Karena Nokia, Samsung Tolak Bayar Lisensi ke Microsoft
Microsoft terancam kehilangan pemasukan hingga US$ 1 miliar! Samsung, salah satu raksasa elektronik dunia, dikabarkan menolak untuk membayar biaya lisensi penggunaan paten milik Microsoft karena akuisisi Nokia oleh raksasa software tersebut. Akuisisi Nokia dianggap Samsung membuat Microsoft kini menjadi kompetitor langsung mereka.

Pihak Samsung menyebutkan bahwa akuisisi Nokia secara otomatis membatalkan kesepakatan yang pernah dijalin oleh Samsung dan Microsoft pada tahun 2011 lalu. Oleh karena itu, mereka tidak mau membayar biaya penggunaan paten yang dimiliki pihak Microsoft. Walaupun begitu, di pihak lain, Microsoft menyebut bahwa klaim dari Samsung tersebut tidak berdasar dan mereka tetap berupaya menagih pembayaran beserta dengan denda US$ 6.9 juta.
Kasus ini dikabarkan telah masuk ke meja pengadilan New York karena kedua belah pihak saling mempertahankan pendapatnya masing-masing. Pihak Microsoft sendiri menganggap bahwa mereka memiliki dasar yang kuat atas tagihan tersebut dan yakin bahwa mereka akan mendapatkan US$ 1 miliar yang menjadi haknya tersebut. Sementara pihak Samsung masih yakin bahwa pengadilan akan memenangkan mereka terkait aspek antitrust yang ada dalam perjanjian tersebut.
Samsung sendiri, seperti produsen perangkat Android lain, selama ini harus membayar sejumlah uang ke Microsoft untuk lisensi penggunaan beberapa paten. Microsoft sempat memberikan diskon kepada Samsung terkait biaya lisensi tersebut karena mereka pernah mengembangkan perangkat dengan Windows Phone, yang berarti pihak Samsung memberikan beberapa hal yang cukup berguna dalam pengembangan sistem operasi mobile tersebut ke pihak Microsoft. Kini, dengan dianggapnya Microsoft sebagai saingan oleh Samsung, tampaknya pihak Samsung benar-benar akan memberikan perlawanan seperti yang mereka lakukan beberapa waktu lalu dengan Apple.











