Teknologi Pendingin Ini Ubah Panas Prosesor Jadi Efek Pendinginan
Panas dari prosesor biasanya hanya dibuang lewat heatsink, kipas, atau sistem liquid cooling. Namun, peneliti dari Jerman dan Jepang kini mengembangkan teknologi pendingin yang justru memanfaatkan panas untuk menghasilkan efek pendinginan.
Teknologi Pendingin TiNi
Peneliti dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT) dan University of Tsukuba menggunakan dua film shape-memory alloy, yaitu TiNi sebagai aktuator dan TiNiFe sebagai material pendingin. Saat TiNi dipanaskan, material tersebut berkontraksi dan meregangkan TiNiFe, lalu proses pelepasan tegangan pada TiNiFe menghasilkan efek dingin.
Baca Juga: Robot Vacuum Cleaner Bongkar Perselingkuhan! • Jagat Review
Yang menarik, sumber panasnya tidak harus berasal dari listrik. Dalam pengujian, sistem tetap bekerja ketika TiNi dipanaskan menggunakan sumber panas eksternal bersuhu 130 derajat Celsius dan menghasilkan rentang suhu 2,2 Kelvin pada perangkat.
Konsep ini berpotensi menarik untuk perangkat elektronik karena panas dari CPU, GPU, atau komponen lain secara teori dapat dimanfaatkan kembali untuk membantu proses pendinginan. Artinya, sebagian energi yang biasanya terbuang sebagai panas bisa dipakai untuk menjalankan mekanisme pendingin.
Masih Tahap Prototipe
Namun, pengguna PC dan laptop masih harus menunggu cukup lama sebelum teknologi ini bisa menggantikan heatsink, kipas, atau liquid cooling. Prototipe saat ini hanya menghasilkan 2,09 mW daya pendinginan, jauh dari kebutuhan prosesor modern.
Tim peneliti masih berusaha meningkatkan kapasitas dengan menghubungkan lebih banyak film secara paralel. Jika skalanya berhasil diperbesar, teknologi ini berpotensi menjadi salah satu cara baru untuk memanfaatkan panas perangkat elektronik, terutama pada sistem dengan beban tinggi seperti GPU dan server AI.













