Review Samsung Odyssey OLED G8 (G80SH): Spek Premium, Tahan Burn-In, Fitur Lengkap dan Mewah

Monitor gaming Penta Tandem QD-OLED langsung dari yang bikin panelnya! Ya, ini Samsung Odyssey OLED G8 32” terbaru!
- Resolusi 4K dengan refresh rate 240 Hz!
- Response time 0.03 ms, cocok banget buat gaming
- Pakai QD-OLED, kualitas tampilan harusnya prima
- Tampilan juga terang banget, dengan TrueBright 500
- Perlindungan OLED juga lengkap! Apalagi Penta Tandem QD-OLED juga lebih tahan dari burn-in.
Apa cuma cocok buat main game saja? Atau ternyata ini monitor all rounder yang cocok buat berbagai aktivitas? Langsung saja kita coba monitor ini!

Ini adalah Samsung Odyssey OLED G8 32”, dengan kode G80SH. Ini monitor gaming yang menawarkan Unmatched Picture Quality dan Game Winning Performance! Monitor ini hadir sebagai peningkatan dari Odyssey OLED G8 generasi sebelumnya. Salah satunya hadir dalam wujud penggunaan panel Penta Tandem QD-OLED, yang memang baru diperkenalkan Samsung tahun 2026 ini. Penta Tandem QD-OLED ini memungkinkan tampilan yang lebih terang. Selain itu, ini juga lebih aman terhadap masalah burn in.
Tapi, apa cuma itu saja yang beda dari Odyssey OLED G8 terbaru ini? Kita akan coba lihat!
Paket penjualan

Kita mulai pembahasan monitor ini dari paket penjualannya! Isinya:
- Unit monitor
- Height Adjustable Stand (HAS)
- Adaptor daya 240 W
- Kabel power
- Kabel HDMI
- Kabel DisplayPort
- Kabel USB C to C
- Paket dokumen
Desain Samsung Odyssey OLED G8

Untuk desain, monitor ini tentunya masih mempertahankan gaya khas lini Odyssey. Bahkan, sekilas ini tidak terlihat beda dari Odyssey OLED G8 generasi sebelumnya. Bodinya terbilang tipis. Warna dasarnya Silver.


Untuk dimensi monitor tanpa stand:
- Lebar: 71.2 cm
- Tinggi: 41.5 cm
- Tebal: 4.9 cm, ini tebal untuk bagian tengah. Kalau di tepi, tebalnya hanya 4.4 mm.

Sementara kalau pakai stand:
- Tinggi total paling rendah di kisaran 47.2 cm dan paling tinggi 59.2 cm. Jadi, ada mekanisme pengaturan ketinggian dengan rentang 12 cm.
- Ketebalan total jadi 26.4 cm.
Di posisi terendah, bagian bawah monitor ini hanya berjarak 5.7 cm dari permukaan meja. Kalau untuk bobot, tanpa stand di kisaran 5.7 kg, dan dengan stand jadi 7.8 kg.

Untuk stand, ini desainnya juga khas lini Odyssey, dengan base berbentuk segi lima dengan sudut membulat. Permukaan atasnya flat, tapi ini sedikit miring. Jadi, kalau kita meletakkan sesuatu di atasnya, ada potensi bisa tergelincir ke arah depan. Base stand ini terbilang cukup besar dan pastinya cukup untuk menopang monitor ini.

Beralih ke leher stand, desainnya sederhana dengan satu lubang untuk cable management. Selain pengaturan ketinggian, stand ini menawarkan pengaturan tilt, bisa menunduk sampai -2° dan menengadah sampai 25°. Ada pengaturan swivel, atau menoleh ke kiri dan kanan sampai 30°. Ada juga pivot, alias bisa diposisikan dengan orientasi horizontal maupun diputar jadi vertikal seperti ini. Tentunya di leher stand ini ada juga mounting untuk memasang monitor ke stand. Ini dihubungkan ke bagian tengah area belakang monitor ya.

Selain untuk memasang stand, area tersebut juga bisa digunakan untuk memasang monitor ke bracket khusus lewat VESA mounting 100 x 100 mm. Area ini juga dikelilingi sistem lighting di monitor yang disebut sebagai CoreLighting+. Ini bisa menampilkan RGB lighting dalam beberapa efek dan tentu saja warnanya bisa kita ubah.

Nah, di bagian belakang monitor juga ada satu area yang berisi semua konektor I/O milik monitor ini. Kita lihat dari kiri ke kanan ada:

- 1 Audio Jack 3.5 mm untuk Audio Out
- 2 HDMI Input, ini mendukung standar HDMI 2.1
- 1 DisplayPort 2.1 yang mendukung UHBR20, ini mendukung input 4K240 Hz 10-bit uncompressed
- 1 USB Type A, ini berfungsi juga untuk Service Port
- 1 USB Type C, mendukung standar USB 3.2 Gen 1 dan tentunya punya DP Alt Mode, jadi bisa digunakan untuk display input juga
- 1 lagi USB Type A. Kedua port USB Type A ini bisa digunakan untuk fitur USB Hub
- 1 DC In
Di kiri deretan konektor I/O ini ada juga satu joystick 5-arah. Ini adalah tombol pengendalian utama monitor. Beralih ke sisi depan, terlihat monitor ini punya permukaan layar “glare free”, alias tidak memantulkan bayangan dari apa yang ada di sekitarnya. Bezel di sekeliling layar ini juga terbilang relatif tipis. Ini cocok lah untuk monitor modern.
Spesifikasi Layar

- Layar: 32 inci flat
- Panel Penta Tandem QD-OLED
- Resolusi: 4K (3840 x 2160 piksel)
- Aspect ratio 16:9
- Refresh rate up to 240 Hz
- Response time 0.03 ms Gray to Gray
- Brightness up to 300 nits untuk keseluruhan layar di mode SDR.
- Untuk peak brightness, diklaim bisa mencapai 1000 nits untuk sekitar 3% area layar

- Cakupan warna diklaim sampai 99% DCI-P3
- HDR: VESA DisplayHDR True Black 500, yang seharusnya menunjukkan brightness bisa sampai 500 nit di keseluruhan layar di mode HDR.
- Kedalaman warna 10-bit
- Viewing Angle di 178° Horizontal dan Vertical
- Mendukung AMD FreeSync Premium Pro, dan G-Sync Compatible.
- Fitur:
- Samsung OLED Safeguard+
- Samsung pakai “Dynamic Cooling System” untuk mendinginkan panel layar. Ini wujudnya berupa Pulsating Heat Pipe.
- Jadi, ini menggantikan graphite sheet yang biasa digunakan untuk membantu menyebar panas dan melepas panas dari panel layar.
- Ada juga fitur seperti Logo & Taskbar Detection, Screen Saver, dan beberapa fitur lain yang membantu mengurangi resiko burn in di layar ini.
- Ada 4K AI Upscaling, ini bisa membantu kita untuk mendapatkan ketajaman tampilan ala 4K saat input ke monitor ini di bawah resolusi 4K.
- Samsung OLED Safeguard+
Cocok nih buat yang pakai Gaming Desktop atau Laptop yang belum “mentok kanan”. Kita bisa pakai setting resolusi di bawah 4K, lalu biarkan monitornya yang upscale supaya lebih tajam.

- Monitor ini juga PANTONE Validated, dalam artian bisa menampilkan warna-warna PANTONE sesuai dengan standar PANTONE.
Simak pembahasan lebih lengkapnya lewat video review berikut ini:















