SK hynix Investasi Rp600 Triliun untuk Pabrik Baru
Di tengah kelangkaan memori, SK hynix sudah setuju untuk menggelontorkan uang 54,3 triliun won atau lebih dari Rp676 triliun. Investasi sebesar itu akan digunakan untuk membangun dua fasilitas produksi chip memori baru di Korea Selatan, yakni di daerah Yongin dan Cheongju.

Secara mendetail, SK hynix akan menginvestasikan uang sebesar 35,2 triliun won untuk membangun fasilitas ekspansi pabrik Yongin “Y2”. Dengan uang sebesar itu, fasilitas tersebut direncanakan akan memiliki luas 1.130.000 meter persegi. Fasilitas ini akan lebih berfokus pada produksi high-bandwidth memory (HBM) serta produk DRAM generasi berikutnya.
Sementara itu, perusahaan asal Korea Selatan tersebut akan menggelontorkan uang sebesar 19,1 triliun won untuk fasilitas di Cheongju “M17”. Rencananya, fasilitas tersebut akan dibangun dengan luas 680.000 meter persegi. Fasilitas baru ini nantinya akan berfokus pada produksi memori NAND.
SK hynix mengutip perusahaan riset pasar Omdia sebagai alasan penambahan kedua fasilitas produksi tersebut. Menurut Omdia, permintaan memori diperkirakan tumbuh 19%. Agar bisa memenuhi kebutuhan komponen untuk perangkat AI, perusahaan akhirnya memutuskan untuk menambah kapasitas produksi.
“Investasi ini merupakan sebuah keputusan untuk mengambil kesempatan yang sejalan dengan kecepatan peningkatan pasar. Dengan secara aktif mengamankan kemampuan produksi, kami menargetkan untuk menjadikan diri kami sebagai rekan kunci di infrastruktur AI, berkontribusi ke stabilitas rantai pasokan semikonduktor AI global,” tulis SK hynix.
Baca Juga: Sandisk dan SK hynix Rilis Standar Spesifikasi HBF, Apa Itu?
Belum Beres dalam Waktu Dekat

Meski begitu, investasi tersebut belum akan memberikan tambahan kapasitas produksi dalam waktu dekat. Setidaknya masih butuh waktu lebih dari dua tahun sebelum fasilitas tersebut mulai beroperasi dan menambah kapasitas produksi.
Fasilitas di Yongin ditargetkan menyelesaikan cleanroom pertamanya pada Juni 2029, sementara fasilitas NAND M17 di Cheongju ditargetkan menyelesaikan cleanroom pada Desember 2028.
Artinya, kapasitas tambahan dari investasi baru ini masih membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum benar-benar berkontribusi pada pasokan chip memori. Hal ini juga menunjukkan bahwa produsen memori melihat tingginya permintaan chip bukan sekadar fenomena sementara. SK hynix sendiri menyebut pertumbuhan pasar memori saat ini sebagai transformasi struktural yang didorong oleh kebutuhan infrastruktur AI.
Baca Juga: CEO SK Hynix Beri Peringatan, Krisis Memori Terburuk Diprediksi Terjadi di 2027
Menurut kalian, harga RAM bakal mulai normal sebelum kapasitas produksi baru ini beroperasi?













