Perjalanan Sharp Selama 56 Tahun di Tanah Air, Hadirkan Produk dan Layanan untuk Masyarakat Indonesia
Selama 56 tahun berdiri, Sharp Indonesia telah menghadirkan berbagai produk elektronik bagi masyarakat Indonesia. Ini bukan perjalanan singkat dan mudah, banyak yang telah dilalui untuk mencapai titik tersebut.

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia memaparkan sepak terjang mereka di acara launching kampanye “Every Customer Matters”. Andry menjelaskan bahwa perjalanan mereka di Indonesia dimulai pada tahun 1969, saat PT Yasonta mulai berdiri. Di tahun berikutnya, mereka memulai operasional dan memulai produksi TV hitam putih pertama di tahun setelahnya.
Tiga tahun berselang, mereka mendirikan pabrik untuk memproduksi Radio Cassette dan kulkas. 34 tahun kemudian, mereka mulai memproduksi mesin cuci di Tanah Air. Pada akhirnya, di tahun 2023, mereka meresmikan pabrik Air Conditioner di Indonesia. “Sharp tidak sekedar hadir di Indonesia, namun ikut tumbuh bersama Indonesia dari masa ke masa, melangkah maju ke depan”, tutur Andry.
Filosofi yang Dianut Sharp

Andry juga menyebut bahwa Sharp menganut filosofi Jepang, yakni Takumi dan Omotenashi. Takumi merepresentasikan keahlian, ketelitian, dan komitmen terhadap kualitas dalam menciptakan produk. Sementara Omotenashi adalah Takumi merepresentasikan keahlian, ketelitian, dan komitmen terhadap kualitas dalam menciptakan produk.
Baca Juga: Sharp Perkenalkan Lini Smart TV Mini LED Terbaru Mereka, AQUOS MiniLED JP7000 Series
Kedua filosofi itu dipertemukan dengan nilai yang selama ini dianut, “Sincerity and Creativity”. Sincerity menjadi landasan untuk memahami dan melayani dengan tulus, sementara Creativity mendorong perusahaan untuk terus berinovasi dan menciptakan kemajuan. Eksistensi mereka selama setengah abad lebih menjadikan mereka tak hanya sekedar hadir, namun juga tumbuh bersama Indonesia.
Di tahun 2026, Sharp Indonesia tengah berfokus memperkuat pasar domestik sekaligus membangun pengalaman dan hubungan jangka panjang dengan konsumen melalui kampanye “Every Customer Matters”. “Kampanye ini menjadi bentuk komitmen untuk menempatkan pelanggan dan manusia sebagai pusat dari perjalanan perusahaan.” ujar Andry.
















