Gara-Gara AI Salah Baca Pelat Nomor, Reviewer Otomotif Dikepung Empat Mobil Polisi
Teknologi AI memang bisa membantu polisi melacak kendaraan, tetapi kesalahan kecil ternyata bisa berujung situasi yang cukup menegangkan. Hal inilah yang dialami Joel Feder, reviewer otomotif sekaligus Director of Content and Product di The Drive, saat mengendarai Range Rover pinjaman.

Saat berhenti di sebuah area pertokoan, mobil yang dikendarainya tiba-tiba dikepung empat mobil polisi. Feder mengaku bingung karena tidak merasa melakukan pelanggaran apa pun. Polisi kemudian menjelaskan bahwa pelat nomor kendaraan tersebut masuk daftar kendaraan curian dan sudah mereka pantau selama beberapa hari menggunakan jaringan kamera AI milik Flock.
Sistem AI Flock Salah Baca Plat Nomor
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, penyebabnya ternyata bukan kendaraan curian, melainkan kombinasi dua kesalahan sekaligus. Laporan polisi di California hanya mencatat plat “34 DTM”, padahal plat yang benar adalah “34 03 DTM”. Di sisi lain, sistem Flock juga gagal membaca angka kecil “10” pada pelat khusus milik produsen kendaraan dari New Jersey sehingga menganggap semua pelat dengan format serupa sebagai kendaraan yang dicuri.
Polisi bahkan mengaku sempat beberapa kali kehilangan jejak kendaraan karena Range Rover tersebut diparkir di garasi tertutup. Begitu mobil berhenti di area terbuka, mereka langsung melakukan penyergapan agar kendaraan tidak lolos lagi. Proses verifikasi dengan Jaguar Land Rover memakan waktu sekitar satu jam hingga akhirnya dipastikan bahwa mobil dan plat nomor tersebut sah.
Baca Juga: BYD Denza Z Dirilis, Hypercar Listrik dengan Charging Ngebut 1.500 kW!
Meski masalah selesai, Feder tetap diminta langsung pulang. Alasannya, kepolisian lain yang menggunakan sistem Flock kemungkinan belum mengetahui bahwa pelat tersebut sebenarnya tidak bermasalah. Artinya, ia masih berpotensi dihentikan lagi di perjalanan.
Kasus ini kembali memicu sorotan terhadap Flock AI. Sebelumnya, perusahaan tersebut juga menuai kontroversi setelah beberapa oknum polisi ditangkap karena menyalahgunakan sistem untuk melacak pasangan atau mantan pasangan mereka. Insiden terbaru ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa kesalahan data maupun penyalahgunaan AI dapat berdampak langsung pada masyarakat, terutama ketika sistem tersebut digunakan sebagai dasar tindakan aparat.














