Cisco: 12% Perusahaan di Indonesia Siap Hadapi Ancaman Siber, Sisanya Modal PeDe

Author
Irham
Reading time:
March 28, 2024

CMenurut hasil studi terbaru dari Cisco, hanya 12% organisasi di Indonesia yang memiliki tingkat kesiapan “Mature” dalam menghadapi risiko keamanan siber modern. Mayoritas, yaitu 53%, masih berada dalam tahap “Pemula” atau “Formatif”.

Hasil Cybersecurity Readiness Index 2024 dari Cisco menyoroti kesenjangan antara keyakinan dan kesiapan perusahaan dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Meskipun sekitar 93% perusahaan merasa cukup percaya diri dengan kemampuan mereka, faktanya infrastruktur mereka masih belum mCybersecurity Readiness Index 2024

Jeetu Patel, Executive Vice President dan General Manager Security and Collaboration di Cisco, mengingatkan bahwa ancaman siber tidak boleh diabaikan meskipun perusahaan merasa terlalu percaya diri. Perusahaan perlu memprioritaskan investasi dalam platform terintegrasi dan mengadopsi kecerdasan buatan (AI) untuk beroperasi dalam skala yang lebih besar.

Baca Juga: Strategi Intel Enterprise di Industri AI: Hardware, Software hingga Security

Selain itu, temuan dari Cisco juga mengindikasikan bahwa 96% responden meramalkan akan terjadi insiden keamanan siber yang mengganggu bisnis dalam 12 hingga 24 bulan mendatang, sementara 63% responden telah mengalami insiden dalam 12 bulan terakhir. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa 76% organisasi memiliki 10 atau lebih solusi keamanan titik yang berbeda, yang dapat menghambat respons terhadap insiden.

Cisco Cybersecurity Readiness Index 2024

Dari segi perilaku pengguna, 93% perusahaan melaporkan bahwa karyawan mereka mengakses platform perusahaan dari perangkat yang tidak dikelola, sementara 97% perusahaan mengalami kekurangan talenta keamanan siber. Meskipun demikian, 84% perusahaan berencana untuk meningkatkan infrastruktur IT mereka dalam 12 hingga 24 bulan mendatang.

Untuk mengatasi tantangan ini, Cisco merekomendasikan agar perusahaan mempercepat investasi dalam keamanan, termasuk solusi inovatif dan platform terintegrasi. Selain itu, perusahaan perlu memperkuat ketahanan jaringan dan menerapkan AI untuk meningkatkan deteksi dan respons terhadap ancaman. Dalam hal SDM, perusahaan juga perlu meningkatkan perekrutan dan pelatihan untuk mengatasi kekurangan talenta keamanan siber.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…
August 6, 2026 - 0

Review HyperX OMEN 16 Valorant Edition: Desain Keren, Performa Kenceng, Suhu Super Adem!

Ini adalah laptop gaming terbaru dari HyperX, yang berkolaborasi dengan…

Gaming

August 28, 2026 - 0

Final Fantasy VII Revelation Perlihatkan Weapon di Gamescom 2026

Trailer Final Fantasy VII Revelation di Gamescom 2026 perlihatkan Ruby,…
August 27, 2026 - 0

Windows 11 Siapkan Kendali Memori Untuk Tingkatkan GPU Gaming

Windows 11 siapkan fitur kendali untuk unified memory, mampu prioritaskan…
August 27, 2026 - 0

Gamescom 2026: Trailer Game Pada Opening Night Live

Malam pembukaan Gamescom 2026 hadir dengan membawa 55 trailer game…
August 27, 2026 - 0

Blizzard Hadirkan Overwatch Rush, Game Mobile Seru yang Siap Rilis di Indonesia

Blizzard hadirkan hero shooter Overwatch Rush, game mobile seru yang…