Ngobrol dengan AI Berbulan-bulan, Ibu Tak Sadar Anak Sudah Meninggal

Author
Irham
Reading time:
July 17, 2026

Chatbot AI lagi-lagi menjadi perdebatan setelah muncul laporan dari China tentang seorang ibu lansia yang tanpa sadar rutin berbicara dengan kloning digital putranya yang sebenarnya telah meninggal dunia. Kasus ini langsung memancing kritik karena dinilai telah melewati batas penggunaan AI.

Ibu ngobrol dengan AI anak

Menurut laporan yang dikutip South China Morning Post, wanita berusia lebih dari 80 tahun itu memiliki penyakit jantung. Keluarganya memilih menyembunyikan kabar meninggalnya putra tunggal sang ibu akibat kecelakaan lalu lintas karena khawatir kondisi kesehatannya memburuk.

Kloning Digital AI, Dari Suara Hingga Wajah

Agar kebohongan itu tetap terjaga, cucunya menghubungi penyedia layanan AI. Foto, video, serta rekaman suara ayahnya diserahkan untuk membuat kloning digital yang mampu berbicara dan melakukan panggilan video layaknya orang asli.

Dalam setiap percakapan, AI tersebut mengatakan dirinya telah pindah ke kota lain sehingga belum bisa pulang. Sang ibu pun percaya sepenuhnya dan beberapa kali mengungkapkan rasa rindunya kepada sosok yang ia yakini sebagai anak kandungnya.

Baca Juga: Intel Starfire Dirilis, SoC 18A Khusus Buat di Luar Angkasa! • Jagat Review

AI itu kemudian menjawab layaknya seorang anak yang sedang merantau. Ia mengatakan sedang sibuk bekerja dan akan pulang setelah memiliki cukup uang untuk membahagiakan ibunya.

Penyedia layanan AI tersebut bahkan menyebut pekerjaannya sebagai cara untuk “menghibur orang yang masih hidup”. Namun, pernyataan itu justru memicu kritik karena banyak pihak menilai penggunaan AI untuk menutupi kematian anggota keluarga merupakan persoalan etika yang sangat serius.

Meski begitu, laporan ini juga belum dapat diverifikasi secara independen. Meski demikian, kisah tersebut memancing reaksi keras di media sosial, termasuk Reddit, dengan banyak pengguna yang menilai kebohongan seperti ini justru bisa melukai sang ibu lebih dalam ketika kebenaran akhirnya terungkap. Kalau menurut kalian, apakah penggunaan AI seperti ini bisa dibenarkan demi menjaga kondisi psikologis seseorang, atau justru sudah melewati batas etika?

Sumber

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

September 2, 2026 - 0

Review Lenovo IdeaPad Slim 3i (2026): Kencang? Irit? Uji Perdana Laptop Intel “Wildcat Lake”

Kalian harus tahu kalau selain “Core Ultra Series 3”, Intel…
August 11, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 535: Harga Terjangkau Tapi Sekencang Apa?

Ini Laptop Gaming terjangkau dan terbaru dari Axioo, dengan GPU…

Gaming

September 2, 2026 - 0

CD Projekt Red Bantu Developer yang Alami Pencurian Hardware di Gamescom 2026

CD Projekt Red menawarkan bantuan setelah hardware demo game milik…
September 2, 2026 - 0

Game NTE Diduga Membuat 2 Laptop Alienware Mati Total

Dua laptop Alienware dilaporkan mengalami korupsi EC setelah memainkan game…
September 2, 2026 - 0

AOC Luncurkan Monitor 5K Dual Mode 360 Hz AGON Ultra AGP277KXM

AOC rilis AGON Ultra AGP277KXM, tawarkan resolusi 5K 180 Hz…
September 2, 2026 - 0

ASRock Luncurkan Motherboard Terjangkau B550M Pro-A WiFi 6E Berbasis DDR4

ASRock hadirkan motherboard B550M Pro-A WiFi 6E yang ditujukan untuk…