Meta Perkenalkan Muse, Agen AI yang Bisa Kerjakan Tugas Pengguna
Meta tampak makin serius “bermain” di industri Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Perusahaan tersebut resmi memperkenalkan Muse, sebuah Agen AI personal yang dirancang bukan sekadar untuk menjawab pertanyaan, tetapi juga mengerjakan berbagai tugas harian pengguna.
Muse Bisa Kirim Email hingga Pesan Tiket

Kebanyakan chatbot berbasis AI yang ada memang hanya seputar layanan yang menjawab prompt dari pengguna. Memang pada perkembangannya, layanan seperti ChatGPT dan Google Gemini sudah bisa digunakan untuk keperluan lebih luas, seperti membuat gambar dan bahkan musik. Sementara itu, Muse bikinan Meta ini lebih berfokus mengerjakan pekerjaan yang diminta oleh pengguna.
Muse dapat melakukan sejumlah pekerjaan, seperti mengirim email, memesan tiket perjalanan, mengisi formulir, membuat rencana, hingga melakukan pembelian. Menariknya, Muse diklaim dapat mengerjakan tugas yang kompleks sekalipun. Sebagai contoh, kalian meminta saran rencana perjalanan. Nantinya, Agen AI ini dapat membuka browser sendiri, mengisi formulir, hingga melakukan beberapa langkah secara otomatis. Intinya, AI ini dapat menentukan sendiri langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas yang diminta.
Agar bisa mengerjakan berbagai tugas dengan data yang sensitif, Muse harus terhubung dan mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pengguna. Untuk tugas tertentu, Muse juga tetap akan meminta persetujuan pengguna sebelum melakukan tindakan sensitif, seperti mengirim email atau melakukan pembelian.
Kalian juga dapat menentukan aplikasi apa saja yang terhubung ke Muse. Ada beberapa aplikasi yang sudah terintegrasi secara bawaan, seperti Instagram, Facebook, Gmail, Google Calendar, dan Shopify.
Menariknya, Muse juga memiliki kemampuan untuk mengingat hal-hal yang dianggap penting bagi pengguna. Meta memberikan contoh ketika pengguna menyimpan sebuah resep dari Instagram. Muse dapat mengubah resep tersebut menjadi daftar belanja dan bahkan mempertimbangkan preferensi makanan teman pengguna ketika membantu menyiapkan undangan pesta.
Baca Juga: WhatsApp Mulai Uji Coba Fitur Scam Alert Ke Pengguna Beta
Ditopang Muse Spark

Di balik Muse terdapat model AI bernama Muse Spark, yang dikembangkan Meta untuk menangani pekerjaan berbasis agentic AI. Meta sebelumnya memperkenalkan Muse Spark 1.3 pada awal September.
Model tersebut dirancang untuk menangani pekerjaan dengan durasi lebih panjang, menggunakan berbagai tools, membuat konteks sendiri dari sumber yang berbeda, serta memperbaiki rencana ketika menemukan informasi yang kurang atau bertentangan.
Kemampuan Muse untuk mengakses berbagai aplikasi tentu membuat masalah keamanan dan privasi menjadi sangat penting. Untuk itu, Meta membuat sistem bernama Muse Secure VM. Pada dasarnya, setiap Muse berjalan di sebuah mesin virtual khusus di cloud yang menjadi tempat AI, data pengguna, serta kredensial layanan yang terhubung disimpan.
Meta juga menempatkan agen kedua bernama Sentinel pada sistem tersebut. Sentinel bertugas mengawasi tindakan Muse dan memastikan koneksi ke internet hanya dilakukan setelah mendapatkan persetujuan yang diperlukan.
Untuk tahap awal, Muse mulai tersedia di Amerika Serikat melalui aplikasi Muse di iOS dan Android serta melalui WhatsApp. Meta juga berencana menghadirkannya ke perangkat AI glasses perusahaan di masa mendatang. Meta menyebut Muse akan tersedia secara gratis untuk sebagian besar kebutuhan. Sementara pengguna yang membutuhkan kemampuan lebih dapat menggunakan paket berlangganan.
Baca Juga: Fitur Baru WhatsApp Web, Bisa Video Call!
Jika sudah tersedia di Indonesia, apakah kalian tertarik menggunakan Agen AI ini?











