Mesa, Inovasi Sistem Penyimpanan Data Terbaru Google

Author
Cerira
Reading time:
August 13, 2014

Sebagai perusahaan raksasa yang sangat erat berkaitan dengan data, tidak heran jika Google senantiasa berinovasi dengan sistem penyimpanan data miliknya. Demi layanan yang memuaskan dan tentu saja untuk keamanan data yang disimpan, Google kembali membuat penemuan baru di bidang sistem data-warehousing dan menyebut sistem ini dengan nama Mesa.

google store

Mesa sudah dikembangkan para ilmuwan Google selama beberapa tahun belakangan ini. Sistem penyimpanan data ini sangat kompleks dan powerful dalam hal penyimpanan data, khususnya yang ditujukan untuk bisnis utama Google, iklan internet. Untuk melayani para pelanggan iklan dan kebutuhan internal, Google mengumpulkan informasi yang mendetail tentang iklan khusus dimana iklan tersebut harus direkam dan diproses datanya secara real time.

Menurut keterangan yang disertakan disebutkan bahwa sistem Mesa bisa menangani data tersebut dalam skala raksasa dan mengambil data secara real time. Mesa mampu menangani jumlah data hingga kapasitas petabytes, memroses jutaan baris update perdetik dan melayani milyaran permintaan yang mencapai triliunan baris tiap harinya. Selain itu disebutkan juga bahwa Mesa merupakan datacenter anti gagal dan menjadikannya sebagai ‘geo-replicated’ di antara banyak datacenter.

Melihat fungsi dan keunggulan tersebut, Mesa sangat mungkin akan menjadi pemimpin dalam layanan awan yang baru yang tersedia dalam Google Cloud Platform. Ini tentunya bisa membantu perusahaan tersebut untuk bisa membuat perbedaan dalam perang layanan berbasis awan saat ini, terutama dengan kompetitor semacam Amazon Web Services yang memiliki layanan penyimpanan data yang disebut Redshift, juga Microsoft Azure yang diklaim bisa menurunkan harga layanan penyimpanan awan dan juga sering merilis berbagai layanan berbasis awan seperti juga yang dilakukan oleh Google.

Mesa disebut mampu mengeksplorasi titik-titik baru dalam ruang desain dengan skalabilitas tinggi, konsistensi yang kuat dan jaminan transaksional dengan membatasi sistem sehingga hanya tersedia untuk sekumpulan update yang terkontrol yang diproses secara real time. Mesa mungkin akan sangat cocok digunakan untuk penyebaran di seluruh datacenter di seluruh dunia. Disebutkan juga bahwa paradigma cloud computing dalam hubungannya dengan arsitektur desentralisasi telah terbukti sangat bermanfaat untuk skala dengan pertumbuhan akan data dan permintaan beban.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…