Intel Umumkan “Kacamata VR”: Project Alloy

Reading time:
August 17, 2016
DSCF9713

Kita semua sudah tahu mengenai VR (virtual reality) pada smartphone. Sejak Google memperkenalkan Cardboard, sudah banyak pengguna smartphone yang bisa menikmati pengalaman VR dengan bermodalkan smartphone Android. Kemudian proyek VR yang terhubung ke PC pun marak diperkenalkan. Oculus dan HTC Vive menjadi buah bibir karena kecanggihannya. Seiring dengan kedua tethered VR glasses tersebut, Samsung pun kembali memperkenalkan GearVR yang menawarkan kenyamanan VR tanpa harus terhubung dengan kabel.

Masalah dengan VR masa kini

Sayangnya, solusi VR dengan menggunakan smartphone dan solusi VR yang menggunakan PC sama-sama memiliki masalah tersendiri. Dengan smartphone, performa komputasinya terbatas (meski GearVR cukup menjanjikan). Sementara, Oculus mengharuskan penggunaan PC yang super kencang. Kedua solusi ini sama-sama tidak bisa merespon terhadap pergerakan posisi tubuh manusia. Jadi, Anda hanya bisa menggunakannya di atas kursi atau berdiri dan berputar-putar dengan poros badan saja. HTC Vive hadir dengan solusi sensor tambahan yang harus dipasangkan di sudut-sudut ruangan. Ini membuat penggunanya dapat bergerak di dalam ruangan dan gerakan tersebut terdeteksi sebagai pergerakan di dalam dunia virtual juga. Masalahnya, pengguna masih terbatas dala ruang tertentu dan masih susah berinteraksi dengan dunia nyata (terbatas dalam dunia VR saja). Masalah-masalah ini yang hendak dituntaskan oleh Intel dengan solusi terkininya.

DSCF9715 20160816_123957 20160816_123950 20160816_123942 20160816_123913

Perkenalkan: Project Alloy

Project Alloy bukan sekadar kacamata VR seperti Oculus dan HTC Vive. Project Alloy ini adalah penggabungan antara konsep VR dengan smartphone dengan performa yang lebih baik dan mengijinkan pengendalian perpindahan posisi di dalam ruang virtual. Selain itu, Project Alloy juga mengijinkan interaksi dengan dunia nyata. Bagaimana caranya?

  1. Gabungkan prosesor Intel Core ke dalam “kacamata VR”. Ya, Project Alloy ini lebih tepat disebut sebagai kacamata VR dengan HMD (Head Mounted Device). Jadi, sisi komputernya ada di dalam kacamata VR itu sendiri dan dilengkapi dengan baterai untuk penggunaan tanpa terhubung dengan kabel.
  2. Gunakan sensor dan kamera khas Intel, Intel Realsense. Dengan menggunakan Intel realsense, Project Alloy dapat “melihat” kondisi keadaan di luar kacamata VR. Perpindahan posisi tubuh akan terdeteksi sebagai pergerakan. Pergerakan ini dipakai sebagai simulasi gerakan di dalam ruang VR. Jadi, tidak perlu menggunakan sensor eksternal. Project Alloy dapat mengetahui posisi tubuh dengan mudah.
  3. Manfaatkan Realsense dengan lebih intensif. Dengan menggunakan Intel Realsense juga, Project Alloy dapat mengenali benda di sekitarnya dan bahkan mendeteksi tubuh orang lain, wajah orang lain, serta yang paling penting adalah tangan kita sendiri. Jadi, tidak perlu pengendali khusus, cukup angkat tangan Anda, Realsense akan mengenalinya dan menggunakan representasi tangan secara virtual untuk berinteraksi di dalam dunia VR. Bahkan, saat ada teman mendekat, kita pun masih bisa melihatnya, meski dalam bentuk pencitraan computer.

 

Terbuka untuk semua (Open)

Project Alloy sementara ini masih menggunakan prosesor Intel 6th gen (skylake). Akan tetapi, menurut pihak Intel, akan segera hadir project Alloy dengan prosesor generasi berikutnya. Saat ini, Intel belum menjual Project Alloy. Untuk mengakselerasi ekosistem berbasis project Alloy, Intel berencana untuk membuka kesempatan memproduksi Alloy hardware dan API-nya. Jadi, produsen selain Intel dapat membuat perangkat berbasis Project Alloy dan para pengembang software dapat membuat aplikasi untuk Project Alloy dengan mudah. Rencananya, Intel akan membuka project ini ke para produsen dan developer di tahun 2017.

20160816_123859
Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 11, 2026 - 0

Razer Kembali Hadirkan Lini Mouse Gaming Ikoniknya via Basilisk V4

Razer kembali berikan update baru untuk lini mouse gaming ergonomis…
October 11, 2026 - 0

Corsair Luncurkan Headset Wireless High-End HS80 V2 Max

Corsair lengkapi lini headphone gaming high-end mereka dengan HS80 v2…
October 10, 2026 - 0

Zenless Zone Zero 3.3 Hadirkan Phoenix, Severian & Pertarungan Mech Baru

Zenless Zone Zero Version 3.3 akan hadirkan Agent S-Rank Phoenix…
October 10, 2026 - 0

Microsoft Pastikan Dukungan Gaming Sejak Rilis di RTX Spark

Microsoft menjanjikan ratusan game untuk NVIDIA RTX Spark akan tersedia…