Intel Xeon 6+ Resmi Meluncur, Bawa Hingga 288 Core dan Teknologi Intel 18A
Intel resmi memperkenalkan prosesor terbaru mereka yaitu Intel Xeon 6+ di Computex 2026. Prosesor server yang sebelumnya dikenal dengan nama kode Clearwater Forest ini menjadi CPU data center pertama Intel yang diproduksi menggunakan teknologi manufaktur Intel 18A.

Target utama Xeon 6+ adalah cloud computing, virtualisasi, jaringan telekomunikasi, storage, serta AI inference. Pada jenis beban kerja tersebut, jumlah core yang besar sering kali lebih penting dibanding performa per core karena sistem harus menjalankan ribuan proses secara bersamaan.
Spesifikasi Intel Xeon 6+
Xeon 6+ dibangun menggunakan arsitektur Efficient-core dan ditujukan untuk beban kerja yang membutuhkan kepadatan komputasi tinggi. Intel membekali prosesor ini dengan hingga 288 core dalam satu paket, menjadikannya salah satu prosesor x86 dengan jumlah core terbesar yang pernah dirilis Intel.

Intel mengklaim Xeon 6+ mampu memberikan peningkatan performa hingga 2,5 kali dibanding generasi sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga menyebut efisiensi daya per thread dapat meningkat hingga 45 persen pada sejumlah skenario penggunaan tertentu.

Untuk mendukung kebutuhan data center modern, Xeon 6+ dibekali dukungan memori DDR5 12-channel dengan kecepatan hingga 8000 MT/s. Intel juga menyediakan hingga 96 jalur PCIe Gen 5 serta dukungan Compute Express Link (CXL) untuk memperluas kapasitas memori dan mempercepat komunikasi antar perangkat dalam sistem.
Intel turut meningkatkan kapasitas cache L3 hingga 576MB. Cache yang lebih besar membantu mengurangi akses ke memori utama dan dapat meningkatkan performa pada aplikasi yang menangani data dalam jumlah besar secara terus-menerus.
Di bidang keamanan, Intel Xeon 6+ masih mempertahankan dukungan Intel Software Guard Extensions (SGX) dan Intel Trust Domain Extensions (TDX). Kedua fitur tersebut banyak digunakan oleh penyedia layanan cloud untuk melindungi data pelanggan ketika dijalankan di lingkungan multi-tenant.
Fitur Intel Application Energy Telemetry
Salah satu fitur baru yang diperkenalkan bersamaan dengan Intel Xeon 6+ adalah Intel Application Energy Telemetry atau AET. Teknologi ini memungkinkan operator data center melihat konsumsi energi CPU hingga level aplikasi, virtual machine, container, bahkan thread individual secara langsung dari hardware.

Selama ini pengukuran energi sering kali dilakukan menggunakan model estimasi berbasis perangkat lunak. Intel mengatakan metode tersebut dapat kehilangan akurasi ketika workload terus berubah. Dengan AET, informasi konsumsi daya diperoleh langsung dari platform sehingga operator dapat melihat workload mana yang paling banyak mengonsumsi energi.
Baca Juga: Prosesor Handheld Gaming Intel Arc G Series Resmi Diumumkan • Jagat Review
Kemampuan tersebut semakin penting karena konsumsi listrik menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengoperasian data center AI. Selain mengejar performa, operator kini juga harus memperhatikan biaya energi, kapasitas listrik fasilitas, dan target keberlanjutan perusahaan.

Intel Xeon 6+ hadir sebagai fondasi utama untuk sistem AI modern. Ketika GPU menangani inferensi dan pelatihan model, CPU tetap bertanggung jawab mengatur aliran data, mengelola memori, menjalankan sistem operasi, mengatur jaringan, serta mengoordinasikan kerja seluruh perangkat di dalam server.
Karena itu, Intel menilai kebutuhan CPU tidak akan berkurang meskipun penggunaan GPU terus meningkat. Sebaliknya, semakin besar sistem AI yang dibangun, semakin besar pula kebutuhan terhadap prosesor host yang mampu menangani orkestrasi workload dalam skala besar.
Kombinasi 288 core, dukungan memori berkecepatan tinggi, fitur telemetri energi baru, dan teknologi manufaktur Intel 18A, menjadikan Intel Xeon 6+ sebagai salah satu inovasi yang cukup penting yang diumumkan Intel sepanjang Computex 2026. Disamping prosesor data center terbaru ini, Intel juga telah mengumumkan prosesor handheld gaming, dan beragam inovasi AI dan robotik.














