Unboxing & Uji OC Singkat: Intel Core i7-4790K “Devil’s Canyon” versi Retail

Reading time:
July 19, 2014

*semua pengujian dilakukan oleh Richard ‘slythz’ Sutanto*

Memilih Prosesor

4790K_12s

Saat ini, JagatReview OC Team memiliki 3(tiga) prosesor Core i7-4790K dengan nomor batch sama, yakni L418C209. Kami mencari prosesor terbaik dari ketiga prosesor tersebut dengan cara cepat, yakni:

  1. Setting Prosesor ke 2 Core / 2 Thread (disable semua Core sisanya)
  2. Set kecepatan CPU ke 4.6 Ghz, Ring ke 4.4Ghz(default)
  3. Set VCore ke 1.25V, voltase lainnya AUTO
  4. Kecepatan dan Timing RAM AUTO
  5. Semua power saving (C1E, EIST) disable
  6. Pada OS, tingkatkan kecepatan CPU melalui utility MSI Command Center Lite sampai maksimal hingga sistem tersebut crash pada benchmark Super Pi 1M

Dari ketiga prosesor yang memiliki batch sama tersebut, kami mendapat hasil yang berbeda:

  • Prosesor #1 (S/N xx0952): 4.8 Ghz ( 4.9 Ghz Crash)
  • Prosesor #2 (S/N xx1056): 5 Ghz (kadang-kadang masih crash, namun masih bisa menjalankan Pi 1M)
  • Prosesor #3 (S/N xx1167): 4.9 Ghz ( 5Ghz langsung crash)

Kami memilih prosesor terbaik kami (#2) untuk menjalankan pengujian selanjutnya. Oh ya, seperti yang kami utarakan di halaman sebelumnya, semua pengujian kami kali ini dilakukan pada HSF Noctua NH-U14S (link review-nya dapat ditemukan disini).

DSC07386
Noctua NH-U14S, HSF pilihan kami untuk menguji Core i7-4790K

 

 

Pengujian overclocking kami dibagi menjadi beberapa skenario terpisah, berikut ini hasil pengujiannya:

Skenario 1: Penggunaan daily 24/7 pada 1.2V

Skenario yang pertama, kami mencoba mencari kestabilan maksimal dengan hanya menggunakan VCore 1.2V. Dengan tegangan seperti ini, prosesor kami bisa menjalankan software pengujian kestabilan LinX 0.6.4 selama hampir 15 menit pada 4.6 Ghz.

4790K_SS_01
*klik untuk memperbesar*

Pada setting VCore 1.2V, Core i7-4790K kami menemui kestabilan maksimalnya pada 4.6Ghz. Kecepatan 4.7Ghz akan membuat sistem kami crash setelah beberapa lama. Ini berarti pencapaian overclocking dari Core i7-4790K tidak terlalu jauh berbeda dengan apa yang kami dapatkan dari Core i7-4770K kami. Memang, kebanyakan Core i7-4770K kami hanya bisa berjalan di clock 4.5 Ghz di 1.2V, dan hanya sekitar 3 dari 10 prosesor yang bisa menjalankan LinX pada 4.6Ghz @ 1.2V, namun ini berarti pencapaian Devil’s Canyon tidak berbeda dari Core i7-4770K yang bagus.

Suhu maksimum saat LinX di 4.6Ghz 1.2V tercatat pada 71-72 C. Sebagai perbandingan, Suhu Core i7-4770K kami yang menjalani LinX di setting yang sama ada di 73-74 C. Ini berarti pada VCore yang rendah seperti 1.2V, perbaikan TIM(thermal interface material) pada Devil’s Canyon 4790K belum terlalu terasa. Mungkin manfaat TIM yang diperbaiki ini baru terasa saat kami menggunakan VCore besar seperti 1.3 – 1.35V.

 

Skenario 2: Competitive Multi-threaded Benchmarking pada 1.35V

Beberapa pengguna yang sudah merogoh kocek cukup dalam untuk membeli prosesor dengan overclockability baik seperti 4790K biasanya tertarik untuk ‘balapan’ adu skor benchmark. Untuk itu, kami menguji kemampuan prosesor ini menangani beberapa benchmark multi-threaded yang sering dilombakan di kompetisi overclocking, yakni Cinebench R11.5, dan Intel XTU Benchmark. Tegangan CPU yang kita gunakan adalah 1.35V.

Berikut ini hasilnya:

*klik untuk memperbesar*

Intel XTU Benchmark – 1222 Marks – 4.8Ghz @ 1.35V

4790K_SS_04
*Catatan: Disini XTU salah mendeteksi kecepatan maksimal CPU(dideteksi pada 4.9Ghz), Clock CPU aslinya diset pada 4.8Ghz*

 

Cinebench R11.5 – 10.57 Points – 4.8 Ghz @ 1.35V

4790K_SS_05s

Dengan setting VCore 1.35V, 4790K kami bisa melewati pengujian Cinebench R11.5 dan Intel XTU benchmark pada clock 4.8Ghz. Disini, clock 4.8Ghz bukan sesuatu yang spesial, karena kami juga pernah memiliki Core i7-4770K yang bisa mencapai clock serupa dengan setting sama, hanya saja suhu operasi Core i7-4790K terlihat jauh lebih rendah. Kebanyakan Core i7-4770K kami bisa menggunakan clock 4.8Ghz pada Cinebench R11.5 namun suhu maksimalnya akan tembus 83-84 C-an(pada pendingin dan setting sama). Sedangkan 4790K kami bertahan pada 75-76 C. Deteksi suhu pada benchmark XTU menunjukkan hal serupa, jarang ada Core i7-4770K yang bisa menjalankan XTU di 4.8Ghz 1.35V tanpa menyentuh suhu 90C-an lebih, sedangkan 4790K kami bertahan pada 87 C.

Suhu yang lebih rendah ini membuat core i7-4790K lebih mudah diajak ‘berlari’ dan juga membuat kita bisa mengaplikasikan VCore sekitar 1.3V- 1.325Van untuk penggunaan harian selama kita memiliki pendingin yang mumpuni.

 

Skenario 3: Single-Threaded benchmark & Suicide Clock di 1.4V

Pengujian kami yang terakhir adalah pencapaian clock Maksimal (a.k.a ‘suicide clock‘), dan juga menjalankan benchmark single-threaded ringan seperti Super PI 32M, pada pengujian ini kami menggunakan VCore yang agak tinggi, yakni 1.4V.

SuperPi 32M – 5Ghz – 1.4V

screen000_2ss

Pada VCore 1.4V, prosesor kami bisa menjalankan benchmark single-threaded SuperPI 32M pada clock 5 Ghz (Semua Core dan Hyper-Threading masih aktif) Sekali lagi, pencapaian ini bukan hasil yang istimewa. Kami sudah pernah melihat ada Core i7-4770K yang bisa menjalankan SuperPI 32M 5 Ghz pada VCore yang sama atau bahkan lebih rendah. Catatan: skor SuperPI 32M diatas tidak terlalu optimal karena dijalankan di OS Windows 7, dan juga dijalankan di memori yang tidak terlalu kencang (hanya DDR3-2400CL9).

 

Untuk melakukan pengujian clock maksimal, kami melakukan beberapa setting di BIOS, seperti:

  1. Setting Prosesor ke 1 Core / 1 Thread (disable semua Core sisanya)
  2. Set kecepatan CPU ke 4.8 Ghz, Ring ke 4.4Ghz(default)
  3. Set VCore ke 1.4V, voltase lainnya AUTO
  4. Kecepatan dan Timing RAM AUTO
  5. Pada OS, tingkatkan kecepatan CPU melalui utility MSI Command Center Lite sampai maksimal(sebelum crash)

Dan inilah hasilnya:

Suicide Clock – 5200 Mhz – 1.4V

4790K_SS_03

Prosesor Core i7-4790K kami mencapai batas maksimalnya di 5200 Mhz menggunakan VCore 1.4V. Tidak terlalu buruk, namun juga belum terlalu jauh meninggalkan Core i7-4770K. (Sebagai perbandingan, Core i7-4770K kami yang terbaik bisa mencapai clock yang sama pada 1.4V)

Halaman berikutnya: Kesimpulan

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

Bodi ASUS ExpertBook Ultra (2026) Form Factor Clamshell Material Bodi…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Bodi Form Factor Clamshell atau Laptop Klasik Material Metal untuk…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Bodi Acer Predator Helios 16 AI Nah untuk desain, ini…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Bodi ASUS ROG Strix G16 (G615) Form Factor Clamshell atau…

Gaming

May 12, 2026 - 0

Founder Guerilla Games Kembangkan Pesaing Unreal Engine, Bernama Immense Engine

Co-founder Guerrilla Games kembangkan Immense Engine, game engine asal Eropa…
May 12, 2026 - 0

Kantor Electronic Arts Akan “Diserang” Gamer Guna Tolak Proses Akuisisi

Gamer menyiapkan aksi protes di kantor Electronic Arts guna menolak…
May 12, 2026 - 0

Saham Nintendo Anjlok 10% Pasca Laporan Keuangan Terbarunya

Saham Nintendo alami penurunan hingga 10% setelah proyeksi penjualan Switch…
May 12, 2026 - 0

Forza Horizon 6 Diduga Bocor Full Game di Steam Sampai Bisa Dimainkan

Forza Horizon 6 dikabarkan alami kebocoran besar setelah full game…