Hands-On Review ViewSonic PJD7820HD: Proyektor Full HD 3000 Lumens Murah

Reading time:
December 15, 2013

Konsumsi Daya dan Suhu Operasi

Setelah puas mencoba menggunakan proyektor PJD7820HD dari Viewsonic ini selama beberapa waktu, kami melanjutkan pengujian dengan melihat konsumsi daya dan suhu operasi dari proyektor ini. Untuk mengukur konsumsi daya dari perangkat ini, kami menggunakan bantuan sebuah digital multimeter seperti yang biasa digunakan dalam pengujian berbagai periferal komputer di lab. kami. Berikut ini adalah hasil rata-rata pembacaan multimeter kami terhadap proyektor PJD7820HD.

  • Idle (standar): 240 Watt
  • Idle (eco): 175 Watt
  • Proyeksi (standar): 250 Watt
  • Proyeksi (eco): 180 Watt
  • Proyeksi (Dynamic Eco Mode): 80 Watt

Terlihat bahwa dalam kondisi idle, dalam artian proyektor tidak terhubung ke perangkat apapun dan hanya menampilkan layar idle, proyektor ini ternyata tetap mengkonsumsi daya yang cukup besar, hanya berbeda sedikit dari ketika proyektor ini menampilkan proyeksi dari perangkat input. Untungnya, untuk pengguna yang cukup sensitif akan konsumsi daya listrik, proyektor ini memiliki mode Dynamic Eco yang dapat menekan konsumsi daya dengan sedikit pengorbanan pada kualitas tampilan.

Mode lampu standar.
Mode lampu standar.
Mode lampu Eco.
Mode lampu Eco.

Sedangkan untuk suhu operasi, kami mencoba melakukan pengukuran suhu operasi perangkat dengan meletakkan probe dari digital thermometer di lubang exhaust dari proyektor ini. Kami sengaja membiarkan proyektor beroperasi terlebih dahulu kurang lebih selama 15 menit di suhu ruangan standar untuk mendapatkan temperatur kerja dari proyektor tersebut. Hasilnya, kami mendapatkan catatan suhu operasi perangkat ini berkisar antara 51° C hingga 55° C.

Kesimpulan

Proyektor dari Viewsonic yang satu ini walaupun disebut sehagai proyektor untuk kebutuhan SOHO ternyata mampu membuktikan diri cocok untuk digunakan dalam berbagai situasi, termasuk sebagai proyektor multimedia. Dukungan untuk resolusi Full HD menjadi salah satu daya tarik proyektor ini, mengingat konten Full HD kini semakin menjamur. Sayangnya, kami masih belum menemukan harga proyektor ini di beberapa toko online terkemuka di Indonesia, sehingga kami mencoba mengambil patokan harga langsung dari situs resmi Viewsonic. Situs resmi perusahaan tersebut menyatakan bahwa perangkat ini dijual di harga kisaran US$ 789. Harga tersebut tentu saja membuat proyektor ini menjadi salah satu proyektor Full HD termurah yang ada di pasaran. Semoga saja ketika proyektor ini hadir di Indonesia, harga di pasar lokal tidak akan jauh berbeda dengan harga tersebut.

SONY DSC

Kemampuan proyektor ini dalam memproyeksikan berbagai konten dengan baik tentu saja menjadi nilai positif tersendiri. Ketika digunakan untuk menampilkan presentasi, dokumen, gambar, film, dan game, proyektor ini mampu melakukannya dengan baik di berbagai kondisi pencahayaan ruangan standar, mulai dari gelap hingga terang. Tersedianya profil yang bisa diatur secara manual oleh pengguna juga membuatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dengan mudah.

Sayangnya, bila Anda juga ingin mengandalkan proyektor yang satu ini untuk output konten audio, misalnya ketika memutar film atau memainkan game, Anda mungkin akan sedikit kecewa dengan kualitas speaker internal yang ada. Kualitas suara dari speaker yang ada mungkin tidaklah terlalu buruk. Namun, volume suara yang dihasilkannya menurut kami terlalu kecil dan akan cukup sulit didengar dengan jelas karena kalah bersaing dengan suara kipas dari perangkat. Walaupun begitu, hal itu cukup bisa dimaklumi mengingat fungsi utama dari perangkat ini memang bukanlah sebagai perangkat output audio, tetapi lebih ke perangkat output tampilan.

Kelebihan:

  • Full HD 1080p
  • Harga cukup terjangkau untuk proyektor yang mendukung penuh resolusi Full HD
  • Kualitas tampilan hasil proyeksi baik di berbagai kondisi pencahayaan ruangan

Kekurangan:

  • Sistem audio kurang baik
  • Konsumsi daya idle yang hanya sedikit lebih rendah dari ketika digunakan secara penuh
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

February 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA): Laptop Tipis-Ringan Kelas Atas dengan AMD Ryzen AI 400

Bodi ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406GA) Form Factor Clamshell Material…
February 6, 2026 - 0

Review Acer Nitro V 16S AI: Gaming Kenceng, Nyari Duit Kenceng, Harga Lebih Terjangkau!

Bodi Acer Nitro V 16S AI Form Factor Clamshell Material…
February 5, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook P3 Setelah 100 Hari: Tetap “Gres” Seperti Baru?

Laptop Bisnis ini tidak rusak meskipun diinjak, disiram, ataupun dijatuhkan.…
January 28, 2026 - 0

Review HP OMEN 16 (AP0999AX): Super Kencang Tapi Tetap Adem! Cocok Jadi Alternatif OMEN MAX?

Bodi HP OMEN 16 (AP0999AX) Form Factor Clamshell atau laptop…

Gaming

March 2, 2026 - 0

Bloodborne Remake Sempat Diusulkan Bluepoint Games Sebelum Studio Ditutup

Ternyata Bluepoint Games sempat usulkan untuk buat Bloodborne Remake sebelum…
March 2, 2026 - 0

Resident Evil Requiem Raih User Score Tertinggi di Metacritic

Resident Evil Requiem berhasil meraih user score tertinggi di platform…
March 2, 2026 - 0

Rumor: Starfield Diklaim Akan Rilis di PS5 Pada Awal April 2026

Kabar mengenai rilisnya Starfield di PS5 kembali merebak, dengan klaim…
March 2, 2026 - 0

Nintendo Direct Indie World Showcase Kembali Hadir di Maret ini

Nintendo Direct akhirnya kembali tampilkan jajaran game indie yang akan…