BYD Jelaskan Cara Kerja Teknologi Dual Mode di M6 DM, Motor Listrik Jadi Penggerak Utama
Tangerang, 5 Agustus 2026 – BYD memanfaatkan ajang GIIAS 2026 untuk menjelaskan lebih dalam teknologi Dual Mode (DM) yang digunakan pada lini kendaraan plug-in hybrid EV (PHEV) mereka, khususnya BYD M6 DM. Teknologi ini dirancang agar motor listrik menjadi sumber penggerak utama, sementara mesin bensin hanya bekerja ketika diperlukan untuk meningkatkan efisiensi maupun menambah performa.

Motor Listrik Tetap Jadi Penggerak Utama
Dalam presentasinya, BYD menjelaskan bahwa keluarga Dual Mode terdiri dari tiga varian. DM-i (Intelligent) berfokus pada efisiensi, DM-p (Powerful) mengutamakan performa, sedangkan DMO (Off-Road) ditujukan untuk kendaraan yang dirancang menghadapi medan berat.

Pada BYD M6 DM yang menggunakan platform DM-i, kendaraan akan bergerak sepenuhnya menggunakan motor listrik saat baterai masih berada pada kisaran 25-100 persen. Dalam mode ini, mobil diklaim mampu menempuh jarak hingga sekitar 110 km tanpa bantuan mesin bensin.
Baca Juga: BYD Kenalkan Teknologi DM 5.0, Hybrid yang Senyap dan Super Irit
Ketika kapasitas baterai mulai berkurang atau kebutuhan tenaga meningkat, sistem akan beralih ke mode hybrid secara otomatis. Pada kondisi beban ringan, mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai, sedangkan roda tetap digerakkan motor listrik. Saat membutuhkan akselerasi lebih besar, mesin bensin dan motor listrik akan bekerja bersama menggerakkan roda, sementara pada kecepatan tinggi yang stabil mesin bensin dapat langsung menggerakkan roda sekaligus mengisi baterai.

BYD menegaskan konsep tersebut membuat motor listrik tetap menjadi penggerak utama kendaraan. Platform DM-i sendiri terdiri atas Dedicated Hybrid Engine, motor listrik EHS, Blade Battery, serta AC/DC On-board Charger yang saling terintegrasi dalam satu sistem.
Menurut BYD, teknologi Dual Mode dikembangkan untuk menjadi solusi di tengah kebutuhan efisiensi bahan bakar tanpa mengorbankan kenyamanan maupun keandalan kendaraan saat digunakan sehari-hari.
Perusahaan juga mengungkapkan bahwa BYD M6 DM telah menerima sekitar 4.000 pesanan dan pengiriman unit kepada konsumen kini dilakukan secara bertahap. BYD menyatakan M6 DM kini sudah diproduksi di Indonesia dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) lebih dari 40 persen, menggunakan fasilitas produksi yang sama juga digunakan untuk model lain seperti Atto 1, M6, dan lainnya.
BYD Jawab Kekhawatiran Soal Mesin dan Baterai
Dalam sesi tanya jawab bersama media, BYD turut menjawab kekhawatiran mengenai mesin bensin yang jarang digunakan karena kendaraan lebih sering berjalan menggunakan tenaga listrik. Menurut perusahaan, hingga saat ini belum ditemukan masalah pada kendaraan yang digunakan di China selama beberapa tahun. BYD menjelaskan mesin memiliki mekanisme pelumasan dengan menyemprotkan oli saat kendaraan berjalan sehingga tidak bergantung pada proses pemanasan mesin seperti kendaraan konvensional.
BYD juga menilai bensin tidak akan mengalami oksidasi selama kendaraan tetap digunakan secara rutin. Meski mesin bensin jarang aktif, pergerakan mobil sehari-hari disebut sudah cukup untuk menghindari masalah tersebut. Meski begitu itu pengecekan berkala tetap dibutuhkan untuk memastikan performa tetap optimal.
Menjawab pertanyaan mengenai biaya baterai, BYD tidak mengungkapkan harga komponen tersebut. Perusahaan menekankan baterai telah dilindungi garansi selama delapan tahun, sehingga diharapkan tidak menjadi beban biaya bagi konsumen. BYD juga menyebut sudah banyak perusahaan asuransi yang menawarkan perlindungan untuk baterai, serta hingga saat ini belum ada laporan penggantian baterai secara mandiri dari pengguna.













