Bos SK Group Sebut Harga RAM Saat Ini Sudah Tidak Wajar
Keresahan akibat tingginya harga RAM ternyata tidak hanya dirasakan oleh konsumen. Produsen memori ternyata juga mulai menyuarakan kekhawatiran yang sama.
Pimpinan perusahaan SK Group, Chey Tae-won, dalam sebuah konferensi pers menyatakan, harga chip memori saat ini bahkan sudah berada di angka yang “tidak wajar”. Chey merupakan Chairman SK Group, konglomerasi asal Korea Selatan yang menaungi SK hynix, salah satu produsen chip memori terbesar di dunia.
Harga RAM memang menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan permintaan dari industri AI disebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga chip memori terus meningkat. Kenaikan harga tersebut tidak hanya berdampak pada produsen PC dan smartphone, tetapi juga mulai memengaruhi harga berbagai perangkat elektronik yang menggunakan chip memori.
“Perusahaan AI masih bisa menyerap kenaikan biaya lewat investasi, tetapi produsen PC dan smartphone pada akhirnya harus meneruskan kenaikan biaya semikonduktor ke konsumen,“ ujar Chey kepada media, sebagaimana dikutip dari Tom’s Hardware (21/7/2026).
Baca Juga: SK hynix: Kelangkaan Memori Tahun 2027 Bakal Jadi yang Terparah
Harga RAM Mahal, SK Group Pertimbangkan Bangun Pabrik di Amerika Serikat
Karena itu, Chey mengajak industri memori untuk meningkatkan pasokan chip memori. Dengan upaya tersebut, harga RAM diyakini kembali lebih stabil.
“Karena sebagian besar pembelinya adalah konsumen umum, ada batas seberapa tinggi harga produk bisa dinaikkan. Untuk mencegah terjadinya ‘chipflation’, yaitu kenaikan harga produk akibat mahalnya chip, pasokan harus diperbanyak,” lanjut Chey.
Untuk mewujudkan hal tersebut, SK Group juga tengah mempertimbangkan pembangunan pabrik chip memori di Amerika Serikat. Dengan begitu, kapasitas produksi chip memori diharapkan dapat meningkat dan membantu menekan tekanan harga di pasar.
Baca Juga: Dari Nyaris Bangkrut, Kini SK hynix Jadi Raja Baru Chip Korea
Menurut kalian, apakah harga RAM dan storage saat ini memang sudah terasa terlalu mahal?













