RTX 5090 Dimodifikasi Jadi 96GB, Harganya Sekitar Rp68 Jutaan
GeForce RTX 5090 memang sudah menjadi salah satu GPU konsumen paling kencang NVIDIA. Namun, sebuah perusahaan asal China mencoba membuatnya lebih menarik untuk kebutuhan AI dengan modifikasi yang cukup ekstrem, yaitu meningkatkan kapasitas VRAM menjadi 96GB.
GPU modifikasi tersebut ditawarkan Shenzhen Suqiao Intelligent Technology melalui Alibaba dengan harga USD 3.888 atau sekitar Rp 68,43 juta. Kapasitas memorinya mencapai tiga kali lipat dibanding RTX 5090 standar yang dibekali 32GB GDDR7.

Menariknya, harga tersebut justru lebih rendah dibanding sejumlah RTX 5090 standar di pasar Amerika Serikat. Beberapa penjual lain di Alibaba juga menawarkan RTX 5090 96GB dengan harga sekitar USD 5.900.
Suqiao sendiri bukan sekadar penjual anonim. Perusahaan OEM/ODM asal Shenzhen ini disebut sudah lebih dari 10 tahun memproduksi kartu grafis, motherboard, dan server.
Baca Juga: Tak Hanya Di Game, DLSS 5 Ternyata Bisa untuk Apapun yang Tampil di Layar
RTX 5090 VRAM 96GB Secara Teknis Bisa
RTX 5090 menggunakan GPU GB202 dari arsitektur Blackwell. GPU yang sama juga digunakan RTX Pro 6000 Blackwell, yang memang tersedia dengan 96GB GDDR7.
Karena itu, secara teknis GB202 memang memungkinkan penggunaan VRAM sebesar 96GB. Salah satu cara yang mungkin digunakan adalah PCB khusus dengan konfigurasi clamshell, sehingga chip memori bisa dipasang di kedua sisi PCB.
Namun, sepertinya ada kesalahan spesifikasi yang dicantumkan di halaman Alibaba. Penjual menyebut GPU tersebut menggunakan GDDR6X dengan kecepatan 14 Gbps. Padahal, GDDR6X umumnya beroperasi pada kisaran 19–24 Gbps. Kecepatan 14 Gbps justru lebih identik dengan GDDR6.
Kapasitas memorinya juga menimbulkan pertanyaan. Chip GDDR6X dari Micron yang disebut dalam laporan memiliki kapasitas 16Gb atau 2GB per chip. Dengan konfigurasi clamshell, kapasitas maksimalnya hanya sekitar 48GB, bukan 96GB.
Artinya, ada kemungkinan informasi spesifikasi pada listing tersebut tidak akurat, atau kartu yang dijual menggunakan konfigurasi memori berbeda dari yang dituliskan.
Firmware Jadi Bagian Penting
Selain mengganti PCB dan chip memori, GPU seperti ini membutuhkan modifikasi firmware agar sistem bisa mengenali kapasitas VRAM yang lebih besar.
Modifikasi firmware bukan hal baru. RTX 4090 24GB sebelumnya sudah pernah berhasil dimodifikasi menjadi 48GB dan digunakan sebagai GPU untuk menjalankan beban kerja AI.
Dari sisi harga, penawaran Suqiao cukup agresif. Harga sekitar Rp68,43 juta jauh lebih rendah dibanding RTX Pro 6000 Blackwell 96GB yang setelah kenaikan harga terbaru dibanderol NVIDIA mulai sekitar USD16.000 atau Rp281,6 juta.
RTX 5090 96GB ini tentu menarik bagi pengguna AI karena menawarkan kapasitas VRAM yang sangat besar dengan harga yang jauh lebih rendah. Namun, GPU tersebut belum bisa dianggap sepenuhnya terverifikasi. Kemampuan kartu tersebut masih perlu dibuktikan melalui pengujian langsung.











