US Army Kembangkan Drone Pengintai Berukuran Mini

Author
Cerira
Reading time:
August 4, 2014

Drone atau pesawat tanpa awak kian populer. Sebelumnya, piranti ini lebih dikenal di kalangan militer karena sering digunakan sebagai pesawat pengintai untuk memantau kondisi di daerah rawan, yaitu di area peperangan. Namun dalam perkembangannya, drone juga banyak digunakan di bidang lain, semisal sebagai alat pemantau cuaca, pemantau lalu lintas dan landmark, termasuk sebagai sarana pemancar internet.

original

Namun pihak US Army ternyata masih tertarik untuk mengembangkan drone sebagai alat pengintai. Dalam salah satu laporan terbaru, saat ini para peneliti Natick Soldier Research, Development and Engineering Center di Massachussetts, AS,  tengah mengembangkan drone pengintai, namun dibuat dalam ukuran yang mungil.

Drone tersebut dibuat melalui program Cargo Pocket Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (CP-ISR)yang bertujuan untuk mengembangkan sensor mobile yang bisa menghadirkan video pengintaian secara live kepada para tentara terhadap wilayah ancaman dalam lingkungan operasional darurat mereka.

Drone pengintai atau drone mata-mata CP-ISR ini dibuat untuk meningkatkan kewaspadaan situasional bagi para tentara dengan menghadirkan video pengintaian secara real-time sehingga bisa membantu para tentara tersebut untuk mendapatkan ide yang lebih baik pada lingkungan sekitar mereka.

Salah satu drone CP-ISR yang bernama Prox Dynamics’ PD-100 Black Hornet kini sudah dirilis. Drone ini mirip sebuah pesawat mainan dengan berat hanya 16 gram. Model ini mampu terbang selama 20 menit dan dari tiga kamera yang dibenamkan pada body-nya dan bisa menghadirkan tinjauan pemandangan digital dari wilayah sekelilingnya secara real time. Drone ini dikendalikan dari jarak jauh dibantu dengan navigasi GPS. Ukurannya yang sangat mungil membuat drone ini secara virtual sulit terdeteksi oleh target yang mungkin sedang dalam pengawasan.

Dalam pernyataannya, pihak US Army menjelaskan bahwa selama ini ada sistem yang lebih besar yang digunakan untuk menghadirkan kemampuan ISR di atas bukit saat berada di medan perang. Selain itu, tidak ada di antara sistem pengintai lain yang bisa menghadirkan secara langsung ke level squad yang memungkinkan para tentara memiliki kemampuan lebih untuk melihat keadaan sekelilingnya atau juga masuk ke dalam ruangan lain selama misi pertempuran. Apalagi saat para tentara dan unit kecil perlu mengawasi ancaman di sebuah desa atau dalam medan kanopi yang tebal — hal yang sulit dilakukan oleh ISR tradisional menembus ke dalam– maka CP-ISR ini diluncurkan untuk menghadirkan kemampuan tersebut.

Dengan ukuran, berat, dan kemampuan mengumpulkan gambar yang dimiliki oleh sistem drone CP-ISR ini, tentu menjanjikan kemajuan yang bisa memenuhi persyaratan dalam pengembangkan kemampuan ISR yang organik dan memenuhi level squad. Namun pihak US Army menyatakan bahwa masih banyak yang harus dikerjakan untuk memperbaiki sistem ini. Beberapa upaya tengah dikerjakan untuk mengembangkan tiga aspek berbeda dari teknologinya untuk memastikan bahwa sistem ini siap digunakan oleh para tentara dan unit kecil.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 6, 2026 - 0

GPU NVIDIA Pascal Dukung Gaming di Windows XP 32-bit Berkat Modder

Modder menghadirkan dukungan untuk GPU NVIDIA Pascal di Windows XP…
October 6, 2026 - 0

SCSkiller Menjadi Solusi Gratis Untuk Atasi Shader Stutter Ketika Gaming

SCSKiller menjadi tool alternatif gratis yang menarik untuk mengurangi shader…
October 6, 2026 - 0

Jerman Punya Tarif Listrik Khusus Gamer Dengan PC High-End

Jerman meluncurkan tarif listrik meinGAMING untuk rumah tangga yang menggunakan…
October 6, 2026 - 0

Capcom Siapkan RE Engine Berbasis AI untuk Percepat Pengembangan Game

Capcom mengembangkan REX untuk membawa AI ke RE Engine dan…