Apa Itu eSIM? Pengertian, Cara Kerja, dan Kelebihannya
Apa itu eSIM? Pertanyaan ini memang semakin sering muncul seiring banyaknya smartphone terbaru yang sudah mendukung teknologi tersebut. Kini, berbagai perangkat seperti iPhone, Samsung Galaxy, hingga sejumlah smartphone Android lainnya sudah dibekali fitur eSIM.
Menariknya, banyak smartphone yang sudah mendukung eSIM juga telah kompatibel dengan jaringan 5G. Meski sering hadir bersamaan, keduanya merupakan teknologi yang berbeda.
eSIM adalah kartu SIM digital yang tertanam langsung di dalam perangkat. Berbeda dengan kartu SIM biasa, eSIM tidak perlu dipasang atau dilepas secara fisik karena seluruh proses aktivasi dilakukan secara digital.
Di Indonesia, seluruh operator seluler besar, seperti Telkomsel, XL Axiata, hingga Indosat Ooredoo Hutchison sudah menyediakan layanan eSIM. Seiring semakin luasnya dukungan perangkat dan operator, teknologi ini pun mulai banyak digunakan.
Lalu, apa sebenarnya eSIM? Apa bedanya dengan kartu SIM biasa? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu eSIM?

eSIM merupakan singkatan dari Embedded SIM. Sesuai namanya, eSIM adalah kartu SIM yang sudah tertanam langsung di dalam perangkat. Jadi, pengguna tidak lagi memerlukan kartu SIM fisik untuk terhubung ke jaringan seluler.
Meski berbentuk digital, fungsi eSIM sama seperti SIM fisik. Teknologi ini tetap digunakan untuk menghubungkan smartphone ke jaringan operator sehingga pengguna bisa melakukan panggilan telepon, mengirim SMS, dan mengakses internet.
Sebagai contoh, jika kalian mengaktifkan eSIM dari XL Axiata, smartphone akan terhubung ke jaringan milik operator tersebut, sama seperti ketika menggunakan kartu SIM biasa.
Apa Bedanya eSIM dan SIM Fisik?

Setelah mengetahui apa itu eSIM, mari kita lihat perbedaannya dengan SIM fisik. Silakan lihat tabel berikut.
| SIM Fisik | eSIM |
| Berbentuk kartu | Tertanam di perangkat |
| Harus dipasang atau dilepas | Tidak perlu melepas kartu |
| Bisa rusak atau aus | Lebih aman karena tidak memiliki kontak fisik |
| Aktivasi dengan memasukkan kartu | Aktivasi melalui QR Code atau operator |
SIM fisik berbentuk kartu kecil yang harus dimasukkan ke slot SIM pada smartphone. Sementara itu, eSIM bukan berupa kartu, melainkan chip yang sudah tertanam di dalam perangkat. Untuk menggunakannya, pengguna cukup melakukan aktivasi melalui operator seluler.
Selain itu, SIM fisik juga bisa mengalami kerusakan setelah digunakan dalam waktu lama. Bagian pelat logamnya dapat aus akibat sering dilepas dan dipasang sehingga perangkat kesulitan membaca kartu. Karena tidak memiliki komponen yang sering dilepas-pasang, eSIM dinilai lebih awet dari sisi fisik.
Standar eSIM dikembangkan oleh GSMA dan kini telah digunakan oleh berbagai produsen smartphone serta operator seluler di seluruh dunia.
Baca Juga: Apakah 5G Boros Kuota? Ini Penjelasannya
Apa Kelebihan dan Kekurangan eSIM?
Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan eSIM yang perlu diketahui.
Kelebihan eSIM
1. Tidak perlu membuka SIM tray
Karena sudah tertanam di dalam perangkat, kalian tidak perlu lagi membuka SIM tray setiap kali ingin mengganti nomor atau mengaktifkan layanan operator.
2. Bisa menyimpan beberapa profil operator
Salah satu keunggulan eSIM adalah mampu menyimpan beberapa profil operator sekaligus. Jadi, kalian dapat berpindah nomor tanpa harus mengganti kartu SIM secara fisik. Jumlah profil yang bisa disimpan bergantung pada perangkat yang digunakan.
3. Cocok untuk traveling
Bagi yang sering bepergian ke luar negeri, eSIM bisa menjadi pilihan yang lebih praktis. Banyak operator internasional menyediakan paket eSIM yang dapat dibeli dan diaktifkan secara online sebelum berangkat, sehingga tidak perlu lagi membeli kartu SIM lokal saat tiba di negara tujuan.
4. Lebih praktis
Sebagian besar proses pengelolaan eSIM dilakukan secara digital. Selama operator mendukung layanan tersebut, aktivasi nomor baru maupun pergantian profil biasanya dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Baca Juga: Apa Bedanya 4G dan 5G?
Kekurangan eSIM
1. Belum semua smartphone mendukung
Meski semakin banyak smartphone yang mendukung eSIM, masih banyak perangkat, terutama di kelas entry-level, yang hanya menyediakan slot SIM fisik.
2. Layanan setiap operator berbeda
Operator seluler di Indonesia memang sudah menghadirkan layanan eSIM. Namun, proses aktivasi, syarat, maupun fitur yang tersedia bisa berbeda-beda di setiap operator.
3. Pindah perangkat bisa lebih rumit
Jika menggunakan SIM fisik, kalian cukup memindahkan kartu ke smartphone baru. Pada eSIM, proses perpindahan biasanya harus melalui penghapusan profil lama atau aktivasi ulang sesuai ketentuan operator.
4. Aktivasi bergantung pada operator
Setiap operator memiliki prosedur aktivasi yang berbeda. Ada yang menggunakan QR Code, sementara ada juga yang mengharuskan pengguna melakukan verifikasi terlebih dahulu.
Kesimpulan
eSIM memiliki fungsi yang sama dengan SIM fisik, yaitu menghubungkan perangkat ke jaringan seluler untuk melakukan panggilan telepon, mengirim SMS, dan mengakses internet. Perbedaannya, eSIM tidak lagi menggunakan kartu fisik karena seluruh informasi pelanggan tersimpan secara digital di dalam perangkat.
Perlu diketahui juga bahwa eSIM bukanlah teknologi pengganti jaringan 5G. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. eSIM menggantikan kartu SIM fisik, sedangkan 5G merupakan teknologi jaringan seluler generasi kelima yang menawarkan koneksi internet lebih cepat, latensi lebih rendah, dan kapasitas jaringan yang lebih besar.
Jadi sudah tahu kan apa itu eSIM?















