Komdigi Tandatangani MoU 6G dengan India
Indonesia dan India sepakat menjajaki kerja sama riset 6G, di tengah pengembangan 4G dan 5G yang masih terus berjalan. Kerja sama tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) di bidang teknologi dan layanan telekomunikasi.

Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi India Jyotiraditya M Scindia menyepakati penandatanganan MoU tersebut. Pembahasannya mencakup riset 4G dan 5G, penjajakan 6G, hingga teknologi masa depan seperti quantum technology dan komunikasi nirkabel mutakhir.
Siapa yang Bakal Jadi Pengguna 6G di Indonesia?
Kalau pertanyaannya siapa yang bakal memakai 6G, jawabannya belum mengarah ke pengguna smartphone dalam waktu dekat. Kerja sama ini masih berada pada tahap riset, pengembangan teknologi, peningkatan kemampuan SDM, dan penjajakan penerapan.
Indonesia dan India juga bakal membuka kerja sama bagi akademisi, peneliti, industri, serta perusahaan teknologi dan telekomunikasi. Mereka dapat terlibat dalam riset bersama, pengembangan proyek, pelatihan, hingga kerja sama bisnis.
Ada pula pembahasan kalau 6G ini bisa dipakai untuk komunikasi darurat untuk menghadapi bencana. Kedua negara bakal mengeksplorasi sistem komunikasi yang bisa membantu menjaga konektivitas ketika terjadi krisis atau bencana alam.
Baca Juga: Saat Harga GPU Mahal, Orang Ini Malah Dapat 12 RTX 3070 Gratis!
Untuk menjaga program tetap berjalan, Indonesia dan India bakal membentuk Indonesian-Indian Telco Dialogue yang digelar setiap tahun secara bergantian. Forum tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi program, membahas kendala, dan menyusun kerja sama berikutnya. Jadi, belum ada layanan 6G yang langsung bisa dipakai konsumen, melainkan kerja sama untuk menyiapkan teknologi dan kemampuan yang dibutuhkan ketika generasi jaringan tersebut dikembangkan.
MoU berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan dan bisa diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua negara. Untuk sekarang, 6G di Indonesia masih soal menyiapkan teknologinya terlebih dahulu, sebelum nantinya benar-benar bicara soal siapa yang bakal menggunakannya.













