Perilaku Remaja Indonesia yang Memalukan di Dunia Maya

Reading time:
May 12, 2011
screaming fans

Indonesia mungkin sedang berkembang menuju ke arah masyarakat sadar teknologi, terutama teknologi informasi. Dengan proses pengadaan dan biaya internet yang boleh dibilang mulai terjangkau, internet menjadi teknologi yang semakin mudah diakses dan didapatkan. Apalagi, hampir semua jaringan operator telekomunikasi juga menyediakan fasilitas jaringan data untuk para pelanggannya. Salah satu bukti yang paling jelas adalah bagaimana Indonesia tercatat sebagai pengguna situs jejaring sosial dalam jumlah yang masif.

Internet yang terserap cepat ke berbagai lapisan masyarakat memunculkan keterkejutan secara budaya. Dipandang sebagai sesuatu yang bebas, orang terkadang lupa bagaimana dunia maya ini sebenarnya memiliki etikanya sendiri. Spamming menjadi aktivitas yang paling mengganggu secara umum. Bagaimana dengan situs jejaring sosial? Ada begitu banyak peraturan yang seharusnya diikuti untuk membuat layanan ini nyaman untuk digunakan secara bersama. Namun, kebebasan kita sendiri menentukan siapa yang akan menjadi teman menjadi solusi terbaik untuk menyeleksi hal tersebut. Lain halnya jika yang kita lakukan mulai memalukan nama bangsa dan negara.

Hal yang saya rasakan adalah MIRIS ketika mendapatkan informasi ini dari seorang teman. Berbagi dari informasi yang tersebar di salah satu forum ternama Indonesia, Kaskus, ada sebuah fenomena yang cukup memalukan untuk diperhatikan. Sekelompok fans berat boyband Indonesia (yang tidak mungkin saya sebutkan di sini) mulai memperlihatkan aktivitas dunia maya tanpa etika. Melalui situs jejaring sosial, berbagai spamming dihadirkan untuk memuja salah satu anggota band tanpa memperhatikan tempat yang semestinya.

Bayangkan saja. Hanya karena memiliki nama yang sama, salah satu industri fashion terkemuka Prancis dan beberapa band dari luar negeri terus-menerus mendapatkan spam wall di situs jejaring sosial, Facebook. Bagian paling memalukan? Remaja-remaja Indonesia-lah yang melakukannya. Dengan tanpa memperhatikan keterangan fan page yang dituju, mereka terus melempar komentar dan memuja membabi buta tanpa arah. Padahal, fan page yang dituju bukanlah boyband yang mereka inginkan. Namun, seolah tidak peduli, komentar-komentar tersebut terus hadir tanpa batas.

thumbs up fbSebenarnya, ada beberapa usaha klarifikasi yang berusaha dilakukan oleh situs terkait. Bahkan, ada beberapa yang dengan jelas menuliskan, “Kami bukan Boyband Indonesia yang Anda cari” hingga “Kami bukan band Indonesia, jadi berhentilah melakukan spam” untuk menghentikan kegilaan ini. Lagi-lagi segala macam upaya tidak membuahkan hasil, semua komentar pemujaan itu terus hadir sehingga tak ubahnya sebuah aliran spam yang sulit dihentikan. Remaja-remaja Indonesia ini membawa nama buruk bagi negara dan bangsa atas kelakuan yang cukup “barbaric” di dunia maya ini.

Saya sendiri tidak habis pikir bagaimana kejadian seperti ini dapat terjadi. Apakah karena tidak membaca keterangan jelas fan page yang dituju? Apakah mereka fans dengan fanatisme yang berlebihan? Atau untuk menghemat pengunaan data di seluler, mereka hanya memunculkan tulisan tanpa gambar? Apa pun itu, kita harus mulai berusaha untuk mengedukasi mereka tentang etika berjejaring sosial yang baik. Lakukan sesuatu di tempatnya, tepat, proporsional, dan membuat orang lain tetap nyaman mungkin menjadi poin yang harus diperhatikan.

Bukan bermaksud menggurui. Saya hanya berusaha menangkap fenomena yang terjadi di masyarakat. Jangan pula berpikir ada kebencian yang berusaha ditebar di sini karena ini adalah fakta. Jangan salah, saya sendiri adalah fans berat dari Morgan, the biggest fan ever! Mmmmm.. we are talking about Morgan Freeman, right?

star wars facepalm

Source : Kaskus, Yahoo

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…
April 13, 2026 - 0

Review Axioo Hype AI 5: Racikan Kencang Merk Lokal dengan Intel Core Ultra

Ini Laptop tipis dan ringan pertama dari Axioo dengan prosesor…

Gaming

April 30, 2026 - 0

Film Nintendo Berikutnya Garapan Illumination Dikabarkan Rilis April 2028

Sebuah film Nintendo baru garapan Illumination dilaporkan muncul di jadwal…
April 30, 2026 - 0

Nama WUCHANG: Fallen Feathers Dibeli Digital Bros

Digital Bros resmi membeli IP WUCHANG: Fallen Feathers dari Chengdu…
April 30, 2026 - 0

Windrose Janjikan Daerah Baru Bernama Ashlands via Roadmap

Windrose bagikan roadmap terbarunya dengan janji akan bawakan daerah baru…
April 29, 2026 - 0

EA Sebut 85 Persen Proses QA Mereka Kini Sudah Gunakan AI

EA mengungkap sekitar 85 persen proses quality assurance mereka kini…