NVIDIA Klaim Tidak Pasang Backdoor di GPU Demi Keamanan

Reading time:
August 7, 2025

Belum lama ini, NVIDIA membuat sebuah pernyataan yang bilang kalau GPU mereka tidak dilengkapi dengan backdoor atau kill switch. Mereka bilang kalau backdoor atau kill switch hanya akan membuka celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh hacker. Pernyataan ini dibuat setelah otoritas Tiongkok menduga kalau NVIDIA menyematkan backdoor agar bisa mengontrol GPU-nya secara remote.

nvidia gpu

Pernyataan ini diberikan NVIDIA dalam blog resminya. Di sana, mereka menyatakan tidak pernah dan tidak akan pernah memasang backdoor atau kill switch di GPU-nya. Mereka juga berpendapat tidak ada backdoor yang benar-benar aman dan penggunaannya hanya akan “menjadi hadiah” untuk hacker. Dalam pernyataan tersebut, NVIDIA juga sempat menyinggung serangan Spectre & Meltdown yang terjadi di tahun 2018 dan bilang kalau pabrikan harus fokus dalam mengurangi celah keamanan seminim mungkin, bukan malah membuka celah keamanan.

Baca Juga: Gara-gara Ransomware Royal, Perusahaan Besar Ini Bangkrut!

Masih berhubungan dengan backdoor, NVIDIA sempat menyinggung Clipper Chip yang dibuat oleh National Security Agency (NSA) di tahun 1993. Awalnya, Clipper Chip dibuat sebagai chip enkripsi untuk mengamankan komunikasi telepon dan data, tapi dengan satu fitur yang cukup kontroversial, yaitu penggunaan backdoor. Setelah mengetahui hal tersebut, banyak yang berspekulasi kalau backdoor tersebut bisa dipakai oleh penegak hukum untuk menyadap komunikasi warga negara.

NVIDIA Tetap Mendukung Fitur Software Untuk GPU

Di sisi lain, banyak juga yang membandingkan backdoor atau kill switch di GPU dengan fitur software seperti Find My Phone atau Remote Wipe. Menanggapi hal ini, NVIDIA bilang kalau perbandingan tersebut tidak tepat. Fitur software seperti itu sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengguna, sementara backdoor atau kill switch adalah fitur yang diberikan oleh produsen tanpa sepengetahuan pengguna. Meski begitu, mereka memastikan kalau GPU-nya tetap mendukung software yang transparan dan terbuka untuk berbagai keperluan seperti monitoring performa, diagnostik, dan pelaporan bug, tentunya dengan persetujuan pengguna.

Gimana menurut kalian? Apakah pernyataan ini sepenuhnya benar?

(Sumber)

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 14, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA): Baterai Awet, Performa Makin Kenceng, Desain Tetap Mewah

Ini adalah laptop terbaru dari ASUS yang cantik banget! Bodinya…
May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…

Gaming

May 20, 2026 - 0

Steam Controller Baru Bisa Menjerit Ketika Dijatuhkan

Steam Controller baru ternyata memiliki easter egg tersembunyi yang begitu…
May 20, 2026 - 0

Steam Hapus Game Horror Gratis Karena Mengandung Malware

Valve menghapus game horror Beyond the Dark dari Steam setelah…
May 20, 2026 - 0

Pokemon TCG Pocket Tembus 200 Juta Download

Pokemon TCG Pocket telah menembus 200 juta download global, memperkuat…
May 20, 2026 - 0

PlayStation State of Play Kembali Hadir di Awal Juni 2026

PlayStation State of Play akan kembali digelar dengan fokus utama…