Update Browser Chrome Dipercepat Jadi 2 Minggu Sekali
Google kembali mempercepat ritme update browser Chrome. Mulai September 2026, browser berbasis Chromium itu akan memakai siklus rilis baru setiap dua minggu.
Versi utama Chrome nantinya hadir setiap 14 hari. Jadwal ini lebih cepat dibanding pola yang digunakan saat ini, yang sejak 2021 berada di siklus empat minggu.

Alasan Google Percepat Update Browser Chrome
Bagi pengguna, perubahan ini bisa terasa seperti dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, pembaruan yang lebih sering membuat peningkatan keamanan dan perbaikan bug bisa sampai lebih cepat. Google menilai cara ini membantu menjaga browser tetap stabil dan aman di tengah perkembangan web yang semakin cepat.
Baca Juga: NVIDIA GeForce RTX 5050 Dikabarkan Dapat Upgrade VRAM ke 9 GB? • Jagat Review
Perusahaan itu juga menjelaskan bahwa setiap rilis akan berisi perubahan yang lebih kecil. Dengan begitu, risiko gangguan besar pada sistem atau aplikasi web bisa ditekan.
Namun di sisi lain, frekuensi pembaruan yang lebih rapat juga bisa terasa merepotkan bagi sebagian pengguna. Browser akan lebih sering meminta restart setelah update, terutama di desktop. Bagi pengguna biasa mungkin tidak terlalu terasa karena pembaruan sering berjalan otomatis di latar belakang.
Situasinya sedikit berbeda untuk perusahaan atau organisasi yang harus menguji pembaruan sebelum digunakan secara luas. Itulah sebabnya Google tetap mempertahankan program Extended Stable dengan siklus delapan minggu untuk Chrome di desktop dan Chromebook.
Kapan Mulai Berlaku
Jadwal baru ini akan mulai terlihat pada September 2026. Chrome 153 diperkirakan hadir pada 8 September, kemudian Chrome 154 menyusul dua minggu setelahnya pada 22 September.
Perubahan ini juga berlaku untuk channel beta yang digunakan pengembang untuk menguji fitur lebih awal. Versi beta Chrome nantinya mengikuti siklus dua minggu di desktop, Android, dan iOS. Sementara itu, channel Dev dan Canary tetap memakai jadwal lama karena berfungsi sebagai ruang eksperimen fitur tahap awal.
Pengaruhnya juga bisa meluas ke ekosistem browser lain. Chrome dibangun di atas proyek open-source Chromium yang juga menjadi fondasi banyak browser populer seperti Edge, Opera, Brave, hingga Tor Browser.
Jika ritme pengembangan Chrome semakin cepat, browser lain yang berbasis Chromium kemungkinan ikut menyesuaikan. Pertanyaannya, apakah pengguna akan merasa diuntungkan dengan pembaruan yang lebih cepat, atau justru mulai merasa terlalu sering diminta memperbarui browser mereka?













