Review Noctua NH-D15: Mewah, Hening, Dingin
Hasil Pengujian

Skenario 1: Core i7-5960X @ Default Turbo (3.5Ghz , 1.1V VCore)

Pada keadaan default turbo(3.5Ghz), sebuah watercooling compact dengan radiator 120mm seperti Intel RTS2011 LC dapat menahan suhu Core i7-5960X di suhu 52 C-an, dan suhu tertingginya ada pada 58.6C. Noctua NH-D15 mengungguli watercooling ini dengan margin 2 C, baik pada suhu average load maupun suhu peak.
Skenario 2: Core i7-5960X @ 4 Ghz (4 Ghz, 1.25V VCore)

Di clock 4 Ghz dan VCore 1.25V, prosesor 8-core 5960X mulai memberikan thermal load yang besar kepada pendinginnnya. Perbedaan antara watercooling Intel RTS2011 LC dan NH-D15 melebar menjadi 3.8 C di average load, dan hampir 5 C di suhu peak, dengan keunggulan pada NH-D15. Yang menarik, Noctua NH-D15 bisa mengungguli NH-D14, dengan perbedaan 1.9 C pada suhu load, dan sekitar 4 C di suhu peak.
Skenario 3: Low-noise Adapter(L.N.A) Test

Noctua NH-D15 sudah terbukti memiliki performa yang mumpuni pada saat berjalan dengan kecepatan penuh, namun bagaimana saat kita turunkan kecepatan fan-nya dari 1500 RPM ke 1200 RPM? Mari simak di bawah ini:

Dengan kecepatan fan turun ke 1200 RPM, kipas NF-A15 PWM yang digunakan menjadi cukup sunyi, bahkan suara case fan yang terdapat di casing Carbide 400R kami masih jauh lebih bising. Untuk menikmati kesunyian tersebut, anda harus merelakan performa pendinginan pada NH-D15 turun sedikit, dan suhu prosesor meningkat hampir 5 C.
Perlu diperhatikan, prosesor yang kami uji masih dalam keadaan di-overclock ke 4 Ghz, dan suhu NH-D15 saat low-noise adapter digunakan kurang lebih sama dengan sebuah Watercooling AIO(all-in-one) 120mm yang kipasnya berjalan pada kecepatan penuh. Not bad!















