SK hynix: Kelangkaan Memori Tahun 2027 Bakal Jadi yang Terparah
Kelangkaan memori sepertinya bakal terus berlanjut, bahkan yang terjadi saat ini belum mencapai puncaknya. SK hynix bahkan memperingatkan bahwa 2027 berpotensi menjadi tahun paling sulit bagi industri memori dari sisi pasokan.
CEO SK hynix, Kwak Noh-jung, mengatakan permintaan memori masih akan jauh melampaui kapasitas produksi perusahaan. Kondisi itu diperkirakan tidak hanya terjadi pada 2027, tetapi bisa terus berlanjut hingga setelah 2030.
Penyebab utamanya adalah permintaan High Bandwidth Memory (HBM) yang terus melonjak. Jenis memori ini digunakan pada AI accelerator untuk melatih dan menjalankan model AI berukuran besar.

Berbeda dengan DDR5 yang digunakan pada PC, produksi HBM jauh lebih rumit. Selain membutuhkan teknologi packaging yang lebih canggih, HBM juga memakai kapasitas wafer lebih besar sehingga produsen harus mengalihkan sebagian produksi dari memori konvensional.
SK hynix dan Micron pun mulai mengamankan produksi melalui kontrak pasokan jangka panjang atau Long-Term Agreement (LTA). Kontrak ini memastikan pasokan untuk pelanggan tertentu selama beberapa tahun sekaligus memberikan batas harga minimum dan maksimum.
Baca Juga: Samsung Siapkan Chip AI, Bidik Komputer hingga Robot Pintar
Pasar Memori Mulai Melambat
Meski begitu, ada sedikit tanda bahwa pasar mulai melambat. Menurut TrendForce, harga kontrak DRAM pada kuartal ketiga 2026 diperkirakan naik sekitar 15% hingga 18% dibanding kuartal sebelumnya. Angka tersebut masih tinggi, tetapi lebih rendah dibanding lonjakan yang terjadi dalam beberapa kuartal terakhir.
SK hynix menilai pasar memori mulai menuju kondisi yang lebih stabil. Namun stabil yang dimaksud bukan berarti harga kembali murah, melainkan tetap berada di level yang jauh lebih tinggi dibanding beberapa tahun lalu.
Di sisi lain, prediksi ini juga perlu disikapi dengan hati-hati. Industri AI berkembang sangat cepat dan arah investasi bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga kondisi pasar memori beberapa tahun ke depan masih sangat bergantung pada perkembangan kebutuhan komputasi AI.













