GoPro Merger dengan Starman Optical, Mulai Bidik Bisnis AI
Meski rutin merilis produk kamera aksi, GoPro sebenarnya tengah menghadapi masalah keuangan dan terlilit utang. Untungnya, jalan keluar dari masalah tersebut tampaknya sudah mulai terlihat. GoPro telah mencapai kesepakatan untuk merger dengan perusahaan bernama Starman Optical dengan nilai transaksi 285 juta dolar AS atau sekitar Rp4,7 triliun.
Kesepakatan merger ini diumumkan GoPro pada 1 September 2026. Menariknya, saat transaksi ini selesai, GoPro akan tetap menjadi perusahaan publik dan sahamnya tetap tercatat di Nasdaq.
Utang GoPro Akan Dilunasi

Dalam kesepakatan merger tersebut, pemegang saham GoPro akan menerima 1,14 dolar AS tunai per sahamnya dengan total 285 juta dolar AS tadi. Para pemegang saham juga akan tetap memiliki sekitar 10 persen saham perusahaan ketika transaksi selesai.
Sementara itu, utang GoPro yang saat ini mencapai 92 juta dolar AS akan dilunasi ketika transaksi ditutup. Dengan begitu, salah satu masalah keuangan yang dihadapi oleh GoPro akan selesai.
GoPro sendiri menargetkan transaksi ini selesai pada akhir 2026. Transaksi ini sendiri sudah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi GoPro dan Starman. Namun, merger masih membutuhkan persetujuan pemegang saham GoPro serta sejumlah persetujuan regulator.
GoPro Tetap Bikin Kamera Aksi
Setelah proses merger selesai, GoPro tetap akan mendukung penuh konsumer produk seperti sekarang ini. Itu artinya, perusahaan tersebut tetap akan menjalankan bisnisnya seperti biasa, termasuk tetap membuat kamera aksi, platform subscription, dan layanan cloud GoPro.
Menariknya, GoPro juga akan mengembangkan bisnisnya. Salah satu teknologi yang dibawa oleh Starman Optical adalah optical transceiver, perangkat yang digunakan untuk mengirimkan data melalui koneksi optik berkecepatan tinggi. Teknologi ini dinilai penting untuk infrastruktur data center yang menjalankan AI. Karena itu, GoPro nantinya ingin masuk lebih jauh ke pasar infrastruktur AI melalui produk optical transceiver bikinan Starman.
GoPro juga akan memanfaatkan pengalaman dan teknologi yang dimilikinya di bidang kamera, optik, serta imaging untuk memasuki pasar lain. Beberapa sektor yang disebut adalah pertahanan, pemerintahan, robotika, dan aerospace. Wah, jadi luas banget ya.
Nama Starman Optical mungkin masih terdengar asing. Wajar saja, perusahaan tersebut ternyata baru didirikan pada 31 Agustus 2026 alias satu hari sebelum proses merger ini diumumkan.
Starman Optical merupakan bagian dari Starman Holding, sebuah perusahaan induk yang memiliki bisnis di berbagai sektor, termasuk teknologi dan merek konsumer, seperti Incase, Incipio, dan Griffin. Untuk bisnis fotoniknya, Starman menjalankan Starman New Photonics, yang didirikan pada 2024 dan berfokus pada produksi optical transceiver untuk kebutuhan data center dan AI.
Baca Juga: Video Hands-On DJI Osmo Pocket 4 Mulai Beredar, Tanda Peluncuran Semakin Dekat
Bagaimana menurut kalian tentang merger ini?















