Teknologi “Mata” untuk Tunanetra

Reading time:
November 5, 2010
blind

Sebagian besar dari kita sekarang ini mungkin masih hidup dengan anggota tubuh yang lengkap sekarang ini, dengan fungsi organ dan panca indera yang masih sempurna. Namun di lain pihak, beberapa orang harus merasakan ketidaksempurnaan itu karena fungsi organ tubuh yang tidak lagi dapat berjalan dengan semestinya. Seperti mereka yang tunanetra, kehilangan penglihatan karena suatu sebab tertentu, harus menjalani hidup tanpa dapat melihat cahaya lagi.

Apalah arti perkembangan teknologi jika tidak mampu memberikan solusi dan fungsi untuk menjamin kualitas hidup manusia yang lebih baik? Bahkan, untuk mereka yang mengalami cacat secara fisik sekalipun. Dan perkembangan teknologi untuk itupun sangat menggembirakan.

Anda bisa melihat bagaimana teknologi membantu mereka yang tunarungu untuk mendengar kembali, atau potensi yang bisa diberikan teknologi exoskeleton bagi mereka yang lumpuh secara fisik. Kini kemajuan teknologi juga mulai memberikan harapan yang selama ini belum ada bagi mereka yang Tunanetra.

Tentu saja teknologi ini tidak akan tiba-tiba hadir dengan kesempurnaan dan menawarkan “penglihatan” bagi semua jenis kebutaan. Dengan teknologi microchip dengan 15.000 dioda yang peka terhadap cahaya, penelitian dari Eberthart Zrenner, Director of the Institute for Ophthalmic Research dan rekan-rekannya dari University of Tübingen di Jerman memberikan sedikit cahaya terang bagi penderita kebutaan, khususnya bagi mereka yang buta karena saraf mata yang sudah mulai menua dan mati.

Pada mata normal, sensor cahaya yang peka pada mata akan mentransmisikan stimulus cahaya yang kemudian diolah otak dan didefinisikan sebagai sebuah objek. Pada kebutaan yang sifatnya degeneratif (menua) kemampuan ini semakin lemah atau bahkan menghilang. Dengan menggunakan konsep yang sama, microchip yang penuh dengan dioda ini akan mampu memberikan stimulus bagi syaraf terdekat darinya untuk menghantarkan stimulus cahaya tersebut itu ke otak, sehingga tidak berbeda dengan mata yang normal.

Hasilnya? Dari tiga objek yang diteliti, ketiga-tiganya dapat mengenali benda-benda bercahaya. Bahkan salah satunya dapat mengenali benda yang tidak bercahaya dan bahkan membaca tulisan besar.

Walaupun demikian, alat ini masih belum sempurna dan masih berada dalam tahap pengembangan lebih lanjut untuk meningkat konsistensi dan kemampuan adaptasinya sehingga mampu menyerupai fungsi mata manusia yang sehat. Kita tunggu saja perkembangannya. Ini adalah bukti teknologi yang benar-benar membuat taraf hidup manusia menjadi jauh lebih baik. Terima kasih teknologi!

Source : NewScientist via Gizmodo

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…
April 10, 2026 - 0

Review ADVAN Workplus AI: Makin “Plus” Buat Kerja Berat dan Main Game

Laptop tipis dan ringan ini punya tipe GPU yang mirip…

Gaming

April 28, 2026 - 0

Sega Luncurkan SEGA Universe Guna Bangkitkan Game Klasiknya

Sega resmi meluncurkan program SEGA Universe, strategi baru untuk menghidupkan…
April 28, 2026 - 0

Final Fantasy XIV Berikan Tanggal Rilis Resmi di Switch 2

Square Enix secara resmi tentukan tanggal rilis untuk Final Fantasy…
April 28, 2026 - 0

CEO Xbox Jelaskan Rencana Membuat Console Itu Jadi Platform Terbuka

CEO Xbox Asha Sharma menjelaskan visinya jadikan Xbox sebagai platform…
April 28, 2026 - 0

Atari Akuisisi Implicit Conversion Demi Perkuat Preservasi Game Klasik

Atari resmi mengakuisisi Implicit Conversion, studio spesialis emulasi yang dikenal…