Apakah AI Bisa Belajar Sendiri? Ini Penjelasannya

Author
Deliusno
Reading time:
August 29, 2026

Apakah AI bisa belajar sendiri. AI bisa menjawab pertanyaan, membuat gambar, dan bahkan membuat code pemrograman (coding). Makin hari, AI memang terlihat makin pintar.

Lantas, kepada siapa AI sebenarnya belajar? Apakah AI bisa belajar sendiri? Sebenarnya, itu tergantung jenis AI dan apa yang dimaksud dengan belajar sendiri. Banyak model AI yang perlu dilatih manusia terlebih dahulu, tetapi ada sistem yang bisa terus belajar dari data atau pengalamannya.

Apa yang Dimaksud AI Belajar?

apakah ai bisa belajar sendiri

Bagaimana cara kalian belajar? Pada umumnya, manusia belajar dengan cara membaca, mengalami sesuatu atau pengalakan, mengingat, dan memahami materi. Sementara itu, AI belajar dengan mencari pola dari data. Jadi, memang berbeda cara belajar AI dan manusia ya.

Misalnya, AI diberikan ribuan gambar kucing dan anjing. AI kemudian bakal mencari pola yang membedakan keduanya. Setelah dilatih, AI jadi bisa mencoba menjawab, apakah gambar yang disodorkan berisi kucing atau anjing atau bukan keduanya.

Jika kalian ingin lebih jauh mempelajari AI, kalian bisa membaca artikel Apa Itu AI.

Apakah AI Bisa Belajar Sendiri?

apakah ai berbahaya

Jawabannya, tergantung apa yang dimaksud dengan “belajar sendiri”. Beberapa jenis AI memang bisa belajar dari data baru, pengalaman, atau hasil dari tindakan yang telah dilakukan. Namun, AI tidak belajar sendiri seperti manusia yang bisa tiba-tiba memutuskan ingin mempelajari sesuatu.

Manusia tetap berperan dalam membuat sistem, menentukan tujuan, menyediakan data, serta mengatur bagaimana AI belajar. Setelah itu, AI dapat mencari pola atau meningkatkan kemampuannya berdasarkan mekanisme yang sudah ditentukan.

Jadi, AI memang bisa terlihat seperti belajar sendiri. Akan tetapi, proses tersebut tetap berjalan dalam batas dan aturan yang dibuat manusia. AI tidak tiba-tiba bangun suatu hari dan memutuskan ingin belajar fisika atau memasak nasi goreng.

Baca Juga: Apakah AI Berbahaya? Ini Penjelasannya

Bagaimana Cara AI Belajar dari Data?

Google AI

Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya sedikit teknis. Biar tidak pusing, mari kita sederhanakan saja.

AI belajar dari data yang diberikan atau digunakan dalam proses pelatihannya. Dari data tersebut, AI akan mencari dan mulai membedakan berbagai pola yang ada. Berdasarkan pola tersebut, AI kemudian bisa membuat prediksi, mengevaluasi hasil, dan memperbaiki kemampuannya.

Sebagai contoh, AI bisa dilatih untuk mengenali e-mail spam. Awalnya, AI diberikan banyak contoh e-mail oleh manusia. Kemudian, AI akan mencari pola tertentu untuk membedakan mana e-mail yang berisi pesan sungguhan dan mana yang merupakan spam.

Setelah itu, AI mencoba mengklasifikasikan e-mail baru berdasarkan pola yang telah dipelajari. Jika sistem mendapatkan umpan balik, model dapat disesuaikan agar hasilnya menjadi lebih baik.

Apakah ChatGPT Bisa Belajar dari Percakapan Kita?

ChatGPT

Jawaban singkatnya, tidak secara langsung. Memberikan informasi kepada ChatGPT dalam sebuah percakapan tidak berarti model AI di balik layanan tersebut langsung mempelajari informasi tersebut dan menjadi lebih pintar. OpenAI sendiri menjelaskan bahwa percakapan pengguna dapat digunakan untuk membantu meningkatkan model, tergantung pada pengaturan data yang digunakan. Namun, hal tersebut merupakan proses pelatihan model dan berbeda dengan ChatGPT yang langsung belajar secara real-time dari satu percakapan.

ChatGPT memang bisa menggunakan informasi yang kalian berikan selama percakapan berlangsung. Misalnya, kalian memberitahu nama atau topik tertentu, kemudian ChatGPT dapat menggunakan informasi tersebut untuk memahami pertanyaan berikutnya. Namun, hal tersebut berbeda dengan proses melatih atau memperbarui model AI.

Gampangnya, ChatGPT bisa menggunakan informasi yang diberikan sebagai konteks percakapan. Akan tetapi, informasi tersebut tidak serta-merta membuat kemampuan dasar model langsung berubah atau mempelajari sesuatu yang baru.

Pengin tahu lebih banyak tentang LLM? Simak artikel kami tentang Apa Itu LLM.

Apakah AI Bisa Menjadi Semakin Pintar Sendiri?

apakah ai lebih pintar dari manusia

AI memang bisa meningkatkan kemampuannya dari data, pengalaman, atau feedback yang diterima. Dalam beberapa jenis AI, hasil dari sebuah tindakan juga dapat digunakan untuk membantu sistem menentukan tindakan yang lebih baik berikutnya.

Namun, hal tersebut bukan berarti AI bisa berkembang tanpa batas dan tiba-tiba menjadi semakin pintar dalam segala hal. AI tetap bekerja berdasarkan sistem, tujuan, dan mekanisme pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya.

Manusia juga tetap memiliki peran dalam proses tersebut. Manusia membuat sistem AI, menentukan tujuan yang ingin dicapai, serta menguji dan mengevaluasi hasil yang diberikan. Jadi, AI memang bisa meningkatkan kemampuannya dalam kondisi tertentu, tetapi prosesnya tetap berjalan dalam batas yang telah ditentukan.

Baca Juga: Apakah AI Bisa Berbohong? Ini Penjelasannya

Kesimpulan

Jadi, apakah AI bisa belajar sendiri? Jawabannya tergantung apa yang dimaksud dengan belajar sendiri. Beberapa jenis AI memang bisa belajar dari data, pengalaman, atau umpan balik untuk meningkatkan kemampuannya.

Namun, cara AI belajar berbeda dengan manusia. AI tidak tiba-tiba memutuskan ingin mempelajari suatu hal baru. Proses pembelajaran AI tetap membutuhkan sistem, data, tujuan, dan aturan yang telah ditentukan sebelumnya.

Selain itu, memberikan informasi kepada AI dalam sebuah percakapan juga tidak otomatis membuat model AI langsung mempelajari informasi tersebut. AI bisa menggunakan informasi tersebut sebagai konteks percakapan, tetapi hal itu berbeda dengan proses melatih atau memperbarui model.

Jadi, AI memang bisa terlihat seperti belajar sendiri. Akan tetapi, kemampuan tersebut tetap bekerja berdasarkan mekanisme yang dibuat dan ditentukan oleh manusia. Jadi, sudah tahu kan apakah AI bisa belajar sendiri?

Share
Tags:

Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 6, 2026 - 0

Review MSI Titan 18 HX Dragon Edition Draco Epic: Laptop Super Kencang Pengganti PC Desktop

Sudah nggak butuh PC Desktop kalau punya Laptop “Monster” yang…
October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…

Gaming

October 14, 2026 - 0

Ajazz AM5 Hadirkan Mouse Kompetitif Dengan Body Magnesium

Mouse gaming kompetitif Ajazz AM5 hadir berbeda dari mouse lainnya,…
October 14, 2026 - 0

ATK Luncurkan Blazing Sky Phantom, Mouse Esports Berbahan Carbon Fiber

ATK GEAR luncurkan mouse gaming Blazing Sky Phantom, menawarkan bobot…
October 14, 2026 - 0

NVIDIA RTX 5080 24GB Diprediksi Meluncur di Awal 2027

NVIDIA RTX 5080 dengan VRAM 24GB diprediksi akan meluncur pada…
October 14, 2026 - 0

No Man’s Sky Hadir di iPhone Dengan Ukuran di Bawah 5 GB

No Man’s Sky akan bawa konten update lengkap selama 10…