Apakah AI Bisa Mengingat Percakapan? Ini Penjelasannya
Apakah AI bisa mengingat percakapan? Banyak pengguna merasa Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), seperti ChatGPT, bisa mengingat percakapan sebelumnya. Sebagai gambaran yang mungkin kalian rasakan juga, AI tampak bisa tetap memahami pembicaraan dari beberapa pesan sebelumnya.
Teknologi seperti Natural Language Processing (NLP) membantu AI memahami dan memproses bahasa manusia. Lebih lanjut, kalian bisa membaca artikel Jenis-Jenis AI yang sudah kami bahas sebelumnya.
Bahkan, pada layanan tertentu, AI bisa mengingat informasi dari percakapan yang sudah berlalu. Namun, apakah AI benar-benar bisa mengingat percakapan?
AI Bisa Mengingat Percakapan dalam Satu Chat atau Thread

Saat kita “mengobrol” dalam satu percakapan, AI dapat menggunakan pesan-pesan sebelumnya sebagai konteks untuk menghasilkan jawaban berikutnya. Contoh sederhananya, kita menyebut nama sebuah produk di awal percakapan, lalu beberapa pesan kemudian bertanya, “bagaimana dengan baterainya?” tanpa menyebutkan nama produk tersebut. AI bisa memahami bahwa kita sedang membicarakan produk yang disebutkan di awal tadi.
Hal serupa juga bisa kita lihat pada mesin pencarian modern. Ketika kita melakukan pencarian lanjutan dalam sebuah percakapan, sistem dapat menggunakan konteks dari pertanyaan sebelumnya sehingga kita tidak selalu perlu mengulang informasi yang sama.
Intinya, bukan berarti AI memiliki ingatan seperti manusia. Informasi yang kita bicarakan masih tersedia sebagai bagian dari konteks percakapan yang dapat digunakan AI untuk menghasilkan respons berikutnya. Jadi, konteks belum tentu sama dengan ingatan.
Baca Juga: Apakah AI Bisa Belajar Sendiri? Ini Penjelasannya
Lalu, Bagaimana dengan Percakapan Lama?

Nah, ini berbeda dari “konteks” yang dijelaskan di poin sebelumnya. Beberapa layanan AI sekarang memiliki fitur memori yang memungkinkan informasi tertentu dari percakapan sebelumnya digunakan kembali. Fitur memori pada AI memang memungkinkan informasi tertentu dari percakapan sebelumnya digunakan kembali. OpenAI menjelaskan bahwa Memory pada ChatGPT dapat membantu mengingat informasi berguna dari percakapan untuk membuat respons berikutnya lebih personal dan relevan.
Misalnya, AI dapat mengingat preferensi pengguna atau informasi yang pernah diberikan sebelumnya. Dengan begitu, pengguna tidak selalu perlu menjelaskan informasi yang sama setiap kali memulai percakapan baru.
Meski begitu, tidak semua AI memiliki fitur seperti ini. Ketersediaan fitur memori juga dapat berbeda-beda, tergantung layanan, paket yang digunakan, dan pengaturan pengguna.
Selain itu, cara kerja memori dan jenis informasi yang dapat disimpan juga berbeda-beda pada setiap layanan. Jadi, ketika sebuah AI bisa menggunakan informasi dari percakapan lama, belum tentu cara kerjanya sama dengan AI lainnya.
AI Tidak Mengingat Seperti Manusia

Cara AI “mengingat” informasi sebenarnya berbeda dengan cara manusia mengingat sesuatu. Manusia mendapatkan pengalaman terlebih dahulu. Misalnya, ketika seseorang belajar mengendarai sepeda, ia tidak hanya mendapatkan informasi tentang cara mengendarai sepeda. Ia juga melihat, mencoba, merasakan keseimbangan tubuh, mengalami kesalahan, dan kemudian mengingat pengalaman tersebut.
Ingatan manusia juga berkaitan dengan berbagai hal lain, seperti emosi, lingkungan, dan pengalaman pribadi. Karena itu, ketika seseorang mengingat sebuah kejadian, yang muncul bukan hanya informasi mengenai kejadian tersebut, tetapi juga pengalaman yang pernah dirasakan.
AI tidak mengalami proses seperti itu. Ketika AI menggunakan informasi dari percakapan sebelumnya, AI tidak sedang “menghidupkan kembali” pengalaman yang pernah dialaminya. AI hanya menggunakan informasi yang tersedia untuk menghasilkan respons.
Misalnya, kalian sebelumnya mengatakan kepada AI bahwa kalian lebih suka menggunakan tablet dengan layar besar. Ketika pada percakapan berikutnya AI menggunakan informasi tersebut untuk memberikan rekomendasi, bukan berarti AI memiliki pengalaman pribadi tentang percakapan tersebut. Sistem hanya menggunakan informasi yang sebelumnya telah tersedia dan disimpan sebagai bagian dari fitur memori.
Jadi, AI memang bisa menggunakan kembali informasi dari percakapan sebelumnya, tetapi bukan berarti AI mengingat dengan cara yang sama seperti manusia. AI tidak memiliki pengalaman pribadi yang menyertai informasi tersebut.
Sederhananya, manusia mengalami sesuatu lalu mengingatnya, sedangkan AI menggunakan informasi yang tersedia untuk merespons.
Baca Juga: Apakah AI Bisa Menggantikan Guru? Ini Penjelasannya
Kenapa Kadang AI Seperti Lupa?

Kalau AI bisa menggunakan informasi dari percakapan sebelumnya, kenapa kadang AI terlihat seperti lupa? Salah satu alasannya adalah konteks percakapan memiliki batas. Semakin panjang sebuah chat atau thread, semakin banyak pula informasi yang harus diproses. Jika percakapan sudah sangat panjang dan berisi banyak informasi, AI bisa saja tidak menggunakan informasi tertentu ketika menghasilkan respons.
Selain itu, tidak semua informasi dari percakapan otomatis disimpan sebagai memori. Pada layanan AI tertentu, pengguna bahkan dapat meminta sistem untuk menyimpan informasi tertentu agar dapat digunakan kembali pada percakapan berikutnya.
Namun, fitur memori tersebut juga berbeda-beda, tergantung layanan, pengaturan pengguna, dan fitur yang tersedia. Ada informasi yang hanya digunakan sebagai konteks dalam satu percakapan, sementara informasi lainnya mungkin dapat disimpan sebagai memori.
Jadi, ketika AI terlihat “lupa”, bukan berarti AI seperti manusia yang tiba-tiba lupa terhadap sebuah kejadian. Bisa saja informasi tersebut memang tidak tersedia dalam konteks atau tidak disimpan sebagai memori yang dapat digunakan kembali.
Kesimpulan
Jadi, apakah AI bisa mengingat percakapan? Bisa, tetapi tidak sama seperti manusia mengingat. AI dapat menggunakan konteks dari percakapan yang sedang berlangsung dan, pada layanan tertentu, menggunakan memori dari percakapan sebelumnya.
Namun, AI tidak memiliki pengalaman pribadi seperti manusia. Informasi yang digunakan AI berasal dari konteks atau memori yang tersedia untuk menghasilkan respons. Karena itu, AI bisa saja terlihat mengingat sesuatu, tetapi juga dapat terlihat “lupa” ketika informasi tersebut tidak tersedia atau tidak disimpan sebagai memori.











