Review Lights Out: Tetap Dalam Cahaya !

Author
Irham
Reading time:
August 14, 2016

Beberapa film horor akhir-akhir ini di dominasi oleh karya-karya James Wan, mulai dari Insidious, Conjuring, hingga Annabelle. Sebagai sutradara maupun produser, film-film yang punya campur tangan James Wan selalu sukses mendebarkan jantung penonton.

Dan satu lagi film horror terbaru yang diproduseri oleh James Wan, yaitu Lights Out. Lights Out dikembangkan menjadi film layar lebar dari sebuah film pendek berdurasi kurang dari 3 menit, karya sutradara David F Sandberg. Membuat jantung copot dengan lampu yang bolak-balik nyala dan mati, walau hanya dengan hitungan menit, Sanberg kini menyajikannya dalam waktu yang lebih lama yaitu dengan durasi 81 menit.

Tapi pastinya Sandberg telah menyiapkan lebih dari sekedar hal mengagetkan dengan hantu yang muncul dalam dalam. Lights Out telah dikembangkan dengan cerita yang lebih kompleks, punya latar belakang yang bikin penasaran serta konflik dan ending yang tak terduga. Seperti yang telah disaksikan pada trailer sebelumnya, adegan dibuka dengan seorang wanita yang melihat sesosok bayangan saat ia mematikan lampu di dalam gudang. Berulang kali ia menyalakan dan mematikan lampu karena penasaran dengan sosok misterius tersebut.

lights_out

Adegan pembuka entah mengapa menjadi tidak begitu meyakinkan dan menurunkan ekspektasi. Karena adegan ini sama persis seperti yang telah disajikan Sanberg di film pendeknya. Sosok hantu dirasa juga terlalu cepat muncul, dengan wujud yang cukup jelas sehingga mengurangi rasa penasaran penonton. Apalagi hantu ini langsung menampilkan keganasannya dengan membunuh orang.

Tapi cerita kemudian dikembangkan kembali dengan adegan baru. Seorang anak kecil bernama Martin (Gabriel Bate) memiliki masalah dengan ibunya, yang dianggap punya masalah kejiwaan. Martin sering kali tertidur di sekolahnya lantaran setiap malam ia tidak bisa tidur. Ada sosok menyeramkan  yang selalu berbicara dengan ibunya.

Lights-Out-3

Pengalihan konflik dari rasa penasaran penonton akan sosok hantu, kemudian berubah menjadi rasa penasaran penonton tentang latar belakang sang ibu yang diangap gila. Bukan cuma itu saja, Martin rupanya punya saudara tiri perempuan bernama Rebecca (Teresa Palmer )yang minggat dari rumah karena berselisih dengan sang ibu. Dan alasannya pun sama dengan masalah yang dihadapi martin. Ada sosok yang selalu berbincang dengan sang ibu. Dua bersaudara ini akhirnya mencari tahu lebih lanjut, dibantu pacar Rebecca, Bret.

lights-out

Kisahnya sebenarnya simple dan begitu tipikal dengan horror kebanyakan. Tapi baik script writer dan sutradara tetap mampu membuatnya menjadi sulit ditebak. Terlebih karena adegan horrornya benar-benar membuat penonton enggan banyak berpikir. Yang ada malah menghitung-hitung untuk bersiap kapan si wujud menyeramkan itu muncul. Dengan dua tokoh utama Martin dan Rebecca yang tampak serius dan sangat mendalami ekspresi ketakutan, Bret justru sebaliknya, jadi favorit penonton karena gayanya yang lebih santai, kadang kali juga konyol.

Dialog antar pemain terdengar simple dan pendek-pendek. Beragam hal lebih banyak dijelaskan secara deskriptif dan naratif, termasuk dari mana hantu itu berasal. Aksi kejar mengejar di lorong-lorong rumah yang gelap tanpa cahaya membuat para penonton terus menghela nafas panjang.

Lights-Out-4

Setting tempat di rumah besar yang gelap juga menjadi aspek yang sangat mendukung. Meskipun sebenarnya rumah tersebut juga menggunakan gaya arsitek yang sudah modern tapi itu saja sudah sangat menyeramkan. Permainan audio lewat backsound yang terdengar seram dan mengagetkan benar-benar menteror penonton. Apalagi saat hantu muncul, anda pasti sudah siap-siap menutup mata untuk menghadapi semua kejutan yang datang.

Satu lagi, ending dari film ini cukup memuaskan. Semua pertanyaan dari awal semuanya  terjawab, serta memberikan konklusi yang jelas.

Lights Out mulai tayang bioskop tanah air mulai 13 Agustus 2016. Siapkan jantung anda sebelum menyaksikan film yang satu ini.

Tanggal Rilis: 13 Agustus 2016

Durasi: 81 Menit

Genre: Horror, Thriller

Sutradara: David F Sandberg

Pemain: Teresa Palmer, Gabriel Bateman, Alexander DiPersia, Maria Bello

Studio: Columbia Pictures

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 17, 2026 - 0

Ninja Theory Dikabarkan Terancam Ditutup Oleh Restrukturisasi Xbox

Gelombang restrukturisasi Xbox dikabarkan mengancam masa depan Ninja Theory, kreator…
June 17, 2026 - 0

Xbox Dikabarkan Akan Tutup Kreator South of Midnight, Compulsion Games

Compulsion Games dikabarkan terancam ditutup oleh Xbox. Studio di balik…
June 17, 2026 - 0

Pimpinan Treyarch Resmi Pensiun Setelah 22 Tahun Arahkan Studio

Mark Gordon resmi pensiun setelah 22 tahun memimpin Treyarch membangun…
June 16, 2026 - 0

Assassin’s Creed Shadows Berikan Update Konten Terakhirnya

Ubisoft mengungkap detail update gratis terakhir Assassin’s Creed Shadows, Black…