Review Paper Towns: Petualangan Remaja Tentang Cinta dan Jati Diri

Author
Irham
Reading time:
August 23, 2015
poster

Sejak umur sembilan tahun hingga remaja, Quentin  telah jatuh cinta dengan anak gadis tetangga bernama Margo Roth Spiegelman. Wanita yang punya kesan misterius ini memang selalu menarik perhatian anak lelaki sehingga membuatnya begitu populer di sekolah.

Margo bukanlah anak yang populer karena prestasi yang dimilikinya. Bahkan dia terbilang anak gadis yang bengal. Sering kali ia melarikan diri dari rumahnya dan melakukan vandalisme di lingkungan sekitar. Tapi ini tak membuat Quentin memiliki pandangan buruk padanya.

Margo memiliki kekasih bernama Jase, yang diketahui telah berselingkuh darinya dengan sahabat baik Margo bernama Becca. Margo sakit hari, lalu  pada sebuah malam ia menyelinap ke kamar Quentin dan meminta bantuan padanya. Margo ingin membalas dendam pada Jase yang telah menyakiti hatinya.

1

Setelah rencana balas dendam berlangsung sukses Margo mengajak Quentin ke atap sebuah gedung bernama Suntrust Center. Keduanya menikmati panorama kota Orlando yang menjadi pemukiman mereka. Margo menyampaikan hal yang sulit dimengerti oleh Quentin. Margo menyebut bahwa apa yang mereka lihat hanyalah sebuah ‘Paper Town’ dan semua orang-orang di dalamnya adalah oarang-orang kertas. Maksud Margo yaitu tentang banyaknya kepalsuan yang dilakukan orang-orang dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Setelah sebuah malam yang mengejutkan, tiba-tiba keesokan harinya Margo menghilang. Sudah lebih dari tiga hari Margo tak pernah masuk sekolah, dan Quentin pun mencari-carinya. Hingga kepolisian pun menanyakan hal kepada Quentin karena ia menjadi orang terakhir yang ditemui Margo sebelum menghilang. Orang tua Margo tak mencari kemana Margo menghilang, karena mereka yakin bahwa Margo kali ini pasti melarikan diri lagi. Ini bukan kali pertama Margo menghilang.

Quentin merasa kehilangan atas kepergian Margo. Namun ia menemukan sebuah petunjuk dari jendela kamar Margo, dan yakin bahwa ini adalah pesan dari Margo tentang kepergiannya. Quentin pun menelusuri clue-clue yang di tinggalkan Margo, dan bersama rekan-rekannya ia pun akhirnya berpertualang mencari keberadaan Margo.

 

Petualangan Akhir Remaja Dikemas Dengan Teka Teki

 

PAPER TOWNSDiangkat dari novel best seller karya John Green setelah ‘The Fault in Our Stars’, Paper Town tampaknya  menjadi garapan drama young-adult yang sukses di tahun ini. Paper Towns adalah sebuah film yang akan membawa kita kembali ke masa akhir remaja, dengan kisah persahabatan dan percintaan. Segala sesuatu yang misterius menjadi hal yang menyenangkan dan membuat kita penasaran. Walau terkadang semua menjadi begitu liar, tapi banyak hal yang akhirnya mengajarkan kita menjadi lebih baik.

Ide cerita dari Paper Town memang menawarkan sesuatu yang lebih fresh jika dibandingkan film novel dari Green sebelumnya. Berbeda dengan ‘The Fault in Our Stars’ yang seolah mengajak penonton bersedih, petualangan Q mencari Margo hingga menuju Paper Town membuat penonton merasa ikut dalam perjalanan seru yang menyenangkan. Penggarapan film yang tak banyak terekspos ini juga sepertinya lebih berhasil membawa emosi penonton saat menyaksikan film dan tak larut dalam kebosanan.

3

Paper Town tak hanya menyuguhkan drama percintaan remaja, tapi juga tentang persahabatan. Seolah membuat kita menyadari bahwa ego di masa remaja memang telah bertindak banyak dalam kita membuat keputusan. Quentin, Marcus dan Ben adalah sebuah gambaran remaja yang selalu ingin mencoba hal-hal yang baru disekitar mereka. Tak sedikit hal-hal yang lucu dan menarik jadi cerita dalam kisah pertemanan mereka.

Yang cukup seru adalah saat Quentin dan rekan-rekannya mencoba memecahkan clue yang ditinggalkan Margo yang tiba-tiba menghilang. Tak begitu rumit tapi cukup membuat kita ikut menduga-duga apa isi pesan yang ditinggalkan oleh Margo. Dan grup persahabatan kecil ini pun berubah menjadi sebuah grup detektif demi mencari keberadaan Margo.

Para aktor yang dipilih sepertinya sudah sangat sesuai untuk memerankan setiap karakter dalam film ini.  Remaja-remaja polos diperankan oleh para aktor yang usianya sesuai, Nat Wolffs, Austin Abrams dan Justice Smith tak perlu susah-susah menjiwai semua karakter yang mereka mainkan. Semuanya terasa begitu natural. Sedangkan Margo yang diperankan oleh Cara Delevigne, walau menjadi karakter yang dominan dalam cerita, sebenarnya tidak tampil banyak dalam adegan. Hanya di bagian awal dan akhir cerita.

4

Di sisi lain Paper Towns juga memperlihatkan bagaiamana perkembangan remaja di era modern saat ini. Makna Paper Towns yang berarti kota palsu yang sengaja diletakan oleh pembuat peta untuk menandakan hak cipta, disederhanakan oleh Margo menjadi sebuah kota yang dipenuhi oleh orang-orang yang penuh kepura-puraan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ini menggambarkan hal lain bagi penonton, bahwa gadis seperti Margo hanyalah korban dari kurangnya perhatian orang tua dan orang-orang di sekitarnya.

Hingga di bagian akhir film, melalui sudut pandang Quentin kita akan disuguhkan dilema tentang kesimpulan dari perjalanan yang ditempuhnya demi mencari Margo. Berakhir dengan narasi dari pemikiran Quentin yang seolah ikut bergumam dalam pemikiran penonton. Ini lebih dari sekedar pencarian cinta, melainkan pencarian jati diri para remaja yang beranjak dewasa.

Video:

Tanggal Rilis: 22 Agustus 2015 (Indonesia-Midnight)

Durasi: 109 Menit

Sutradara: Jake Schreir

Genre: Drama, Romance, Mystery

Pemain: Nat Wolff, Cara Delevingne, Halston Sage, Austin Abrams, Justice Smith & Jaz Sinclair

Studio: 20 Century Fox

 

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 23, 2026 - 0

Review Axioo Hype Ai 5 (G3): Kencang & Irit dgn Intel Core Series 3 Wildcat Lake, Harga Terjangkau!

Ini salah satu laptop “Core 5 Series 3” paling terjangkau…
October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…

Gaming

October 24, 2026 - 0

GameSir Hadirkan Controller G7 Pro 8K PC Edisi Phantom Blade Zero

GameSir hadirkan controller tematik G7 Pro 8K Phantom Blade Zero…
October 24, 2026 - 0

Jailbreak Switch 2 Diklaim Telah Ditemukan Dengan Keterbatasan Besar

Nintendo Switch 2 diklaim telah berhasil di-jailbreak lewat eksploitasi ns2jb,…
October 24, 2026 - 0

Kreator Morgue Shift Bagikan Pengalaman Buat Game di Roblox Novel Games

Dava Wardana menceritakan inspirasi Morgue Shift, dan peran Roblox Novel…
October 24, 2026 - 0

Mchose R9 Tawarkan Headphone Gaming Ringan Dengan AI Noise Cancelling Mic

MCHOSE R9 hadirkan headset wireless gaming yang begitu ringan, dengan…