuhan bisnis mereka. Selain itu, mereka harus mempersiapkan perubahan yang ada dengan membangun dasar yang tepat dan IT sebagai enabler mendasar. Ketika banyak bisnis keluarga yang mulai berjatuhan, mereka yang mampu mengakui serta mengadopsi teknologi terutama IT dipercaya akan lebih mampu bertahan. Bisnis keluarga lebih terjamin ketika mereka mau mengakui IT sebagai aspek yang memungkinkan untuk mengembangkan strategi bisnis mereka.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Ini dia Laptop tipis dan ringan terbaru dengan prosesor “AMD…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Ini adalah Laptop High Performance terbaru dari Acer, yang tak…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…

Gaming

March 2, 2026 - 0

Bloodborne Remake Sempat Diusulkan Bluepoint Games Sebelum Studio Ditutup

Ternyata Bluepoint Games sempat usulkan untuk buat Bloodborne Remake sebelum…
March 2, 2026 - 0

Resident Evil Requiem Raih User Score Tertinggi di Metacritic

Resident Evil Requiem berhasil meraih user score tertinggi di platform…
March 2, 2026 - 0

Rumor: Starfield Diklaim Akan Rilis di PS5 Pada Awal April 2026

Kabar mengenai rilisnya Starfield di PS5 kembali merebak, dengan klaim…
March 2, 2026 - 0

Nintendo Direct Indie World Showcase Kembali Hadir di Maret ini

Nintendo Direct akhirnya kembali tampilkan jajaran game indie yang akan…