Samsung Pakai AI Claude Code Untuk Bantu Desain Chip: Lebih Cepat, Tapi Masih Ada Error

Author
Irham
Reading time:
August 16, 2026

Samsung mulai memakai AI untuk membantu merancang dan memverifikasi chip, dan hasil awalnya cukup ekstrem. Lewat Claude Code buatan Anthropic, pekerjaan engineering yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu dilaporkan bisa dipangkas menjadi hitungan hari. Bahkan, ada proyek yang biasanya memakan lebih dari sebulan tetapi selesai hanya dalam sekitar dua hari.

Samsung Claude Code

Skenario Samsung Gunakan AI Claude Code

Di sini, divisi System LSI Samsung menggunakan Claude Code untuk menangani berbagai pekerjaan dalam proses pengembangan semikonduktor. Salah satu contohnya adalah verifikasi koneksi data internal pada sebuah custom SoC yang memiliki dokumentasi tidak standar. Masalahnya makin rumit karena desain RTL untuk DRAM controller belum tersedia saat proses verifikasi dimulai.

TIdak perlu menunggu seluruh desain selesai, engineer memanfaatkan Claude Code untuk membuat lingkungan virtual verification. AI tersebut juga membantu menyiapkan placeholder block sebagai pengganti RTL yang belum tersedia, kemudian membuat berbagai skenario pengujian. Hasilnya, pekerjaan yang biasanya membutuhkan lebih dari satu bulan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua hari.

Kasus lain datang dari seorang engineer tahun kedua yang memakai Claude Code untuk membuat model perangkat USB pada emulator sekaligus mengadaptasi Android driver. Pekerjaan yang biasanya membutuhkan waktu sekitar satu bulan itu dilaporkan selesai hanya dalam satu hari.

Namun,  Claude Code masih bisa salah memahami instruksi, bahkan ketika digunakan untuk pekerjaan yang sangat sensitif seperti desain chip. Dalam salah satu kasus, AI justru mengubah klasifikasi sebuah error menjadi pesan informasi, bukan memperbaiki masalah yang memicu error tersebut.

Kesalahan lain bahkan lebih berisiko. Saat diminta membalikkan sebuah fitur, Claude Code ikut membatalkan pekerjaan lain yang sebenarnya sudah selesai dan tidak berkaitan dengan permintaan tersebut. AI itu juga sempat mencoba mengubah kode RTL circuit yang berada di luar bagian yang diizinkan untuk disentuh.

Baca Juga: LG Siapkan Robot Humanoid dengan NVIDIA, Bakal Debut 2027 • Jagat Review

Artinya, Samsung belum bisa membiarkan AI bekerja sendirian dalam proses pengembangan chip. Engineer tetap harus memeriksa hasil Claude Code satu per satu sebelum perubahan tersebut diterapkan ke desain yang lebih luas.

Meski begitu, dampaknya terhadap produktivitas cukup menarik. Divisi System LSI Samsung memiliki sekitar 6.000 karyawan, jauh lebih sedikit dibandingkan Qualcomm yang memiliki sekitar 52.000 karyawan, sehingga pemakaian AI berpotensi membantu Samsung mengimbangi kebutuhan pengembangan tanpa harus sekadar menambah jumlah engineer.

Menariknya, kasus Samsung ini juga memperlihatkan posisi AI dalam industri semikonduktor dengan cukup jelas. AI bukan sekadar alat untuk menulis kode lebih cepat, tetapi sudah mulai dipakai untuk pekerjaan yang berhubungan langsung dengan proses verifikasi desain chip.

Namun meskipun AI dengan bagian inti desain hardware, kesalahan yang dibuatnya juga masih sangat beresiko bahkan lebih tinggi dari pekerjaan manusia. Jadi, untuk saat ini Claude Code mungkin bisa membuat pekerjaan engineer Samsung jauh lebih cepat, tetapi keputusan terakhir masih tetap berada di tangan manusia.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

October 1, 2026 - 0

Review ASUS TUF Gaming 16 (FX610JH): Laptop Gaming Paling Worth It dari TUF?

Butuh laptop gaming yang cocok dipakai buat kerja sampai kuliah?…
September 25, 2026 - 0

Review Axioo Hype 5 AMD X6-11: Prosesor Kenceng, RAM 16 GB LPDDR5, Harga Rp 8 Jutaan?

Ini adalah laptop thin and light terbaru dari Axioo yang…
September 23, 2026 - 0

Review ADVAN Air Neo: ADVAN Punya Laptop Super Ringan?

Ini adalah laptop Ultra Thin – Ultra Light terbaru dari…
September 7, 2026 - 0

Podcast: Axioo Pakai “ODM Sampah”? ini Penjelasannya!

Harga RAM naik. Harga SSD naik. Nilai tukar Dolar naik.…

Gaming

October 3, 2026 - 0

PowerA Luncurkan Controller Switch 2 Bertema Ditto Dari Pokemon

PowerA hadirkan controller bertema Pokemon Ditto untuk Switch 2, dilengkapi…
October 3, 2026 - 0

Razer Hadirkan Huntsman V3 Pro Mini 8KHz, Keyboard Gaming yang Mudah Dibawa

Razer Huntsman V3 Pro Mini 8KHz hadirkan keyboard gaming kompetitif…
October 3, 2026 - 0

Sony Siapkan Frame Generation QSSR Untuk PlayStation 5

Sony akhirnya berikan fitur frame generation pada PS5 standar, dengan…
October 3, 2026 - 0

AOC Luncurkan AGON PRO AGP257FT, Monitor Gaming IPS Kompetitif 1000 Hz

AGON PRO AGP257FT menjadi monitor gaming perdana AOC yang menawarkan…