Untuk Pertama Kalinya Pendapatan Kuartal Samsung Turun
Untuk pertama kali dalam dua tahun terakhir, laba bersih per kuartal yang diperoleh Samsung Electronics mengalami penurunan dibanding kuartal sebelumnya. Ini seolah menjadi pembuktian dari kekhawatiran para analis sebelumnya bahwa bisnis Samsung akan menemui titik jenuh, yakni perlambatan pertumbuhan di bisnis smartphone-nya.

Vendor smartphone seri Galaxy itu melaporkan, laba bersihnya untuk periode Oktober – Desember pada 2013 lalu telah menurun 11 persen dari kuartal sebelumnya menjadi US$ 6,8 miliar. Padahal dalam dua tahun sebelumnya, perusahaan terus menerus menikmati pertumbuhan pasar smartphone-nya dari kuartal ke kuartal berikutnya.
Menanggap turunnya keuntungan tersebut, pihak Samsung justru menyalahkan nilai tukar mata uang Korea Selatan, Won, yang menguat. Dalam hal ini, harga mata uang asing bila ditukarkan ke Won menjadi lebih murah. Sehingga, margin keuntungan yang diperoleh Samsung pun bakal ikut berkurang. Seperti diketahui, Samsung lebih banyak memfokuskan pasarnya ke luar negeri.
Selain itu, biaya pemasaran yang cukup tinggi guna mempromosikan perangkat seri-Galaxy dan banyak pengeluarkan bonus khusus bagi karyawan juga ikut andil menurunkan pendapatan Samsung. Terlebih pada kuartal keempat, yang mendekati masa musim belanja liburan Natal dan Tahun Baru, Samsung bertaruh cukup besar dalam hal biaya pemasarannya.
Penurunan pendapatan ini juga berasal dari perlemahan bisnis panel layar dan TV Samsung. “Akan sulit bagi perusahaan untuk meningkatkan laba selama kuartal pertama tahun ini karena kemungkinan, bisnis panel display dan bisnis TV akan melemah,” ungkap Robert Yi, kepala hubungan investor Samsung, dilansir dari Times of India.














