Peneliti Kembangkan AC Solid-State, Tanpa Freon!
Sejumlah peneliti dan perusahaan startup di Eropa tengah menguji teknologi AC solid-state yang tidak memakai freon. Sistem ini memanfaatkan logam, semikonduktor, medan magnet, hingga material yang bereaksi terhadap tekanan untuk memindahkan panas. Meski menjanjikan, sebagian besar teknologinya masih berada dalam tahap uji coba awal.
Pengembangan ini dilakukan karena refrigeran pada AC konvensional dapat membawa risiko terhadap lingkungan. Gas berfluorinasi yang bocor bahkan bisa menghasilkan dampak pemanasan global ribuan kali lebih besar daripada karbon dioksida. Uni Eropa pun mulai menghapus penggunaan gas tersebut secara bertahap sejak 2024.
Teknologi solid-state sendiri bekerja dengan mengubah suhu material melalui tekanan mekanis, arus listrik, atau medan magnet. Proses tersebut memungkinkan panas dipindahkan tanpa refrigeran yang berubah dari cair menjadi gas. Pendekatan ini juga berpotensi menawarkan efisiensi lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional.
Peneliti Saarland University di Jerman contohnya, yang sedang menguji sistem berbahan paduan nikel-titanium. Logam tersebut menghasilkan efek pendinginan ketika diregangkan dan dilepaskan melalui proses bernama elastokalorik. Hasil awal menunjukkan teknologinya mampu menurunkan suhu ruangan sekitar 5–10℃.
Material lain juga sedang diuji menggunakan semikonduktor, kristal plastik, dan medan magnet. Bahkan, salah satu prototipe berbasis semikonduktor telah dipasang di apartemen, sementara sistem magnetik akan diuji di jaringan supermarket Jerman. Namun, kemampuan berbagai teknologi tersebut masih perlu pengujian lebih lanjut untuk penggunaan skala besar.
AC solid-state berpeluang menjadi alternatif ketika kebutuhan pendinginan meningkat dan aturan refrigeran semakin ketat. Kebutuhannya juga jadi semakin penting menyusul kasus heatwave yang terjadi di Eropa belakangan ini. Menurut kalian, apakah teknologi ini bakal menggantikan AC konvensional di masa mendatang?













