AWS Unlocking Indonesia’s AI Potential 2026: Melihat Potensi Adopsi AI di Indonesia
Jakarta, 6 Agustus 2026 – Sepanjang tahun 2026, AWS (Amazon Web Services) mengungkap bahwa adopsi AI di Indonesia terus meningkat di berbagai sektor bisnis. Bahkan, beberapa sudah mulai menempatkan adopsi AI sebagai prioritas tertinggi. Meski begitu, masih ada beberapa keterbatasan dari segi SDM yang membuat beberapa bisnis kesulitan dalam mengadopsi AI.

Riset AWS Terhadap Adopsi AI di Indonesia
Menurut laporan AWS di tahun 2026, 40% bisnis di Indonesia telah mengadopsi AI, naik dari 28% di tahun sebelumnya. Secara jumlah, lebih dari 26 juta bisnis di Indonesia sudah mulai memanfaatkan AI dalam operasionalnya.
Dari riset yang dilakukan AWS terhadap 1000 anggota masyarakat umum dan 1000 pemimpin bisnis, 75% bisnis yang mengadopsi AI melaporkan peningkatan produktivitas, sementara 73% yakin AI akan mempercepat pertumbuhan bisnis mereka. AI agentik bahkan menunjukkan nilai lebih tinggi, di mana 84% pengadopsinya mencatat peningkatan produktivitas setelah memanfaatkan AI agentik.

Di antara beberapa sektor bisnis, jasa keuangan dan layanan kesehatan menjadi sektor yang paling banyak mengintegrasikan AI. Salah satu contoh di sektor jasa keuangan adalah hibank yang sudah memanfaatkan Kiro, layanan coding AI agentik milik AWS untuk melakukan modernisasi sistem BNPL (buy now pay later). Di sektor kesehatan, ada Rey yang mengembangkan Olvo AI di Amazon Bedrock untuk otomatisasi proses klaim dan layanan kesehatan terpadu dalam skala besar.
Meski tren adopsi AI terlihat positif, sebanyak 56% bisnis masih berada pada tahap awal eksplorasi dan eksperimen. Dari berbagai tantangan dalam mengadopsi AI, kurangnya keterampilan AI menjadi salah satu tantangan utama yang menghambat adopsi AI di suatu bisnis.
Baca Juga: Aturan Baru Uni Eropa Soal Transparansi AI • Jagat Review
AWS menilai Indonesia punya peluang yang besar dalam pemanfaatan AI di berbagai sektor bisnis. Kemajuan teknologi membuat bisnis yang masih memanfaatkan AI secara terbatas bisa mengembangkan penggunaan AI secara lebih mendalam. Saat pemanfaatan AI sudah masuk dalam skala besar dan manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak, bukan tidak mungkin Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekonomi digital terdepan di Asia Tenggara.












