Permintaan Menurun, Samsung Kurangi Produksi Memory Flash (SSD)

Author
Irham
Reading time:
August 15, 2023

Samsung mengambil langkah perlahan untuk mengurangi produksi memory flash guna mencegah penurunan harga produk seperti solid state drives (SSD) dan produk penyimpanan lainnya.

Permintaan dari pasar PC, sektor server, dan produk berbasis memori NAND telah merosot di banyak negara, mengakibatkan pasokan yang jauh melebihi permintaan.

Samsung Factory Memory Flash

Kelebihan pasokan telah mengganggu struktur harga di pasar, membuat produsen memory flash sulit memperoleh keuntungan atau bahkan menghasilkan pendapatan lebih rendah daripada biaya produksi.

Kurangi Produksi 10%

Samsung berusaha mengatur pasokan untuk menghentikan penurunan harga dengan cara menghentikan sementara produksi di fasilitas pembuatan memory NAND flash di pabrik utama P1 di kota Pyeongtaek, Korea Selatan.

Pabrik P1 di Pyeongtaek memproduksi modul V-NAND generasi ke-6 dengan 128 lapisan. Namun, Samsung saat ini lebih fokus pada modul flash generasi ke-7 dan ke-8, dengan 176 atau 236 lapisan.

Samsung Flash Memory

Belum jelas sejauh mana penghentian produksi di P1 akan dilakukan, tapi  kemungkinan hanya sebagian produksi yang akan terpengaruh. Penghentian ini merupakan langkah yang cukup drastis, karena jika melakukan jeda pada produksi, maka akan butuh proses yang panjang lagi untuk memulai kembali produksi.

Baca Juga: TECNO Segera Rilis Laptop, TECNO MegaBook T1 • Jagat Review

Jeda produksi direncanakan selama satu bulan, tetapi dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Selain di P1, Samsung juga telah mulai mengurangi volume produksi memory flash di lokasi lain, termasuk pabrik lain di Korea Selatan dan China.

Menurut pengamat pasar, Samsung rencananya akan mengurangi kapasitas produksi hingga sekitar 10 persem. Dengan strategi pengurangan produksi, diharapkan bisa menjaga keseimbangan antara demand dan produksi, sehingga konsumen juga bisa mendapatkan ketersediaan produk memory flash yang terjangkau, namun juga tetap menguntungkan dari sisi produsen.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 22, 2026 - 0

Review Zyrex D-Tech: Rp 6 Jutaan, AMD Ryzen Quad-Core, Bisa Upgrade, Tapi…

Harga RAM naik, harga SSD naik, harga Laptop ikut naik.…
July 20, 2026 - 0

Review Axioo Hype AMD X1: Terjangkau, Kencang, & Aman Kalau Dimaling

“Kalau punya duit 5 jutaan, dapat Laptop seperti apa?” “Bisa…
July 16, 2026 - 0

Review Dell Pro 14 Essential: Dell Bikin Laptop Bisnis Terjangkau? Performanya Gimana?

Dell jualan laptop bisnis terjangkau di Indonesia? Iya, kalian gak…
July 14, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Pro 5a (14AGP11): Desain Makin Mewah, Bodi Kokoh, Performa Mantap!

Kalau denger laptop dengan nama “Pro”, apa yang ada di…

Gaming

July 24, 2026 - 0

Philips Perkenalkan Monitor Gaming 4K QD-OLED 165 Hz

Philips meluncurkan monitor gaming Evnia 32M2N6901A dengan panel 4K QD-OLED…
July 24, 2026 - 0

Acer Predator Atlas 8 Ungkapkan Harga yang Sulit Dijangkau

Acer mengungkap harga Predator Atlas 8 mulai US$1.340 hingga hampir…
July 24, 2026 - 0

Valve Perbarui Wishlist & Gift Steam Menjadi Lebih Pintar

Valve memperbarui Steam dengan Wishlist yang lebih pintar serta sistem…
July 24, 2026 - 0

CEO SK Hynix Beri Peringatan, Krisis Memori Terburuk Diprediksi Terjadi di 2027

CEO SK Hynix memprediksi 2027 menjadi tahun terburuk bagi pasokan…