Samsung Pakai AI Claude Code Untuk Bantu Desain Chip: Lebih Cepat, Tapi Masih Ada Error
Samsung mulai memakai AI untuk membantu merancang dan memverifikasi chip, dan hasil awalnya cukup ekstrem. Lewat Claude Code buatan Anthropic, pekerjaan engineering yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu dilaporkan bisa dipangkas menjadi hitungan hari. Bahkan, ada proyek yang biasanya memakan lebih dari sebulan tetapi selesai hanya dalam sekitar dua hari.

Skenario Samsung Gunakan AI Claude Code
Di sini, divisi System LSI Samsung menggunakan Claude Code untuk menangani berbagai pekerjaan dalam proses pengembangan semikonduktor. Salah satu contohnya adalah verifikasi koneksi data internal pada sebuah custom SoC yang memiliki dokumentasi tidak standar. Masalahnya makin rumit karena desain RTL untuk DRAM controller belum tersedia saat proses verifikasi dimulai.
TIdak perlu menunggu seluruh desain selesai, engineer memanfaatkan Claude Code untuk membuat lingkungan virtual verification. AI tersebut juga membantu menyiapkan placeholder block sebagai pengganti RTL yang belum tersedia, kemudian membuat berbagai skenario pengujian. Hasilnya, pekerjaan yang biasanya membutuhkan lebih dari satu bulan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari.
Kasus lain datang dari seorang engineer tahun kedua yang memakai Claude Code untuk membuat model perangkat USB pada emulator sekaligus mengadaptasi Android driver. Pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan itu dilaporkan selesai hanya dalam satu hari.
Namun, Claude Code masih bisa salah memahami instruksi, bahkan ketika digunakan untuk pekerjaan yang sangat sensitif seperti desain chip. Dalam salah satu kasus, AI justru mengubah klasifikasi sebuah error menjadi pesan informasi, bukan memperbaiki masalah yang memicu error tersebut.
Kesalahan lain bahkan lebih berisiko. Saat diminta membalikkan sebuah fitur, Claude Code ikut membatalkan pekerjaan lain yang sebenarnya sudah selesai dan tidak berkaitan dengan permintaan tersebut. AI itu juga sempat mencoba mengubah kode RTL circuit yang berada di luar bagian yang diizinkan untuk disentuh.
Baca Juga: LG Siapkan Robot Humanoid dengan NVIDIA, Bakal Debut 2027 • Jagat Review
Artinya, Samsung belum bisa membiarkan AI bekerja sendirian dalam proses pengembangan chip. Engineer tetap harus memeriksa hasil Claude Code satu per satu sebelum perubahan tersebut diterapkan ke desain yang lebih luas.
Meski begitu, dampaknya terhadap produktivitas cukup menarik. Divisi System LSI Samsung memiliki sekitar 6.000 karyawan, jauh lebih sedikit dibandingkan Qualcomm yang memiliki sekitar 52.000 karyawan, sehingga pemakaian AI berpotensi membantu Samsung mengimbangi kebutuhan pengembangan tanpa harus sekadar menambah jumlah engineer.
Menariknya, kasus Samsung ini juga memperlihatkan posisi AI dalam industri semikonduktor dengan cukup jelas. AI bukan sekadar alat untuk menulis kode lebih cepat, tetapi sudah mulai dipakai untuk pekerjaan yang berhubungan langsung dengan proses verifikasi desain chip.
Namun meskipun AI dengan bagian inti desain hardware, kesalahan yang dibuatnya juga masih sangat beresiko bahkan lebih tinggi dari pekerjaan manusia. Jadi, untuk saat ini Claude Code mungkin bisa membuat pekerjaan engineer Samsung jauh lebih cepat, tetapi keputusan terakhir masih tetap berada di tangan manusia.













