Review Huawei P40, P40 Pro, P40 Pro+: Pilih yang Mana?

Reading time:
July 23, 2020
huawei p40 series

Huawei akhirnya memperkenalkan sekaligus merilis smartphone flagship terbaiknya di awal tahun 2020 ini untuk pasar di Indonesia, yang terdiri dari Huawei P40, P40 Pro, dan P40 Pro+. Mengusung tagline “Visionary Photography”, ketiga perangkat Huawei P40 Series ini merupakan suksesor dari seri sebelumnya, yaitu seri Huawei P30 Pro Series.

Sebenarnya, apa yang membedakan dari ketiga smartphone ini, dan mana yang lebih baik untuk dimiliki? Dalam pembahasan kali ini, kami akan membandingkan ketiga smartphone Huawei P40 Series ini, sekaligus memberikan informasi terkait mana yang sebaiknya Anda pilih untuk memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari.

Desain dan Spesifikasi

Secara sekilas, desain dan bodi dari Huawei P40, P40 Pro, dan P40 Pro+ terlihat mirip dan hampir sama saja. Namun secara berat, lapisan material dan dimensi, ketiganya memiliki sedikit perbedaan yang signifikan.

Screenshot 44 IMG 8544

Huawei P40 memiliki opsi warna Silver Frost dengan back cover terbuat dari material kaca, bingkai alumunium, berdimensi 148.9 x 71.06 x 8.5 mm serta bobot 175 gram. Kemudian Huawei P40 Pro memiliki opsi warna Silver Frost dan Deep Sea Blue, back cover bermaterial kaca dan bingkai bermaterial alumunium, memiliki dimensi 158.2 x 72.6 x 8.95 mm, serta bobot 209 gram. Sementara Huawei P40 Pro+ memiliki opsi warna Ceramic White dengan back cover bermaterial keramik yang lebih tahan goresan daripada material kaca, bingkai tetap alumunium dengan dimensi sama dengan Huawei P40 Pro, dengan bobot sedikit lebih berat di 226 gram.

IMG 8570 IMG 8574 IMG 8566

Untuk sisi-sisi bodi utamanya, seluruh Huawei P40 Series ini memiliki tombol Power dengan aksen strip warna merah, tombol Volume, serta dua stripe antena pada sisi kanannya. Kemudian di sisi atas, terdapat mic dan Infrared Blaster untuk P40 Pro dan P40 Pro+, serta 2 stripe antena. Sementara di sisi kiri, terdapat 1 stripe antena dan di sisi bawahnya terdapat tray Dual SIM (1 SIM + 1 Nano Memory Card), 2 stripe antena, microphone, port USB Type-C (3.1 Gen 1), dan speaker mono. Sayangnya, Huawei tidak memberikan adanya jack audio 3.5mm pada ketiga perangkat Huawei P40 Series ini.

IMG 8576

Pada sisi belakangnya, merupakan tempat setup Quad Camera berada, bersama dengan LED Flash serta logo Huawei. Pada sisi depannya yang terdapat layar, merupakan posisi setup kamera selfie yang terdiri dari Dual Camera dengan terdapatnya sensor Infrared dan Proximity. Seluruh perangkat Huawei P40 Seris ini telah bersertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan air.

Dari segi layar, terdapat sedikit perbedaan antara Huawei P40 biasa dengan P4 Pro dan P40 Pro+, di mana Huawei P40 mengusung layar model Flat dengan ukuran 6.1″ beresolusi FHD+ (2340 x 1080 piksel), panel OLED dan refresh rate 60 Hz. Sementara Huawei P40 Pro dan P40 Pro+ sama-sama memiliki layar model Quad-Curve Overflow Display dengan besar 6.56″ resolusi 2640 x 1200 piksel, panel OLED, serta refresh rate 90 Hz.

Screenshot 45

Ketiganya memiliki dapur pacu berupa chipset Kirin 990 5G dengan fabrikasi 7 nm, di mana intinya terdiri dari 2x Cortex A76 2.86 Ghz, 2x Cortex A76 2.36 Ghz, dan 4x Cortex A55 1.95 Ghz dengan GPU Mali-G76 MP16. Untuk RAM dan storage, masing-masing hanya memiliki satu buah varian saja. Huawei P40 memiliki RAM 8 GB dan storage 128 GB, Huawei P40 Pro memiliki RAM 8 GB dan storage 256 GB, serta P40 Pro+ memiliki RAM 8 GB dan storage 512 GB. Sementara untuk baterai, P40 berkapasitas 3800mAh sementara P40 Pro dan P40 Pro+ sebesar 4200mAh.

Ketiganya memiliki sensor yang cukup lengkap mulai dari compass hingga gyro, konektivitas sudah 5G ready dengan dukungan lain seperti WiFi AC/AX, Bluetooth 5.1, IR Blaster, NFC hingga WiFi Sharing. Sistem Keamanan dari ketiga perangkat ini salah satunya terdiri dari in-fisplay fingerprint yang akurat dan cepat, serta Infrared Face Unlock yang mampu bekerja baik walau kondisi cahaya kurang terang sekalipun.

os

Seperti yang mungkin sudah diketahui, sistem operasi dari perangkat Huawei terbaru saat ini tidak lagi menggunakan Google Mobile Service, melainkan Huawei Mobile Service dengan EMUI 10 berbasis Android 10. Hal menarik yang sebenarnya bisa membuat hampir seluruh aplikasi “berjalan normal” di perangkat Huawei P40 Series ini berkat widget “PETAL SEARCH”, di mana aplikasi ini berfungsi untuk membantu pengguna mencari aplikasi yang belum tersedia pada App Gallery bawaan Huawei. Aplikasi ini akan mencari aplikasi yang diinginkan tersebut melalui “App Store” lainnya seperti APK Pure, Aptoide, APK Center, dan lain sebagainya. Hal ini dibuat untuk mempermudah pencarian pengguna untuk sebuah aplikasi, ketimbang harus mencari manual melalui web browser biasa.

p40 series

Spesifikasi kamera utama dari Huawei P40 terdiri dari 50 MP Ultra Vision Camera (Wide Angle, f/1.9, OIS, RYYB Sensor) + 16 MP (Ultra Wide Angle, f/2.2) + 8 MP (Telephoto Camera, f/2.4, OIS), dengan kamera selfie menggunakan sensor 32 MP Selfie Camera f/2.0 + Depth Camera. Kamera utama mampu merekam kualitas hingga 4K 60 FPS, kecuali Ultra Wide, Tele, dan Selfie yang hanya hingga 4K 30 FPS.

Untuk Huawei P40 Pro, kamera utama terdiri dari 50 MP Ultra Vision Camera (Wide Angle, f/1.9, OIS, RYYB Sensor) + 40 MP Cine Camera (Ultra-Wide Angle, f/1.8) + 12 MP SuperSensing Telephoto Camera (5x Optical Zoom, f/3.4, OIS) + 3D Depth Sensing Camera, di mana terdapat fitur OIS dan EIS sebagai stabilization-nya; serta kamera selfie 32 MP Selfie Camera f/2.2 + Depth Camera. Kamera utama, Ultra Wide, dan Selfie mampu merekam video hingga kualitas 4K 60 FPS sementara Tele hingga 4K 30 FPS.

Dan Huawei P40 Pro+ mengusung kamera utama yang terdiri dari 50 MP Ultra Vision Camera (Wide Angle, f/1.9, OIS, RYYB Sensor) + 40 MP Cine Camera (Ultra-Wide Angle, f/1.8) + 8 MP Super Zoom Camera (10x Optical Zoom, f/4.4, OIS) + 8 MP Telephoto Camera (3x Optical Zoom, f/2.4, OIS), serta terdapat 3D Depth Sensing Camera untuk melengkapinya. Kamera selfie sama seperti seri Huawei P40 lainnya yang menggunakan 32 MP Selfie Camera f/2.2 + Depth Camera. Kamera utama, Ultra Wide, dan Selfie mampu merekam video hingga kualitas 4K 60 FPS sementara Tele hingga 4K 30 FPS.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 8, 2026 - 0

Review ASUS Vivobook S14 OLED (S5406SAL): Baterai Awet, Bodi Ringkas, Multitasking Lancar

Nyari laptop yang baterainya tahan seharian? Kalian harus tonton pembahasan…
July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…

Gaming

July 10, 2026 - 0

Valve Rilis Driver Sistem Operasi Windows untuk Steam Machine

Valve resmi merilis driver Windows untuk Steam Machine, memungkinkan instalasi…
July 10, 2026 - 0

Sony Tawarkan Diskon Ketika Pengguna Batalkan PlayStation Plus

Sony dikabarkan menawarkan diskon kepada pengguna yang hendak membatalkan PlayStation…
July 10, 2026 - 0

Roblox Update Sistem Pelaporan Supaya Lebih Informatif

Roblox memperbarui sistem pelaporan mereka dengan proses yang lebih sederhana,…
July 9, 2026 - 0

Petisi Menentang Kebijakan Sony Terus Mendapatkan Dukungan Besar

Petisi "Don't Kill the Disc" terus mendapatkan dukungan besar sebagai…