Mortal Kombat Tidak Dijual di Australia

Reading time:
February 26, 2011

Pengaruh kekerasan dalam video game tidak pernah lepas dari perhatian khalayak umum, mulai dari orang tua hingga aparat pemerintahan. Selain serial Grand Theft Auto, video game pertarungan seperti Mortal Kombat juga menjadi sasaran lembaga sensor dan badan penentu klasifikasi game. Gameplay yang cepat dan grafis yang cukup realistis sepertinya tidak pernah cukup bagi para pengembang.

Kesadisan elemen-elemen pada game Mortal Kombat, seperti darah yang bercucuran pada setiap serangan yang dilancarkan, hingga anggota tubuh yang terkoyak-koyak, telah menjadi ciri khas game tersebut. Midway Games, Acclaim Entertainment, hingga pengembang terakhirnya, Warner Bros. tidak berani menghilangkan ciri khas tersebut, karena itulah yang dicari-cari oleh para penggemar.

mortal kombat logo

Pemerintah Australia mengambil langkah tegas untuk melindungi penduduknya dari kesadisan Mortal Kombat dengan memberikan game tersebut “Refused Classification” (RC). Klasifikasi ini diberikan karena banyaknya adegan pemotongan anggota tubuh, pemenggalan kepala, dan pengeluaran isi perut yang ditunjukkan dalam video game ini.

Dengan klasifikasi RC maka Mortal Kombat tidak akan dijual di pasaran video game Australia. Nampaknya, para penggemar serial Mortal Kombat di negara kangguru harus membeli video game tersebut di negara lain, sebelum pemerintah mereka mengeluarkan peraturan khusus yang melarang pembelian video game sadis di luar negeri.

Mungkin memang sudah saatnya para pengembang untuk membatasi tingkat kesadisan yang ditunjukkan pada setiap video gamenya. Kenyataannya pembatasan umur yang tertera pada kotak penjualan tidak memastikan video game itu hanya dimainkan oleh para gamer yang sudah cukup umur. Apalagi dengan maraknya kasus pembajakan dan file sharing ilegal yang terjadi. Video game yang diperuntukan oleh pemain dewasa dapat dengan mudah didapatkan oleh para pemain di bawah umur.

Source: The Register

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

June 23, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook A14 (UX3407) 2026: Laptop Snapdragon X2 Elite Paling Ringan, Irit, & Kencang

Laptop 18-Core ini bodinya tipis dan beratnya enteng banget cuman…
June 18, 2026 - 0

Review ASUS ROG Zephyrus Duo (2026): Kencang “Pol” Buat Multitasking & Gaming AAA

Laptop Gaming kekinian tuh harusnya kayak gini. Ini adalah “ASUS…
May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…

Gaming

June 22, 2026 - 0

Honkai: Nexus Anima Siapkan Closed Beta Baru, Hadirkan Karakter dan Sistem Baru

HoYoverse akan menggelar closed beta dari game monster collection baru…
June 22, 2026 - 0

SteamOS 3.8 Resmi Meluncur, Beri Dukungan Awal untuk Steam Machine

SteamOS 3.8 resmi dirilis dengan dukungan awal untuk Steam Machine,…
June 22, 2026 - 0

PS6 Diprediksi Bisa Mundur ke 2028 atau 2029 Oleh Embracer Group

Laporan dari Embracer Group memprediksi Sony kemungkinan besar mempertimbangkan memundurkan…
June 22, 2026 - 0

Bocoran Retailer Portugal Indikasikan GTA 6 Bisa Dibanderol Sekitar $105

Listing bocoran dari FNAC Portugal mengindikasikan GTA 6 edisi standar…