Startup Jepang Bikin Drone Murah dari Kardus

Author
Irham
Reading time:
May 5, 2026

Perang beberapa tahun terakhir pelan-pelan mengubah cara militer melihat drone. Bukan lagi soal siapa yang punya teknologi paling mahal, tapi siapa yang bisa menyebar unit dalam jumlah besar dengan cepat. Dari sini mulai terlihat kalau drone murah bisa punya dampak yang tidak kalah besar.

Jepang ikut masuk ke tren ini lewat startup Air Kamuy yang memilih bahan tidak biasa, yaitu dari kardus. Dari situ lahir AirKamuy 150, drone fixed-wing yang konsepnya mengingatkan pada Shahed dari Iran dan Lucas dari Amerika Serikat yang sudah lebih dulu digunakan di konflik nyata.

Drone kardus

AirKamuy 150 mencoba menekan biaya sejauh mungkin tanpa benar-benar mengorbankan fungsi. Satu unitnya diperkirakan hanya sekitar 3.000 dolar, sementara Lucas bisa jauh lebih mahal. Di saat yang sama, performanya masih cukup masuk akal untuk kebutuhan tertentu.

Drone Kardus Bisa Dirakit Hanya 5 Menit

Yang langsung mencuri perhatian justru cara produksinya. Drone ini bisa dirakit hanya dalam waktu sekitar lima menit tanpa fasilitas khusus. Selama ada bahan dan desainnya, produksinya bisa dilakukan dengan cepat di banyak tempat.

Desainnya juga dibuat praktis untuk kebutuhan lapangan. Bodinya bisa dilipat rata sehingga lebih mudah dibawa dan disimpan. Dalam kondisi tertentu, efisiensi seperti ini bisa sangat terasa dampaknya.

Sejauh ini Air Kamuy masih memposisikan produknya untuk latihan dan penggunaan sipil. Contohnya untuk pengiriman barang atau kebutuhan darurat. Namun ketertarikan dari kementerian pertahanan Jepang mulai memberi sinyal penggunaan yang lebih serius.

Baca Juga: Film Yang Dihasilkan Oleh AI Tidak Boleh Terima Penghargaan Oscar • Jagat Review

Untuk misi sekali jalan, material mahal memang tidak terlalu dibutuhkan. Drone jenis ini memang dirancang untuk habis pakai setelah digunakan. Dalam konteks itu, karton justru jadi pilihan yang masuk akal.

Tetap ada batasan yang tidak bisa dihindari. AirKamuy 150 hanya punya waktu terbang sekitar 80 menit karena menggunakan tenaga listrik. Dibanding drone berbahan bakar, jangkauannya jelas lebih terbatas.

Di sisi lain, perkembangan AI mulai mengubah cara drone digunakan. Sekelompok drone bisa bergerak bersama dalam pola swarm dengan koordinasi minim campur tangan manusia. Uji coba terbaru menunjukkan skenario seperti ini semakin realistis.

Kalau biaya produksi terus ditekan dan jumlah unit bisa ditingkatkan, tekanan ke sistem pertahanan udara akan ikut berubah. Serangan dalam jumlah besar bisa jadi jauh lebih sulit ditangani. Menurut kalian, apakah inovasi drone kardus ini menarik, atau justru terdengar makin menyeramkan?

Sumber

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 11, 2026 - 0

ASUS Luncurkan Mini PC RTX Spark, Bisa Main Game AAA Dengan Daya Hemat

ASUS luncurkan mini PC berbasis RTX Spark, ProArt GR1X, yang…
October 11, 2026 - 0

Atari Kembali Rilis 800XL Home Computer Klasiknya Dengan Upgrade Modern

Atari kembali membawa Home Computer klasiknya, 800XL, membawa upgrade modern,…
October 11, 2026 - 0

Sony Menjual Paten Terkait Teknologi VR Mereka ke Meta

Sony resmi menjual paten terkait VR mereka ke Meta, dikhawatirkan…
October 11, 2026 - 0

Razer Kembali Hadirkan Lini Mouse Gaming Ikoniknya via Basilisk V4

Razer kembali berikan update baru untuk lini mouse gaming ergonomis…