Baterai Laptop Bekas Bisa Terangi Daerah Kumuh

Author
Ozal
Reading time:
December 27, 2014

Baterai laptop yang sudah tidak bisa lagi dipakai diketahui bisa digunakan untuk kepentingan sumber energi listrik alternatif. Salah satunya menerangi rumah di daerah pemukiman kumuh dan pedesaan.

ibm 2

Sebuah penelitian yang dilakukan IBM menemukan, baterai bekas yang kemudian dibuang pengguna laptop, ternyata memiliki daya sebesar 70 persen yang mampu menghidupkan sebuah lampu LED lebih dari empat sehari selama setahun.

Peneliti mengatakan, menggunakan baterai bekas laptop jauh lebih murah daripada opsi daya yang ada, misalnya menggunakan generator, “menarik kabel” dari tiang listrik secara ilegal, atau energi cahaya matahari. Pedagang kaki lima yang biasa berjualan malam hari atau keluarga miskin yang tinggal di pemukiman kumuh, tentu akan terbantu oleh metode ini.

Tim IBM menciptakan perangkat berbentuk kotak yang mereka sebut sebagai UrJar. Perangkat menggunakan sel lithium-ion dari baterai bekas laptop, lalu dihubungkan ke power DC hemat energi. Kotak tersebut memiliki tiga output yang sudah diatur penggunaannya, untuk menghidupkan kipas angin, lampu, dan perangkat mobile.

ibm

Penelitian ini sudah diujicobakan di salah satu daerah kumuh di India, Bangalore pada tahun ini. Peneliti menargetkan, metode ini bisa membantu sekitar 400 juta orang di India yang belum mendapatkan listrik secara optimal. Peneliti juga memperkirakan, biaya pembuatan UrJar hanya 600 rupee per unit atau setara Rp 110.000 dan bisa bertahan selama setahun.

Hal ini juga ikut membantu menangani masalah limbah elektrik atau e-waste yang kini tengah dihadapi sejumlah negara yang konsumennya gemar gonta-ganti laptop, salah satunya Amerika Serikat. Tiap hari di AS, terdapat 142.000 laptop bekas dibuang, kata IBM. Dalam setahun, bisa mencapai 50 juta unit laptop.

Mereka menyimpulkan, seperti dikutip dari BBC, “UrJar memiliki potensi menyalurkan limbah elektrik ke pengentasan kemiskinan energi, sehingga secara bersamaan memberikan solusi berkelanjutan untuk kedua masalah itu,”

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…
June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…
June 24, 2026 - 0

Review Lenovo Legion Pro 7i FIFA World Cup Edition: Laptop Gaming Kolaborasi Spesial Piala Dunia!

Ini adalah laptop gaming limited edition dari Lenovo, yang kolaborasi…

Gaming

July 3, 2026 - 0

Inisiatif Stop Killing Games Digagalkan Parlemen Amerika

RUU Protect Our Games Act yang dimulai oleh inisiatif Stop…
July 3, 2026 - 0

GTA 6 Diprediksi Tak Bisa Berjalan 60 FPS di PS5 Pro & Xbox Series X

GTA 6 diprediksi hanya dapat berjalan di 30 FPS pada…
July 3, 2026 - 0

Nintendo Dikabarkan Siapkan Switch 2 dengan Layar LCD Baru

Nintendo dikabarkan tengah menyiapkan Switch 2 dengan panel LCD baru…
July 3, 2026 - 0

Xbox Tegaskan Tak Kurangi Investasi Game Meski Lakukan PHK Massal

Xbox menegaskan investasi untuk pengembangan game tidak berkurang meski perusahaan…