Twitter Akan Kurangi Jumlah Karyawannya

Twitter dilaporkan akan mengurangi jumlah karyawannya dalam waktu dekat. Sekitar 8 persen dari total jumlah karyawan atau kurang lebih 300 karyawan Twitter akan dipecat. Keputusan tersebut tampaknya terpaksa dilakukan karena Twitter masih belum bisa terlepas dari masalah finansialnya.
Rencana pengurangan karyawan Twitter kabarnya akan segera diumumkan dalam minggu ini. Pengurangan karyawan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan Jack Dorsey, selaku CEO Twitter. Pada saat Jack menjabat sebagai CEO Twitter tahun lalu, ia juga melakukan hal serupa dengan lebih dari 300 karyawan yang dipecat.
Saat ini diketahui bahwa Jack memegang dua jabatan CEO selain di Twitter, yaitu di salah satu perusahaan penyedia layanan mobile payment, sebagaimana berita yang kami kutip dari Business Insider. Sehingga banyak pihak yang mengkritik bahwa Jack kurang serius dalam mengembangkan bisnis di Twitter sehingga mengalami kesulitan dalam bersaing dengan media sosial lainnya.
Jack juga sempat mengumumkan bahwa Twitter akan segera dijual dan beberapa perusahaan terkemuka sempat sudah mulai berbaris mengantri untuk mendapat tanda tangan persejutuan kerja sama dengan Twitter.
Namun sayangnya, situs microblogging tersebut ditinggalkan oleh para calon pembelinya satu persatu. Bahkan Salesforce yang merupakan perusahaan penyedia layanan berbasis cloud computing dan yang paling terdepan untuk mengakuisisi Twitter, akhirnya membatalkan rencananya.












